Lewati ke konten

Rabu, 7 Oktober 20262728 berita

Asal usul tanda tangan dan bagaimana sejarahnyaThe Future Fest 2026 perluas akses pendidikan tinggiFictor Roring nilai jumlah laga IBL All Indonesian harus lebih banyakMarc Marquez: Tolong Doakan Saya Finis di MotoGP Mandalika 2026Menteri PKP pastikan program bedah rumah di Bandung tepat sasaranEgy Maulana Vikri bersyukur akhirnya bisa antar Timnas Indonesia juaraRelawan Gibran Sujud Syukur Usai MK Tak Terima Gugatan Denny Indrayana DkkKejagung siapkan 34 JPU untuk sidang perdana Febrie AdriansyahMK putuskan gugatan terhadap ijazah Wapres Gibran tidak diterimaClaresta Taufan sebut tema film "Bapak Paling Jujur" bikin deg-degan
Nasional

Asal usul tanda tangan dan bagaimana sejarahnya

Antara 6 menit baca 1115 kata
Asal usul tanda tangan dan bagaimana sejarahnya — gambar dari Antara
Gambar dari Antara. Ringkasan oleh Zona News.

Jakarta (ANTARA) - Hampir setiap orang pernah membuat tanda tangan. Saat membuka rekening, mengurus dokumen, menerima paket, menandatangani surat, hingga mengurus berbagai keperluan administrasi, coretan kecil yang satu ini bisa tiba-tiba menjadi sangat penting.

Bentuknya pun bermacam-macam.

Ada yang menulis nama lengkap dengan rapi, ada yang hanya menggunakan inisial, sementara sebagian orang justru memiliki tanda tangan yang bentuknya sudah jauh berbeda dari tulisan sehari-hari.

Menariknya, tanda tangan ternyata bukan sekadar coretan untuk membubuhkan nama di atas kertas.

Kebiasaan tersebut memiliki sejarah panjang yang berkaitan dengan cara manusia membuktikan identitas, kepemilikan, persetujuan, dan keabsahan sebuah dokumen.

Lantas, dari mana sebenarnya tanda tangan berasal?

Jika membayangkan sejarah tanda tangan, mungkin yang terlintas adalah seseorang pada masa lalu menulis namanya menggunakan tinta di atas lembaran perkamen.

Namun, praktik memberikan tanda sebagai bentuk pengesahan ternyata jauh lebih tua daripada tanda tangan dengan tulisan tangan seperti yang dikenal sekarang.

Di Mesopotamia, wilayah yang kini mencakup sebagian besar Irak, masyarakat telah menggunakan segel sejak ribuan tahun lalu. British Museum mencatat bahwa benda-benda tersebut digunakan untuk menyegel barang, menandai kepemilikan, menjadi saksi transaksi, hingga mengonfirmasi tanda atau identitas seseorang.

Salah satu bentuknya adalah cylinder seal atau segel silinder.

Benda kecil berbentuk silinder tersebut biasanya dibuat dari batu dan memiliki ukiran tertentu. Ketika digulirkan pada tanah liat, ukirannya menghasilkan pola atau gambar yang menjadi semacam tanda pengenal pemiliknya.

Sekitar 3.000 tahun sebelum Masehi, segel silinder telah digunakan di Mesopotamia dengan desain yang semakin kompleks. Beberapa di antaranya bahkan memuat nama pemiliknya.

Dengan kata lain, jauh sebelum seseorang membubuhkan tanda tangan dengan pulpen, manusia sudah memiliki cara untuk mengatakan, "Ini milik saya" atau "Ini telah disahkan oleh saya." Penggunaan segel kemudian berkembang menjadi bagian dari sistem administrasi dan hukum.

Pada masa ketika kemampuan membaca dan menulis belum dimiliki semua orang, sebuah simbol atau segel dapat menjadi penanda yang lebih praktis untuk menunjukkan otoritas seseorang.

Ringkasan ini disusun otomatis dari artikel sumber. Untuk konteks, fakta lengkap, dan koreksi, buka artikel asli di https://news.zonaindonesia.com/berita/asal-usul-tanda-tangan-dan-bagaimana-sejarahnya-ce28f840/.

Baca juga

Semua berita Nasional