Lewati ke konten

Senin, 5 Oktober 20262062 berita

Jangan Salah Pilih, Ini Perbedaan Transmisi CVT dan Matic KonvensionalLaboratorium pemikiran lingkar dalam PresidenHarga Minyak Dunia Turun ke US$101 usai G7 Lepas Cadangan DaruratPemerintah gulirkan sejumlah stimulus ekonomi untuk kuartal IV 2026Wamenlu Havas usul MoU kemitraan mineral hijau RI-ChilePrabowo Beri Tanda Kehormatan ke Sejumlah Tokoh TNI, Ini Daftar Lengkapnya!Modus Kuras Rekening Beredar di Sekitar MRT, Kenali TandanyaVideo: Houthi Klaim Serang Fasilitas Aramco di RiyadhPrabowo Beri Bintang Kehormatan ke Eks Menko Polkam hingga Panglima TNIJuara FIFA ASEAN Cup 2026: Penebusan Dosa John Herdman Bersama Timnas Indonesia
Olahraga

Jangan Salah Pilih, Ini Perbedaan Transmisi CVT dan Matic Konvensional

Liputan6 Otomotif 4 menit baca 701 kata
Jangan Salah Pilih, Ini Perbedaan Transmisi CVT dan Matic Konvensional — gambar dari Liputan6 Otomotif
Gambar dari Liputan6 Otomotif. Ringkasan oleh Zona News.

Liputan6.com, Jakarta - Mobil bertransmisi otomatis menjadi salah satu pilihan praktis bagi pengendara yang kerap menghadapi kemacetan lalu lintas perkotaan. Berbeda dengan mobil manual, pengemudi mobil matik tidak perlu mengoperasikan pedal kopling sehingga aktivitas berkendara terasa lebih sederhana.

Namun, ketika hendak membeli mobil baru, konsumen biasanya akan menemukan beberapa pilihan transmisi otomatis. Dua di antaranya yang cukup umum adalah CVT (Continuously Variable Transmission) dan matic konvensional atau Automatic Transmission (AT).

Meski sama-sama tidak menggunakan pedal kopling, kedua jenis transmisi tersebut memiliki mekanisme kerja, karakter perpindahan tenaga, hingga sensasi berkendara yang berbeda.

Dilansir dari laman Daihatsu, Jumat (2/10/2026), berikut sejumlah perbedaan antara transmisi CVT dan matic konvensional yang perlu diketahui sebelum membeli mobil.

1. Mekanisme dan Rasio Gigi Berbeda Perbedaan paling mendasar antara CVT dan transmisi matic konvensional terdapat pada komponen internal yang digunakan untuk menyalurkan tenaga mesin ke roda.

CVT mengandalkan sepasang puli (pulley) yang dihubungkan dengan sabuk baja (steel belt). Sistem ini memungkinkan rasio transmisi berubah secara kontinu menyesuaikan putaran mesin dan kecepatan kendaraan.

Karena tidak memiliki tingkatan gigi konvensional seperti gigi 1, 2, 3, dan seterusnya, perubahan rasio pada CVT berlangsung secara halus.

Sementara itu, matic konvensional (AT) menggunakan rangkaian planetary gear set dan torque converter. Sistem tersebut memiliki sejumlah rasio gigi tetap yang akan berpindah sesuai kondisi berkendara.

Perbedaan mekanisme inilah yang kemudian menghasilkan karakter berkendara yang berbeda antara CVT dan matic konvensional.

2. CVT Unggul dalam Kehalusan, Matic Konvensional Punya Respons Berbeda Karakter berkendara menjadi salah satu perbedaan yang paling mudah dirasakan pengemudi.

Transmisi CVT dirancang untuk memberikan perpindahan rasio yang halus karena tidak terdapat jeda perpindahan gigi seperti pada transmisi otomatis konvensional.

Karakter ini membuat CVT terasa nyaman ketika digunakan dalam kondisi stop-and-go, terutama saat menghadapi kemacetan.

Selain itu, CVT memungkinkan mesin bekerja pada putaran yang sesuai dengan kebutuhan kendaraan. Kondisi tersebut dapat membantu efisiensi konsumsi bahan bakar, tergantung pada desain kendaraan dan kondisi penggunaannya.

Di sisi lain, matic konvensional memiliki perpindahan gigi yang lebih terasa ketika transmisi melakukan upshift maupun downshift. Karakter tersebut memberikan umpan balik yang berbeda ketika pengemudi melakukan akselerasi atau deselerasi.

Ringkasan ini disusun otomatis dari artikel sumber. Untuk konteks, fakta lengkap, dan koreksi, buka artikel asli di https://news.zonaindonesia.com/berita/jangan-salah-pilih-ini-perbedaan-transmisi-cvt-dan-matic-konvensional-eb0832bb/.

Baca juga

Semua berita Olahraga