Lewati ke konten

Rabu, 7 Oktober 20262927 berita

China Cabut Insentif Baterai, Harga Mobil Listrik Bakal Lebih MahalAlarm Kematian El Nino di RI, Benarkah Belasan Ribu Terancam Tewas?Mediasi Audi Marissa dan Anthony Xie Resmi Gagal, Kuasa Hukum: Pintu Rujuk Masih TerbukaRUU Pelindungan Ketenagakerjaan Atur Dana Cadangan Pesangon hingga Larangan Tahan IjazahDulu Buka Jalan Cawapres, Almas Kini Minta DPR Proses Makzulkan GibranCristiano Ronaldo Ungkap Alasan Tinggalkan Timnas Portugal, Klaim Jorge Jesus Ingkar JanjiSegini Hadiah Timnas Indonesia Usai Kalahkan Thailand di Final FIFA ASEAN Cup 2026Menko Sugino minta Menpora hitung kebutuhan tambahan bonus bagi atletMasalah Kualitas, As Roda Chery Omoda 5 Copot Terjadi di MalaysiaHaji Isam Tambah Kepemilikan Saham Bayan, Manajemen Buka Suara
Olahraga

China Cabut Insentif Baterai, Harga Mobil Listrik Bakal Lebih Mahal

CNN Otomotif 2 menit baca 390 kata
China Cabut Insentif Baterai, Harga Mobil Listrik Bakal Lebih Mahal — gambar dari CNN Otomotif
Gambar dari CNN Otomotif. Ringkasan oleh Zona News.

Pemerintah China kembali memungut pajak konsumsi untuk baterai lithium-ion mulai 1 September 2026, mengakhiri pembebasan pajak yang berlaku sejak 2015.

Ketentuan itu tertuang dalam pengumuman bersama Kementerian Keuangan, Administrasi Umum Kepabeanan, dan Administrasi Pajak Negara China Nomor 20 Tahun 2026. Tarifnya 2 persen mulai 1 September 2026, lalu naik menjadi 4 persen mulai 1 September 2027.

Langkah ini menjadi bagian dari pengurangan bertahap insentif kendaraan energi baru atau new energy vehicle (NEV)). Ini merupakan perubahan pertama kebijakan tersebut dalam 11 tahun.

Dalam aturan pajak China, NEV mencakup mobil listrik baterai, plug-in hybrid termasuk extended range (EREV), dan mobil sel bahan bakar. Hybrid biasa (HEV) tidak termasuk kategori ini.

Pemerintah China masih membebaskan pajak konsumsi untuk baterai natrium-ion, baterai solid-state, dan sel bahan bakar hingga 31 Desember 2028. Beijing mengalihkan dukungan pengembangan ke teknologi baterai yang lebih mutakhir.

Banyak perusahaan diperkirakan membebankan tambahan biaya itu kepada konsumen. Produsen baterai EVE Energy, misalnya, berencana menambahkan pajak 2 persen ke harga jual baterainya, menurut laporan media China yang dikutip Nikkei Asia.

Pajak pembelian naik Insentif lain juga dipangkas. Rabat bagi eksportir baterai mobil listrik diturunkan dari 9 persen menjadi 6 persen pada April, dan akan dihapus sepenuhnya pada Januari 2027.

Berdasarkan pengumuman Kementerian Keuangan, Administrasi Pajak Negara, serta Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi China Nomor 10 Tahun 2023, NEV bebas pajak pembelian pada 2024 hingga 2025.

Pembebasannya dibatasi maksimal 30.000 yuan atau sekitar Rp80,5 juta (kurs Rp2.684,79) per unit mobil penumpang.

Sejak 1 Januari 2026 hingga 31 Desember 2027, pajak pembelian NEV dikenakan separuh atau 5 persen, dengan keringanan maksimal 15.000 yuan (Rp40,3 juta) per unit.

Pada Januari 2028, tarifnya naik menjadi 10 persen, sama dengan mobil bermesin pembakaran internal. Menurut Nikkei, pajak-pajak ini akan menaikkan harga di tingkat konsumen.

China menempati peringkat pertama dunia untuk penjualan NEV, termasuk ekspor, pada 2025 untuk tahun ke-11 berturut-turut. Pangsa NEV mencapai 48 persen dari total penjualan mobil baru China, melonjak dari 5 persen pada 2020.

Namun, penjualan NEV domestik turun 10 persen secara tahunan pada semester I 2026. Penurunan itu terjadi di tengah berkurangnya insentif dan melemahnya belanja konsumen akibat lesunya sektor properti.

Perubahan insentif menunjukkan Beijing ingin industri tumbuh mandiri karena pasarnya relatif sudah mapan. Produsen yang tak bisa membebankan biaya ke konsumen harus menanggungnya sendiri, yang berpotensi memicu perombakan lanskap otomotif China.

Ringkasan ini disusun otomatis dari artikel sumber. Untuk konteks, fakta lengkap, dan koreksi, buka artikel asli di https://news.zonaindonesia.com/berita/china-cabut-insentif-baterai-harga-mobil-listrik-bakal-lebih-mahal-e155fa6b/.

Baca juga

Pio Esposito: Dua Tahun Lalu di Serie B, Kini Andalan Italia

Pio Esposito kini telah menjelma sebagai salah satu striker tertajam milik Italia. Dua tahun lalu, dia padahal cuma bermain di Serie B. Penyerang tengah itu telah mencetak tujuh gol hanya dalam 13 penampilan untuk tim senior Azzurri sejak melakukan debutnya pada September 2025.

Detik Sport

Semua berita Olahraga