Asal usul tanda tangan dan bagaimana sejarahnya
Jakarta (ANTARA) - Hampir setiap orang pernah membuat tanda tangan. Saat membuka rekening, mengurus dokumen, menerima paket, menandatangani surat, hingga mengurus berbagai keperluan administrasi, coretan kecil yang satu ini bisa tiba-tiba menjadi sangat penting.
Bentuknya pun bermacam-macam.
Ada yang menulis nama lengkap dengan rapi, ada yang hanya menggunakan inisial, sementara sebagian orang justru memiliki tanda tangan yang bentuknya sudah jauh berbeda dari tulisan sehari-hari.
Menariknya, tanda tangan ternyata bukan sekadar coretan untuk membubuhkan nama di atas kertas.
Kebiasaan tersebut memiliki sejarah panjang yang berkaitan dengan cara manusia membuktikan identitas, kepemilikan, persetujuan, dan keabsahan sebuah dokumen.
Lantas, dari mana sebenarnya tanda tangan berasal?
Jika membayangkan sejarah tanda tangan, mungkin yang terlintas adalah seseorang pada masa lalu menulis namanya menggunakan tinta di atas lembaran perkamen.
Namun, praktik memberikan tanda sebagai bentuk pengesahan ternyata jauh lebih tua daripada tanda tangan dengan tulisan tangan seperti yang dikenal sekarang.
Di Mesopotamia, wilayah yang kini mencakup sebagian besar Irak, masyarakat telah menggunakan segel sejak ribuan tahun lalu. British Museum mencatat bahwa benda-benda tersebut digunakan untuk menyegel barang, menandai kepemilikan, menjadi saksi transaksi, hingga mengonfirmasi tanda atau identitas seseorang.
Salah satu bentuknya adalah cylinder seal atau segel silinder.
Benda kecil berbentuk silinder tersebut biasanya dibuat dari batu dan memiliki ukiran tertentu. Ketika digulirkan pada tanah liat, ukirannya menghasilkan pola atau gambar yang menjadi semacam tanda pengenal pemiliknya.
Sekitar 3.000 tahun sebelum Masehi, segel silinder telah digunakan di Mesopotamia dengan desain yang semakin kompleks. Beberapa di antaranya bahkan memuat nama pemiliknya.
Dengan kata lain, jauh sebelum seseorang membubuhkan tanda tangan dengan pulpen, manusia sudah memiliki cara untuk mengatakan, "Ini milik saya" atau "Ini telah disahkan oleh saya." Penggunaan segel kemudian berkembang menjadi bagian dari sistem administrasi dan hukum.
Pada masa ketika kemampuan membaca dan menulis belum dimiliki semua orang, sebuah simbol atau segel dapat menjadi penanda yang lebih praktis untuk menunjukkan otoritas seseorang.
Ringkasan ini disusun otomatis dari artikel sumber. Untuk konteks, fakta lengkap, dan koreksi, buka artikel asli di https://news.zonaindonesia.com/berita/asal-usul-tanda-tangan-dan-bagaimana-sejarahnya-ce28f840/.
Baca juga
Marc Marquez: Tolong Doakan Saya Finis di MotoGP Mandalika 2026
Marc Marquez meminta doa kepada masyarakat Indonesia saat tampil dalam MotoGP Mandalika Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026.
Menteri PKP pastikan program bedah rumah di Bandung tepat sasaran
ANTARA - Alokasi program bedah rumah di Kota Bandung, Jawa Barat, meningkat dari 110 menjadi 1.458 unit pada 2026. Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait meninjau langsung pelaksanaannya pada Selasa (6/10) untuk memastikan bantuan tepat sasaran hingga ke…
Egy Maulana Vikri bersyukur akhirnya bisa antar Timnas Indonesia juara
Jakarta (ANTARA) - Pemain Timnas Indonesia Egy Maulana Vikri mengungkapkan rasa syukurnya setelah akhirnya bisa mengantarkan skuad Garuda meraih gelar juara FIFA ASEAN Cup 2026.
Kejagung siapkan 34 JPU untuk sidang perdana Febrie Adriansyah
ANTARA - Kejaksaan Agung menyiapkan 34 orang JPU dalam sidang perdana dugaan pemerasan dan TPPU PT ASABRI dan Asuransi Jiwasraya yang melibatkan tersangka mantan Jampidsus Febrie Adriansyah.