Lewati ke konten

Rabu, 7 Oktober 20262728 berita

Cerita Pramono Belajar soal Hunian Layak dari Zohran MamdaniThe Future Fest 2026 perluas akses pendidikan tinggiFictor Roring nilai jumlah laga IBL All Indonesian harus lebih banyakMarc Marquez: Tolong Doakan Saya Finis di MotoGP Mandalika 2026Menteri PKP pastikan program bedah rumah di Bandung tepat sasaranEgy Maulana Vikri bersyukur akhirnya bisa antar Timnas Indonesia juaraRelawan Gibran Sujud Syukur Usai MK Tak Terima Gugatan Denny Indrayana DkkKejagung siapkan 34 JPU untuk sidang perdana Febrie AdriansyahMK putuskan gugatan terhadap ijazah Wapres Gibran tidak diterimaClaresta Taufan sebut tema film "Bapak Paling Jujur" bikin deg-degan
Nasional

Cerita Pramono Belajar soal Hunian Layak dari Zohran Mamdani

CNN Nasional 2 menit baca 440 kata
Cerita Pramono Belajar soal Hunian Layak dari Zohran Mamdani — gambar dari CNN Nasional
Gambar dari CNN Nasional. Ringkasan oleh Zona News.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengaku sudah belajar soal pengelolaan hunian layak kepada Wali Kota New York Zohran Mamdani.

"Saya dalam hal ini [hunian layak] terus terang belajar ke dia tentang bagaimana mengatur tentang hunian layak," ujar Pramono dalam wawancara khusus bersama CNN Indonesia di Balai Kota, Jakarta Pusat, yang ditayangkan pada Jumat (2/10).

Ia secara spesifik singgung soal program hunian milik Mamdani yang menargetkan warga tidak mampu.

"Mayor Mamdani itu punya program tentang mixed-use, yaitu membangun gedung-gedung atau building-building secara bertingkat naik ke atas, kemudian itu yang disediakan bagi warga yang tidak mampu," katanya.

Pramono menyebutkan ketersediaan hunian layak di Jakarta sebenarnya tidak kalah dari New York. Namun, masih ada masalah dalam pelaksanaannya, yakni terkait ketertiban.

"Masyarakat yang sudah mendapatkan rumah yang layak kemudian disewakan atau diperjualbelikan kepada yang lain, kalau di Jakarta itu luar biasa. Sehingga orang yang berhak untuk mendapatkan hunian banyak tidak ditempati," jelasnya.

Ia kemudian menyatakan permasalahan ini terjadi di Rumah Susun Jagakarsa. Sejumlah masyarakat yang sebelumnya tinggal di area tempat pemakaman umum sempat dipindahkan ke lokasi rusun yang disebut cukup strategis ini.

"Ketika kita pindahkan, kemudian kita berikan gratis ada yang enam bulan, ada yang satu tahun, ternyata banyak yang kemudian tinggal adalah bukan warga yang kita berikan kesempatan untuk meninggali itu," ungkap Pramono.

Maka dari itu, ia menginstruksikan dinas terkait untuk melakukan penertiban, terutama soal sistem administrasi agar menjadi lebih tertib, rapi, transparan, dan terbuka.

Pramono juga mengungkapkan rencananya terkait penanganan masalah hunian layak di Jakarta.

"Saya meyakini kerja sama pemerintah Jakarta dengan pemerintah pusat untuk hal yang berkaitan dengan hunian layak untuk masyarakat itu menjadi hal yang di sisa waktu kepemimpinan saya ini saya akan secara sungguh-sungguh untuk menyediakan itu," ungkap Pramono.

Pada Agustus lalu, Gubernur Jakarta ini sempat mengusulkan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Rumah Susun (rusun) Ranperda ini mengatur soal pengembangan rusun yang terintegrasi dengan sekolah, pasar, fasilitas layanan, dan transportasi publik.

"Penyediaan hunian yang layak, inklusif, dan berkeadilan menjadi salah satu fondasi utama dalam membangun ketahanan sosial dan kesejahteraan masyarakat," kata Pramono dalam Rapat Paripurna DPRD DKI Jakarta, Jumat (21/8).

Sasaran kebijakan perumahan ini juga diperluas agar mampu menjangkau Masyarakat Berpenghasilan Tertentu (MBT).

Ringkasan ini disusun otomatis dari artikel sumber. Untuk konteks, fakta lengkap, dan koreksi, buka artikel asli di https://news.zonaindonesia.com/berita/cerita-pramono-belajar-soal-hunian-layak-dari-zohran-mamdani-4f227476/.

Baca juga

Semua berita Nasional