Ditanya Cara Berdamai dengan Iran, Trump: Pilihannya Ledakkan Mereka atau Buat Kesepakatan
Iran Vs Amerika Memanas Ditanya Cara Berdamai dengan Iran, Trump: Pilihannya Ledakkan Mereka atau Buat Kesepakatan Trump ditanya cara berdamai dengan Iran yang disebut “gila”. Ia menjawab Washington punya pilihan menyerang atau membuat kesepakatan.
TRIBUNNEWS.COM - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali melontarkan pernyataan keras terkait perang dengan Iran.
Trump mengatakan Washington kini dihadapkan pada dua pilihan, yakni melanjutkan tindakan militer terhadap Teheran atau menempuh kesepakatan melalui jalur diplomasi.
Pernyataan itu disampaikan Trump saat berbicara dengan wartawan di Gedung Putih, Rabu (30/9/2026).
Ia ditanya bagaimana Washington dapat mencapai kesepakatan dengan Iran jika pihak yang berhadapan dengan AS sebelumnya ia gambarkan sebagai "gila" dan tidak rasional.
Seorang wartawan kemudian mempertanyakan bagaimana Trump dapat mencapai kesepakatan dengan pihak Iran yang menurutnya memiliki karakteristik tersebut.
"Anda ledakkan saja. Mungkin Anda ledakkan saja. Kita harus membuat keputusan itu. Kita ledakkan saja, buat kesepakatan, tetapi waktunya akan tiba. Ini akan segera berakhir, cepat atau lambat," jawab Trump, seperti dikutip dari Viory, Kamis (1/10/2026).
Trump juga menegaskan bahwa perang dengan Iran akan segera berakhir, meski ia tidak menjelaskan secara rinci apakah penyelesaian tersebut akan ditempuh melalui kesepakatan atau tindakan militer.
Menurut laporan Gulf News, Trump mengatakan Washington harus menentukan apakah akan mencapai kesepakatan dengan Teheran atau meningkatkan tindakan militernya.
Trump juga menegaskan opsi militer tetap terbuka apabila proses negosiasi tidak menghasilkan kesepakatan.
Trump Tolak Proposal Iran soal Selat Hormuz nghentikan blokade laut, melonggarkan sanksi minyak, dan memenuhi sejumlah ketentuan dalam Nota Kesepahaman yang sebelumnya disepakati kedua negara pada Juni.
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi mengatakan proposal itu disampaikan kepada Washington melalui Qatar sebagai mediator.
Namun, Trump menolak proposal tersebut. Dalam wawancara dengan TIME yang diterbitkan Kamis (1/10/2026), Trump mengakui Iran menawarkan pembukaan Selat Hormuz, tetapi menilai tawaran itu belum memenuhi tuntutannya.
"Mereka sudah mengajukan tawaran untuk membuka Selat itu. Tapi itu belum cukup baik. Hampir," kata Trump kepada TIME.
Ringkasan ini disusun otomatis dari artikel sumber. Untuk konteks, fakta lengkap, dan koreksi, buka artikel asli di https://news.zonaindonesia.com/berita/ditanya-cara-berdamai-dengan-iran-trump-pilihannya-ledakkan-mereka-9bcff42c/.
Baca juga
Sinopsis Drama China Reblooming Blue, Kisah Victoria Song dan Vic Chou Merintis Usaha Porselen
- Chen Xiaoman pulang kampung setelah kehilangan pekerjaan, bertemu mantan senior Ke Yan. - Mereka berjuang wirausaha, bangkit dari masalah, dan melestarikan warisan budaya takbenda. - Drama romantis urban ini dibintangi Victoria Song dan Vic Chou, tayang 36 episode.
Rusuh, Potret Demo Besar-besaran Siswa Guncang Negara-Negara Eropa
Aksi protes pelajar Prancis hingga Belgia selama beberapa hari terakhir yang disertai kerusuhan besar turut memicu penjarahan.
China dan Tetangga RI Bikin Pangkalan Militer Baru, Jet Terlihat Satelit
China & Tetangga RI Bikin Pangkalan Militer Baru, Jet Terlihat Satelit Jakarta, CNBC Indonesia - China dan Laos tengah membangun fasilitas latihan militer bersama yang mulai menunjukkan aktivitas penerbangan dan kendaraan militer.
McDonald's Digugat di Pengadilan, Ada Apa?
McDonald's Digugat di Pengadilan, Ada Apa?