Lewati ke konten

Rabu, 7 Oktober 20262728 berita

Baterai Solid-State Gotion Lolos Uji EkstremThe Future Fest 2026 perluas akses pendidikan tinggiFictor Roring nilai jumlah laga IBL All Indonesian harus lebih banyakMarc Marquez: Tolong Doakan Saya Finis di MotoGP Mandalika 2026Menteri PKP pastikan program bedah rumah di Bandung tepat sasaranEgy Maulana Vikri bersyukur akhirnya bisa antar Timnas Indonesia juaraRelawan Gibran Sujud Syukur Usai MK Tak Terima Gugatan Denny Indrayana DkkKejagung siapkan 34 JPU untuk sidang perdana Febrie AdriansyahMK putuskan gugatan terhadap ijazah Wapres Gibran tidak diterimaClaresta Taufan sebut tema film "Bapak Paling Jujur" bikin deg-degan
Olahraga

Baterai Solid-State Gotion Lolos Uji Ekstrem

Liputan6 Otomotif 3 menit baca 633 kata
Baterai Solid-State Gotion Lolos Uji Ekstrem — gambar dari Liputan6 Otomotif
Gambar dari Liputan6 Otomotif. Ringkasan oleh Zona News.

Liputan6.com, Jakarta - Persaingan teknologi baterai kendaraan listrik terus memasuki babak baru. Produsen baterai asal Tiongkok, Gotion High-Tech, mengumumkan perkembangan terbaru teknologi baterai solid-state (SSB) yang diproyeksikan menjadi salah satu teknologi penting untuk kendaraan listrik generasi berikutnya.

Perusahaan yang mendapat dukungan dari Volkswagen tersebut menyampaikan target terbaru itu dalam ajang Konvensi Manufaktur Dunia 2026 di Hefei, Tiongkok.

Dilansir dari CarNewsChina, Jumat (2/10/2026), Gotion menetapkan target kepadatan energi baterai solid-state hingga 400 Wh/kg. Selain itu, perusahaan juga membidik harga sekitar 150 dolar AS per kWh, atau sekitar Rp 2,6 jutaan per kWh.

Target tersebut menjadi bagian dari langkah Gotion untuk membawa teknologi baterai solid-state dari tahap pengembangan menuju penggunaan komersial.

Pengembangan baterai solid-state Gotion sebenarnya telah memasuki tahap lebih lanjut. Pada awal 2026, perusahaan disebut telah menyelesaikan desain lini produksi baterai solid-state dengan kapasitas mencapai 2 GWh.

Kini, sel baterai yang diberi nama Jinshi atau Gold Rock tersebut tengah dipersiapkan untuk memasuki tahap komersialisasi.

Sebelum digunakan secara luas, baterai ini harus melalui serangkaian pengujian untuk memastikan aspek keselamatan dan keandalannya. Salah satu fokus utama Gotion adalah menguji performa sel baterai dalam kondisi ekstrem.

Jinshi menggunakan elektrolit berbasis sulfida, yang menjadi salah satu teknologi yang tengah dikembangkan dalam industri baterai solid-state.

Gotion mengklaim baterai Jinshi telah melewati sejumlah pengujian keselamatan. Salah satunya adalah nail penetration test atau pengujian dengan menusukkan benda tajam ke sel baterai.

Pengujian tersebut dilakukan untuk melihat respons baterai ketika mengalami kerusakan fisik yang berpotensi memicu kondisi berbahaya.

Selain itu, sel Jinshi juga diuji dalam paparan suhu tinggi. Berdasarkan klaim perusahaan, baterai tersebut tidak mengeluarkan asap maupun api selama pengujian ekstrem tersebut.

Gotion menyebut hasil ini menunjukkan bahwa peningkatan kepadatan energi tidak harus mengorbankan aspek keselamatan baterai.

Meski demikian, pengujian laboratorium tetap perlu dibedakan dari performa baterai ketika digunakan dalam kendaraan listrik secara nyata. Tahap pengujian lanjutan akan menjadi bagian penting sebelum teknologi tersebut diterapkan secara lebih luas.

Target kepadatan energi 400 Wh/kg juga menjadi peningkatan dibandingkan klaim Gotion sebelumnya.

Ringkasan ini disusun otomatis dari artikel sumber. Untuk konteks, fakta lengkap, dan koreksi, buka artikel asli di https://news.zonaindonesia.com/berita/baterai-solid-state-gotion-lolos-uji-ekstrem-2d33018a/.

Baca juga

Semua berita Olahraga