BNPP dorong tambah pelayaran perintis Temajuk–Serasan–Natuna
Jakarta (ANTARA) - Badan Nasional Pengelola Perbatasan Republik Indonesia (BNPP RI) mendorong evaluasi trayek dan peningkatan frekuensi pelayaran perintis Temajuk–Serasan–Natuna guna memperkuat konektivitas kawasan perbatasan.
Deputi Bidang Pengelolaan Batas Wilayah Negara BNPP RI Nurdin dalam keterangannya di Jakarta, Jumat, mengatakan pengembangan konektivitas perbatasan perlu dilakukan melalui sistem multimoda yang mengintegrasikan transportasi darat, laut, dan udara.
“Konektivitas perbatasan perlu dipandang sebagai sistem multimoda lintas wilayah, tidak hanya pembangunan jalan atau pelabuhan secara terpisah,” kata Nurdin.
Hal tersebut dibahas dalam forum koordinasi yang melibatkan Kementerian Perhubungan, Bupati Sambas Satono, Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau, serta anggota DPRD Provinsi Kepulauan Riau di Sekretariat Tetap BNPP RI, Jakarta, Rabu (30/9).
Menurut Nurdin, simpul perlintasan di Kalimantan Barat, yakni Badau, Entikong, Aruk, Jagoi Babang, dan Temajuk, perlu ditempatkan sebagai bagian dari satu koridor yang terhubung dengan pusat transportasi di Kalimantan Barat hingga Serasan dan Natuna.
Dengan skema tersebut, Pos Lintas Batas Negara (PLBN) maupun Pos Lintas Batas (PLB) diharapkan tidak hanya menjalankan fungsi pelayanan lintas batas, tetapi juga mendukung pengembangan pusat pertumbuhan ekonomi kawasan perbatasan.
Nurdin mengatakan penguatan konektivitas domestik menjadi prioritas sebelum konektivitas internasional dikembangkan lebih lanjut.
“Sekarang yang bisa kita lakukan dulu, ya, sisi domestik. Bagaimana membangun domestik kita, memajukan Serasan, Natuna, Anambas, dan sebagainya,” ujarnya.
Forum koordinasi tersebut menghasilkan 11 usulan, termasuk intervensi terhadap trayek transportasi laut dan udara untuk memperkuat konektivitas domestik maupun internasional.
Salah satu konektivitas yang menjadi perhatian adalah trayek Temajuk–Serasan–Natuna. BNPP RI mendorong evaluasi trayek dan peningkatan frekuensi pelayaran perintis serta mengintegrasikannya dengan skema percepatan pembangunan dan pengembangan ekonomi kawasan.
Kepala Biro Perencanaan dan Kerja Sama BNPP RI Budi Setyono mengatakan Pemerintah Kabupaten Sambas telah menyiapkan kebijakan untuk memperlancar pergerakan orang dan barang sehingga konektivitas dapat memberikan nilai ekonomi bagi kawasan.
“Dari sisi Kabupaten Sambas, sudah ada policy untuk menyiapkan paket-paket khusus untuk memperlancar pergerakan orang dan barang supaya ada nilai ekonomis,” kata Budi.
Sementara itu, dari Kepulauan Riau muncul aspirasi untuk mengatasi keterisolasian wilayah kepulauan, terutama pada periode tertentu ketika akses transportasi menghadapi kendala.
Nurdin mengatakan pengembangan konektivitas tersebut juga perlu dibarengi pembenahan tata kelola PLBN yang memiliki fungsi kepelabuhanan.
Ringkasan ini disusun otomatis dari artikel sumber. Untuk konteks, fakta lengkap, dan koreksi, buka artikel asli di https://news.zonaindonesia.com/berita/bnpp-dorong-tambah-pelayaran-perintis-temajukserasannatuna-ae3cd88a/.
Baca juga
Marc Marquez: Tolong Doakan Saya Finis di MotoGP Mandalika 2026
Marc Marquez meminta doa kepada masyarakat Indonesia saat tampil dalam MotoGP Mandalika Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026.
Menteri PKP pastikan program bedah rumah di Bandung tepat sasaran
ANTARA - Alokasi program bedah rumah di Kota Bandung, Jawa Barat, meningkat dari 110 menjadi 1.458 unit pada 2026. Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait meninjau langsung pelaksanaannya pada Selasa (6/10) untuk memastikan bantuan tepat sasaran hingga ke…
Egy Maulana Vikri bersyukur akhirnya bisa antar Timnas Indonesia juara
Jakarta (ANTARA) - Pemain Timnas Indonesia Egy Maulana Vikri mengungkapkan rasa syukurnya setelah akhirnya bisa mengantarkan skuad Garuda meraih gelar juara FIFA ASEAN Cup 2026.
Kejagung siapkan 34 JPU untuk sidang perdana Febrie Adriansyah
ANTARA - Kejaksaan Agung menyiapkan 34 orang JPU dalam sidang perdana dugaan pemerasan dan TPPU PT ASABRI dan Asuransi Jiwasraya yang melibatkan tersangka mantan Jampidsus Febrie Adriansyah.