Lewati ke konten

Rabu, 7 Oktober 20262728 berita

Anak Suka Menyentuh Area Genital, Apa yang Orang Tua Harus Lakukan?The Future Fest 2026 perluas akses pendidikan tinggiFictor Roring nilai jumlah laga IBL All Indonesian harus lebih banyakMarc Marquez: Tolong Doakan Saya Finis di MotoGP Mandalika 2026Menteri PKP pastikan program bedah rumah di Bandung tepat sasaranEgy Maulana Vikri bersyukur akhirnya bisa antar Timnas Indonesia juaraRelawan Gibran Sujud Syukur Usai MK Tak Terima Gugatan Denny Indrayana DkkKejagung siapkan 34 JPU untuk sidang perdana Febrie AdriansyahMK putuskan gugatan terhadap ijazah Wapres Gibran tidak diterimaClaresta Taufan sebut tema film "Bapak Paling Jujur" bikin deg-degan
Lifestyle

Anak Suka Menyentuh Area Genital, Apa yang Orang Tua Harus Lakukan?

Liputan6 Kesehatan 2 menit baca 489 kata
Anak Suka Menyentuh Area Genital, Apa yang Orang Tua Harus Lakukan? — gambar dari Liputan6 Kesehatan
Gambar dari Liputan6 Kesehatan. Ringkasan oleh Zona News.

Liputan6.com, Jakarta - Orang tua mungkin merasa bingung atau khawatir ketika melihat anak kecil berulang kali menyentuh atau menggesek area genitalnya. Pada usia dini, anak belum memahami tubuh dan perilaku seksual dengan konteks seperti orang dewasa, sehingga perlu diberi pemahaman awal.

Psikolog anak dan keluarga Saskhya Aulia Prima, menjelaskan bahwa perilaku tersebut dapat muncul karena anak menemukan sensasi tertentu yang terasa nyaman, kemudian mengulanginya.

“Sebenarnya di umur segitu nggak ada kepikiran terlalu jauh, seperti yang mungkin dikhawatirkan. Biasanya karena ada satu kejadian tertentu, kebetulan mungkin dia menemukan kenyamanan di situ,” katanya di dalam konferensi pers Parentalk Festival 2026, di Tangerang Selatan, Rabu (30/9/2026).

Pada usia dini, anak masih berada dalam tahap mengenali tubuhnya dan belum tentu memahami perilaku tersebut dalam konteks seksual.

“Semuanya, jalannya ke sensory seeking. Jadi, ada sesuatu yang menyenangkan, kemudian dilakukan berulang,” tambah Saskhya.

Mulai Kenalkan Sex Education Awal tentang Tubuhnya Alih-alih memarahi atau mempermalukan anak, orang tua dapat mulai mengarahkan perhatian anak pada aktivitas lain ketika perilaku tersebut muncul.

Kemunculan perilaku tersebut juga dapat menjadi momentum bagi orang tua untuk mulai memberikan edukasi seks yang sesuai dengan usia anak.

Edukasi seks pada anak tidak harus dimulai dengan pembahasan yang kompleks. Pada tahap awal, orang tua dapat mengenalkan nama dan bagian tubuh, termasuk bagian tubuh yang bersifat pribadi.

Anak juga perlu mengetahui siapa saja yang boleh menyentuh bagian tubuh tertentu dan kapan mereka perlu mengatakan tidak.

Saskhya mengatakan, edukasi tersebut dapat mulai diberikan ketika anak sudah memiliki kemampuan untuk memahami dan berkomunikasi.

"Apalagi sekarang usia-usianya sebenarnya dia udah kepikiran ngomong. Jadi mulai tuh orang tua bisa ngajarin tentang sex education-nya, bagian tubuhnya, mana yang boleh dipegang oleh siapa, dan yang mana yang nggak boleh," jelas Saskhya.

Dengan mengenalkan batas tubuh sejak dini, anak tidak hanya belajar mengenai bagian tubuhnya sendiri, tetapi juga memahami bahwa dirinya memiliki hak untuk menentukan batasan terhadap sentuhan dari orang lain.

Anak Mengerti Kapan dan kepada Siapa Harus Bercerita Selain mengenalkan bagian tubuh dan batas sentuhan, edukasi seks pada anak juga dapat mencakup situasi ketika mereka perlu mencari bantuan.

Anak perlu mengetahui kepada siapa mereka dapat bercerita jika merasa tidak nyaman dengan suatu sentuhan atau mengalami sesuatu yang membuat mereka bingung.

Ringkasan ini disusun otomatis dari artikel sumber. Untuk konteks, fakta lengkap, dan koreksi, buka artikel asli di https://news.zonaindonesia.com/berita/anak-suka-menyentuh-area-genital-apa-yang-orang-tua-harus-lakukan-c5113808/.

Baca juga

Semua berita Lifestyle