Gubernur DKI Siapkan Penguatan BUMD Lewat Empat Ranperda Strategis
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyampaikan penjelasan mengenai empat Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) strategis dalam Rapat Paripurna DPRD Provinsi DKI Jakarta, Kamis (1/10). Langkah ini disiapkan untuk memperkuat sistem pembiayaan pembangunan daerah serta mengoptimalkan peran Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).
Keempat Ranperda tersebut mencakup pembentukan dana cadangan daerah hingga penguatan kelembagaan BUMD di sektor air minum, perbankan, dan transportasi. Upaya ini dirancang guna menjawab kebutuhan pembangunan dan mendukung transformasi Jakarta.
"Penetapan visi Jakarta sebagai Kota Global dan Pusat Perekonomian Nasional membutuhkan pembangunan infrastruktur kota yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi," ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (2/10).
Ranperda pertama mengatur pembentukan Dana Cadangan Daerah sebesar Rp5,6 triliun. Dana itu dialokasikan secara bertahap melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Dana tersebut disiapkan untuk membiayai pembangunan prasarana jangka panjang. Kebutuhan anggaran proyek semacam itu tidak dapat dibebankan dalam satu tahun anggaran.
"Pembentukan Dana Cadangan Daerah bersumber dari APBD, antara lain dari surplus APBD dan/atau penyisihan penerimaan daerah sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan," kata Pramono.
Ranperda kedua mengatur perubahan bentuk badan hukum Perumda Air Minum Jaya menjadi PT Air Minum Jaya (Perseroda). Penyesuaian kelembagaan ini disiapkan untuk mendukung target cakupan layanan air minum perpipaan 100 persen pada 2029.
Untuk mencapai target tersebut, kebutuhan investasi diperkirakan mencapai Rp27,8 triliun. Pramono menyebut modal dasar PAM Jaya akan ditingkatkan dari Rp5,4 triliun menjadi Rp19,2 triliun.
"Ranperda ini diharapkan dapat memberi kepastian hukum dan ruang permodalan yang memadai bagi Perseroan dalam mendukung pengembangan pelayanan air minum di Jakarta," tegas dia.
Ia menambahkan, modal disetor perusahaan tersebut ditetapkan sebesar Rp4,8 triliun. Peningkatan modal itu menjadi bagian dari penguatan kapasitas perusahaan.
Ranperda ketiga menyasar penguatan PT Bank DKI. Perusahaan itu akan berganti nama menjadi PT Bank Jakarta (Perseroda).
Modal dasar bank tersebut direncanakan naik dari Rp11,5 triliun menjadi Rp26 triliun. Penambahan modal itu ditujukan untuk mendukung pengembangan usaha dan penyaluran kredit secara berkelanjutan.
"Sebagai bagian dari penguatan kelembagaan dan kapasitas, dilakukan perubahan nama PT Bank DKI menjadi Bank Jakarta serta penyesuaian bentuk badan hukum menjadi Perseroan Terbatas Perseroda, sehingga menjadi PT Bank Jakarta (Perseroda)," jelas Pramono.
Ranperda keempat mengatur perubahan bentuk hukum PT Transportasi Jakarta menjadi PT Transportasi Jakarta (Perseroda). Perubahan ini sekaligus memperluas ruang lingkup usaha perusahaan.
Ringkasan ini disusun otomatis dari artikel sumber. Untuk konteks, fakta lengkap, dan koreksi, buka artikel asli di https://news.zonaindonesia.com/berita/gubernur-dki-siapkan-penguatan-bumd-lewat-empat-ranperda-strategis-59c18096/.
Baca juga
Laboratorium pemikiran lingkar dalam Presiden
Integrasi berbagai sudut pandang ini menjadi modal berharga untuk melahirkan produk hukum yang kokoh secara substansi sekaligus responsif terhadap dinamika zaman.
Wamenlu Havas usul MoU kemitraan mineral hijau RI-Chile
Jakarta (ANTARA) - Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) RI Arif Havas Oegroseno mengusulkan penyusunan nota kesepahaman (MoU) Green Minerals Partnership antara Indonesia dan Chile untuk memperkuat kerja sama bidang energi dan mineral kritis.
Prabowo Beri Tanda Kehormatan ke Sejumlah Tokoh TNI, Ini Daftar Lengkapnya!
JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto memberikan tanda kehormatan kepada sejumlah perwira dan purnawirawan TNI dalam rangkaian peringatan HUT ke-81 TNI di Lapangan Prima Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Senin (5/10/2026).
Prabowo Beri Bintang Kehormatan ke Eks Menko Polkam hingga Panglima TNI
Presiden RI Prabowo Subianto memberikan bintang tanda kehormatan di upacara HUT ke-81. Tanda kehormatan diberikan kepada Menhan Sjafrie Sjamsoeddin, Eks Menko Polkam Djamari Chaniago, Panglima TNI Jenderal Agus Subianto hingga pada kepala staf angkatan.