Bisakah manusia selamat setelah tersambar petir? Ini faktanya
Jakarta (ANTARA) - Sambaran petir sering dianggap sebagai kejadian yang hampir pasti berujung pada kematian. Padahal, kenyataannya tidak selalu demikian. Seseorang yang tersambar petir masih bisa selamat, meskipun dapat mengalami berbagai cedera serius dan membutuhkan pertolongan medis secepat mungkin.
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) mencatat hampir 90 persen korban sambaran petir dapat bertahan hidup. Namun, sekitar 10 persen korban meninggal dunia, dengan henti jantung menjadi salah satu penyebab kematian yang paling umum.
Artinya, sambaran petir memang merupakan kondisi gawat darurat, tetapi bukan berarti korban tidak memiliki peluang untuk diselamatkan.
alui tubuh seseorang.
CDC menjelaskan, manusia dapat mengalami cedera akibat beberapa mekanisme, antara lain sambaran langsung, aliran listrik dari benda yang tersambar petir, side flash atau lompatan arus dari objek di dekat korban, hingga arus listrik yang menyebar melalui permukaan tanah.
Pada kondisi tertentu, sebagian arus juga dapat mengalir di permukaan tubuh. Karena itu, tingkat cedera setiap korban bisa berbeda-beda.
Ada korban yang mengalami henti jantung, luka bakar, gangguan saraf atau kehilangan kesadaran. Namun, ada pula yang mengalami cedera lebih ringan dan dapat pulih setelah mendapatkan perawatan.
Jantung menjadi salah satu bagian tubuh yang paling kritis Salah satu alasan sambaran petir dapat berakibat fatal adalah kemampuannya mengganggu sistem kelistrikan jantung.
Korban dapat mengalami henti jantung atau gangguan irama jantung. Jika kondisi ini terjadi, pertolongan dalam hitungan menit sangat penting.
Sayangnya, di Indonesia masih sering terdengar anggapan bahwa korban sambaran petir bisa ditangani dengan tindakan tradisional seperti ditimbun tanah. Padahal, korban sebenarnya butuh penanganan kegawatdaruratan sesegera mungkin.
Seseorang yang tersambar harus segera dipindahkan ke lokasi yang aman, setelah itu pertolongan dapat dilanjutkan dengan resusitasi jantung paru atau RJP hingga bantuan medis datang.
Jadi, anggapan bahwa korban sambaran petir harus segera ditanam atau ditimbun tanah agar bisa selamat merupakan mitos. Tindakan tersebut justru dapat membuang waktu yang seharusnya digunakan untuk memberikan pertolongan.
pulang setelah mendapatkan perawatan, sementara dua lainnya harus menjalani perawatan di RSUD Tasikmalaya karena kondisinya masih lemah dan petir diduga memengaruhi kerja jantung.
Kasus lain terjadi di Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, pada 2020. Dua warga yang sedang berteduh terkena sambaran petir setelah petir menyambar bagian atas sebuah alat berat. Keduanya sempat tidak sadarkan diri dan kemudian dibawa ke RSUD Larantuka. Setelah mendapatkan perawatan, keduanya dilaporkan selamat.
Ringkasan ini disusun otomatis dari artikel sumber. Untuk konteks, fakta lengkap, dan koreksi, buka artikel asli di https://news.zonaindonesia.com/berita/bisakah-manusia-selamat-setelah-tersambar-petir-ini-faktanya-094ba1d5/.
Baca juga
Marc Marquez: Tolong Doakan Saya Finis di MotoGP Mandalika 2026
Marc Marquez meminta doa kepada masyarakat Indonesia saat tampil dalam MotoGP Mandalika Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026.
Menteri PKP pastikan program bedah rumah di Bandung tepat sasaran
ANTARA - Alokasi program bedah rumah di Kota Bandung, Jawa Barat, meningkat dari 110 menjadi 1.458 unit pada 2026. Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait meninjau langsung pelaksanaannya pada Selasa (6/10) untuk memastikan bantuan tepat sasaran hingga ke…
Egy Maulana Vikri bersyukur akhirnya bisa antar Timnas Indonesia juara
Jakarta (ANTARA) - Pemain Timnas Indonesia Egy Maulana Vikri mengungkapkan rasa syukurnya setelah akhirnya bisa mengantarkan skuad Garuda meraih gelar juara FIFA ASEAN Cup 2026.
Kejagung siapkan 34 JPU untuk sidang perdana Febrie Adriansyah
ANTARA - Kejaksaan Agung menyiapkan 34 orang JPU dalam sidang perdana dugaan pemerasan dan TPPU PT ASABRI dan Asuransi Jiwasraya yang melibatkan tersangka mantan Jampidsus Febrie Adriansyah.