Lewati ke konten

Senin, 5 Oktober 20262062 berita

Bak Professor X, Kursi Roda Ini Bisa Bergerak Cuma Pakai PikiranLaboratorium pemikiran lingkar dalam PresidenHarga Minyak Dunia Turun ke US$101 usai G7 Lepas Cadangan DaruratPemerintah gulirkan sejumlah stimulus ekonomi untuk kuartal IV 2026Wamenlu Havas usul MoU kemitraan mineral hijau RI-ChilePrabowo Beri Tanda Kehormatan ke Sejumlah Tokoh TNI, Ini Daftar Lengkapnya!Modus Kuras Rekening Beredar di Sekitar MRT, Kenali TandanyaVideo: Houthi Klaim Serang Fasilitas Aramco di RiyadhPrabowo Beri Bintang Kehormatan ke Eks Menko Polkam hingga Panglima TNIJuara FIFA ASEAN Cup 2026: Penebusan Dosa John Herdman Bersama Timnas Indonesia
Teknologi

Bak Professor X, Kursi Roda Ini Bisa Bergerak Cuma Pakai Pikiran

CNN Teknologi 2 menit baca 481 kata
Bak Professor X, Kursi Roda Ini Bisa Bergerak Cuma Pakai Pikiran — gambar dari CNN Teknologi
Gambar dari CNN Teknologi. Ringkasan oleh Zona News.

Kursi roda yang bergerak lewat kendali pikiran kini menjadi kenyataan, mengingatkan pada sosok Professor X dalam franchise superhero X-Men.

Teknologi ini memungkinkan pengguna mengarahkan kursi roda tanpa menggerakkan tangan, cukup dengan memusatkan perhatian pada pilihan arah di layar.

Salah satu produsen yang mengembangkan perangkat tersebut adalah AiMOGA Robotics. Kursi roda bernama AiMOGA BCI menggunakan teknologi brain-computer interface atau antarmuka otak-komputer untuk menerjemahkan sinyal otak menjadi perintah gerak.

AiMOGA menjelaskan teknologi tersebut ditujukan bagi orang yang memiliki keterbatasan gerak tangan atau anggota tubuh, tetapi tetap sadar dan mampu memahami instruksi.

"Tujuan awal kami mengembangkan produk ini adalah untuk memberikan kemudahan dan membuka lebih banyak kemungkinan bagi penyandang paraplegia tingkat tinggi, orang yang mengalami stroke, serta orang dengan gangguan mobilitas lainnya," ujar Head of Brain-Computer Interface AiMOGA Robotics Xie Yuyang dalam keterangannya, Kamis (1/10).

AiMOGA BCI bekerja dengan menggunakan perangkat perekam sinyal EEG atau electroencephalography non-invasif dengan delapan kanal.

Pengguna mengenakan perangkat tersebut, kemudian memusatkan perhatian pada pilihan perintah arah yang ditampilkan di layar.

Sistem akan mengenali sinyal EEG yang sesuai dan menerjemahkannya menjadi perintah maju, mundur, belok kiri, belok kanan, atau berhenti.

"Pengguna hanya perlu memusatkan perhatian pada tombol arah yang ditampilkan di layar untuk mengendalikan pergerakan kursi roda tanpa menggunakan tangan," terang Xie.

Menurut AiMOGA, sistem tersebut memiliki tingkat akurasi pengenalan perintah EEG lebih dari 95 persen. Sementara itu, latensi atau jeda pengenalan perintah diklaim kurang dari tiga detik.

Perangkat ini disebut memadukan antarmuka otak-komputer, kecerdasan buatan (AI), serta kendali gerak robot untuk memungkinkan pengguna berinteraksi dengan mesin melalui sinyal otak.r Selain menerima perintah melalui sinyal otak, kursi roda tersebut dilengkapi LiDAR dan kamera kedalaman. Keduanya mendukung navigasi berbasis peta serta kemampuan mendeteksi dan menghindari rintangan.

AiMOGA juga menyediakan pilihan kendali melalui layar sentuh. Terdapat pula tombol berhenti darurat serta fungsi pengambilalihan kendali secara manual untuk mendukung berbagai skenario penggunaan.

Dengan beragam pilihan tersebut, pengoperasian kursi roda dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan situasi pengguna.

Kemampuan AiMOGA BCI baru-baru ini diuji dalam Global Brain-Computer Interface × Medical Insurance Innovation Scenario Competition 2026 di Hangzhou, China.

Ringkasan ini disusun otomatis dari artikel sumber. Untuk konteks, fakta lengkap, dan koreksi, buka artikel asli di https://news.zonaindonesia.com/berita/bak-professor-x-kursi-roda-ini-bisa-bergerak-cuma-pakai-pikiran-c6d112d3/.

Baca juga

Malaysia Gagal ke Final, Postingan Rasis ke Indonesia Bikin Miris

Rivalitas Indonesia dan Malaysia di media sosial setelah Timnas Indonesia memastikan tiket ke final FIFA ASEAN Cup 2026 sepertinya belum berkesudahan. Sayangnya, adu komentar yang awalnya berkaitan dengan sepakbola mulai melebar ke isu ras, sejarah, hingga keberadaan Indonesia…

Detik Inet

Semua berita Teknologi