Lewati ke konten

Senin, 5 Oktober 20262062 berita

Dituding Ledakkan Ranjau di DMZ, Korea Utara Tembakkan RudalLaboratorium pemikiran lingkar dalam PresidenHarga Minyak Dunia Turun ke US$101 usai G7 Lepas Cadangan DaruratPemerintah gulirkan sejumlah stimulus ekonomi untuk kuartal IV 2026Wamenlu Havas usul MoU kemitraan mineral hijau RI-ChilePrabowo Beri Tanda Kehormatan ke Sejumlah Tokoh TNI, Ini Daftar Lengkapnya!Modus Kuras Rekening Beredar di Sekitar MRT, Kenali TandanyaVideo: Houthi Klaim Serang Fasilitas Aramco di RiyadhPrabowo Beri Bintang Kehormatan ke Eks Menko Polkam hingga Panglima TNIJuara FIFA ASEAN Cup 2026: Penebusan Dosa John Herdman Bersama Timnas Indonesia
Internasional

Dituding Ledakkan Ranjau di DMZ, Korea Utara Tembakkan Rudal

CNN Indonesia 1 menit baca 184 kata
Dituding Ledakkan Ranjau di DMZ, Korea Utara Tembakkan Rudal — gambar dari CNN Indonesia
Gambar dari CNN Indonesia. Ringkasan oleh Zona News.

Korea Utara dilaporkan melemparkan rudal balistik pada Sabtu (3/10) waktu setelah. Rudal dilemparkan usai Korea Selatan menyalahkan Korea Utara atas ledakan yang terjadi di Zona Demiliterisasi (DMZ), yang melukai tiga tentara Korsel.

"Sabtu pagi militer kami mendeteksi sebuah rudal balistik yang diluncurkan dari wilayah Wonsan, Korea Utara menuju laut timur," ujar Kepala Staf Gabungan Seoul, melansir AFP.

"Korea Selatan, AS, dan Jepang mempertahankan postur pertahanan yang kuat melalui pertukaran informasi yang erat mengenai rudal balistik Korea Utara," tambahnya.

Militer Korsel menuntut permintaan maaf resmi atas ledakan ranjau di wilayah DMZ. Namun, Korea Utara membantah bertanggung jawab dan menghina Korea Selatan.

Korea Selatan dan Komando Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menemukan, ledakan bulan lalu di DMZ disebabkan oleh ranjau Korea Utara yang terletak di sisi perbatasan.

Ranjau ini dipasang Korea Utara sebagai bagian dari upaya untuk menutup perbatasan secara permanen. Penutupan dilakukan sejak Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un menyebut Korsel sebagai 'musuh utama' negaranya pada 2024 lalu.

Dalam laporan terpisah, KCNA menyebut tuntutan permintaan maaf dari Korea Selatan sebagai sesuatu yang konyol.

Kim Jong Un juga dilaporkan menolak permintaan Menteri Unifikasi Chung Dong-young untuk melakukan perundingan.

Ringkasan ini disusun otomatis dari artikel sumber. Untuk konteks, fakta lengkap, dan koreksi, buka artikel asli di https://news.zonaindonesia.com/berita/dituding-ledakkan-ranjau-di-dmz-korea-utara-tembakkan-rudal-00643183/.

Baca juga

Semua berita Internasional