Baterai Solid-State Gotion Lolos Uji Ekstrem
Liputan6.com, Jakarta - Persaingan teknologi baterai kendaraan listrik terus memasuki babak baru. Produsen baterai asal Tiongkok, Gotion High-Tech, mengumumkan perkembangan terbaru teknologi baterai solid-state (SSB) yang diproyeksikan menjadi salah satu teknologi penting untuk kendaraan listrik generasi berikutnya.
Perusahaan yang mendapat dukungan dari Volkswagen tersebut menyampaikan target terbaru itu dalam ajang Konvensi Manufaktur Dunia 2026 di Hefei, Tiongkok.
Dilansir dari CarNewsChina, Jumat (2/10/2026), Gotion menetapkan target kepadatan energi baterai solid-state hingga 400 Wh/kg. Selain itu, perusahaan juga membidik harga sekitar 150 dolar AS per kWh, atau sekitar Rp 2,6 jutaan per kWh.
Target tersebut menjadi bagian dari langkah Gotion untuk membawa teknologi baterai solid-state dari tahap pengembangan menuju penggunaan komersial.
Pengembangan baterai solid-state Gotion sebenarnya telah memasuki tahap lebih lanjut. Pada awal 2026, perusahaan disebut telah menyelesaikan desain lini produksi baterai solid-state dengan kapasitas mencapai 2 GWh.
Kini, sel baterai yang diberi nama Jinshi atau Gold Rock tersebut tengah dipersiapkan untuk memasuki tahap komersialisasi.
Sebelum digunakan secara luas, baterai ini harus melalui serangkaian pengujian untuk memastikan aspek keselamatan dan keandalannya. Salah satu fokus utama Gotion adalah menguji performa sel baterai dalam kondisi ekstrem.
Jinshi menggunakan elektrolit berbasis sulfida, yang menjadi salah satu teknologi yang tengah dikembangkan dalam industri baterai solid-state.
Gotion mengklaim baterai Jinshi telah melewati sejumlah pengujian keselamatan. Salah satunya adalah nail penetration test atau pengujian dengan menusukkan benda tajam ke sel baterai.
Pengujian tersebut dilakukan untuk melihat respons baterai ketika mengalami kerusakan fisik yang berpotensi memicu kondisi berbahaya.
Selain itu, sel Jinshi juga diuji dalam paparan suhu tinggi. Berdasarkan klaim perusahaan, baterai tersebut tidak mengeluarkan asap maupun api selama pengujian ekstrem tersebut.
Gotion menyebut hasil ini menunjukkan bahwa peningkatan kepadatan energi tidak harus mengorbankan aspek keselamatan baterai.
Meski demikian, pengujian laboratorium tetap perlu dibedakan dari performa baterai ketika digunakan dalam kendaraan listrik secara nyata. Tahap pengujian lanjutan akan menjadi bagian penting sebelum teknologi tersebut diterapkan secara lebih luas.
Target kepadatan energi 400 Wh/kg juga menjadi peningkatan dibandingkan klaim Gotion sebelumnya.
Ringkasan ini disusun otomatis dari artikel sumber. Untuk konteks, fakta lengkap, dan koreksi, buka artikel asli di https://news.zonaindonesia.com/berita/baterai-solid-state-gotion-lolos-uji-ekstrem-2d33018a/.
Baca juga
Fictor Roring nilai jumlah laga IBL All Indonesian harus lebih banyak
Jakarta (ANTARA) - Legenda bola basket Indonesia Fictor Gideon Roring menilai jumlah pertandingan Indonesian Basketball League (IBL) All Indonesian perlu ditambah agar pemain lokal memperoleh menit bermain lebih banyak, sekaligus mendukung kebutuhan timnas putra Indonesia secara…
Luca Marini Belajar dari Pengalaman Antisipasi Cuaca Buruk MotoGP Indonesia 2026
Liputan6.com, Jakarta - Pembalap Honda HRC Castrol Luca Marini percaya diri menghadapi MotoGP Indonesia 2026 di Mandalika yang berlangsung 9-11 Oktober mendatang. Meski ada kemungkinan cuaca tidak bersahabat, Marini mengaku sudah belajar dari pengalaman di GP Jepang kemarin.
Persija Jakarta jaga kebugaran untuk hadapi jadwal padat
Jakarta (ANTARA) - Pelatih Persija Jakarta Shin Tae-yong menjelaskan tim asuhannya terus berusaha menjaga kebugaran untuk menghadapi jadwal padat yang mereka hadapi pada Oktober ini.
Timnas Indonesia Masuki Era Baru, Piala Asia 2027 Jadi Harapan
FIFA ASEAN Cup 2026 Timnas Indonesia Masuki Era Baru, Piala Asia 2027 Jadi Harapan Juara ASEAN Cup 2026 jadi awal era baru Timnas Indonesia. Calvin Verdonk dan kolega kini menatap tantangan besar di Piala Asia 2027.