Cerita Pramono Belajar soal Hunian Layak dari Zohran Mamdani
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengaku sudah belajar soal pengelolaan hunian layak kepada Wali Kota New York Zohran Mamdani.
"Saya dalam hal ini [hunian layak] terus terang belajar ke dia tentang bagaimana mengatur tentang hunian layak," ujar Pramono dalam wawancara khusus bersama CNN Indonesia di Balai Kota, Jakarta Pusat, yang ditayangkan pada Jumat (2/10).
Ia secara spesifik singgung soal program hunian milik Mamdani yang menargetkan warga tidak mampu.
"Mayor Mamdani itu punya program tentang mixed-use, yaitu membangun gedung-gedung atau building-building secara bertingkat naik ke atas, kemudian itu yang disediakan bagi warga yang tidak mampu," katanya.
Pramono menyebutkan ketersediaan hunian layak di Jakarta sebenarnya tidak kalah dari New York. Namun, masih ada masalah dalam pelaksanaannya, yakni terkait ketertiban.
"Masyarakat yang sudah mendapatkan rumah yang layak kemudian disewakan atau diperjualbelikan kepada yang lain, kalau di Jakarta itu luar biasa. Sehingga orang yang berhak untuk mendapatkan hunian banyak tidak ditempati," jelasnya.
Ia kemudian menyatakan permasalahan ini terjadi di Rumah Susun Jagakarsa. Sejumlah masyarakat yang sebelumnya tinggal di area tempat pemakaman umum sempat dipindahkan ke lokasi rusun yang disebut cukup strategis ini.
"Ketika kita pindahkan, kemudian kita berikan gratis ada yang enam bulan, ada yang satu tahun, ternyata banyak yang kemudian tinggal adalah bukan warga yang kita berikan kesempatan untuk meninggali itu," ungkap Pramono.
Maka dari itu, ia menginstruksikan dinas terkait untuk melakukan penertiban, terutama soal sistem administrasi agar menjadi lebih tertib, rapi, transparan, dan terbuka.
Pramono juga mengungkapkan rencananya terkait penanganan masalah hunian layak di Jakarta.
"Saya meyakini kerja sama pemerintah Jakarta dengan pemerintah pusat untuk hal yang berkaitan dengan hunian layak untuk masyarakat itu menjadi hal yang di sisa waktu kepemimpinan saya ini saya akan secara sungguh-sungguh untuk menyediakan itu," ungkap Pramono.
Pada Agustus lalu, Gubernur Jakarta ini sempat mengusulkan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Rumah Susun (rusun) Ranperda ini mengatur soal pengembangan rusun yang terintegrasi dengan sekolah, pasar, fasilitas layanan, dan transportasi publik.
"Penyediaan hunian yang layak, inklusif, dan berkeadilan menjadi salah satu fondasi utama dalam membangun ketahanan sosial dan kesejahteraan masyarakat," kata Pramono dalam Rapat Paripurna DPRD DKI Jakarta, Jumat (21/8).
Sasaran kebijakan perumahan ini juga diperluas agar mampu menjangkau Masyarakat Berpenghasilan Tertentu (MBT).
Ringkasan ini disusun otomatis dari artikel sumber. Untuk konteks, fakta lengkap, dan koreksi, buka artikel asli di https://news.zonaindonesia.com/berita/cerita-pramono-belajar-soal-hunian-layak-dari-zohran-mamdani-4f227476/.
Baca juga
Marc Marquez: Tolong Doakan Saya Finis di MotoGP Mandalika 2026
Marc Marquez meminta doa kepada masyarakat Indonesia saat tampil dalam MotoGP Mandalika Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026.
Menteri PKP pastikan program bedah rumah di Bandung tepat sasaran
ANTARA - Alokasi program bedah rumah di Kota Bandung, Jawa Barat, meningkat dari 110 menjadi 1.458 unit pada 2026. Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait meninjau langsung pelaksanaannya pada Selasa (6/10) untuk memastikan bantuan tepat sasaran hingga ke…
Egy Maulana Vikri bersyukur akhirnya bisa antar Timnas Indonesia juara
Jakarta (ANTARA) - Pemain Timnas Indonesia Egy Maulana Vikri mengungkapkan rasa syukurnya setelah akhirnya bisa mengantarkan skuad Garuda meraih gelar juara FIFA ASEAN Cup 2026.
Kejagung siapkan 34 JPU untuk sidang perdana Febrie Adriansyah
ANTARA - Kejaksaan Agung menyiapkan 34 orang JPU dalam sidang perdana dugaan pemerasan dan TPPU PT ASABRI dan Asuransi Jiwasraya yang melibatkan tersangka mantan Jampidsus Febrie Adriansyah.