Lewati ke konten

Rabu, 7 Oktober 20262927 berita

Jartatel Sapu Bersih Kabel Optik Semrawut Tanpa Bebani APBDAlarm Kematian El Nino di RI, Benarkah Belasan Ribu Terancam Tewas?Mediasi Audi Marissa dan Anthony Xie Resmi Gagal, Kuasa Hukum: Pintu Rujuk Masih TerbukaRUU Pelindungan Ketenagakerjaan Atur Dana Cadangan Pesangon hingga Larangan Tahan IjazahDulu Buka Jalan Cawapres, Almas Kini Minta DPR Proses Makzulkan GibranCristiano Ronaldo Ungkap Alasan Tinggalkan Timnas Portugal, Klaim Jorge Jesus Ingkar JanjiSegini Hadiah Timnas Indonesia Usai Kalahkan Thailand di Final FIFA ASEAN Cup 2026Menko Sugino minta Menpora hitung kebutuhan tambahan bonus bagi atletMasalah Kualitas, As Roda Chery Omoda 5 Copot Terjadi di MalaysiaHaji Isam Tambah Kepemilikan Saham Bayan, Manajemen Buka Suara
Teknologi

Jartatel Sapu Bersih Kabel Optik Semrawut Tanpa Bebani APBD

Liputan6 Tekno 2 menit baca 455 kata
Jartatel Sapu Bersih Kabel Optik Semrawut Tanpa Bebani APBD — gambar dari Liputan6 Tekno
Gambar dari Liputan6 Tekno. Ringkasan oleh Zona News.

Liputan6.com, Jakarta - Asosiasi Penyelenggara Jaringan Tetap Telekomunikasi (Jartatel) menunjukkan komitmennya dalam mendukung percepatan digitalisasi nasional lewat aksi penataan infrastruktur kabel serat optik.

Aksi konkret ini diawali dengan merampungkan penataan kabel serat optik di wilayah Mustika Jaya, Kota Bekasi, tanpa membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Langkah penataan murni didanai dan didukung secara penuh oleh para anggota asosiasi. Ke depan, Jartatel mendorong hadirnya kolaborasi erat dan ruang komunikasi dua arah antara pemerintah daerah (pemda) dan pelaku industri telekomunikasi agar tata kota menjadi lebih rapi, layanan digital makin optimal, serta keberlanjutan bisnis tetap terjaga.

Ketua Umum Jartatel, Raymond Hubertus, menegaskan penataan kabel serat optik sangat krusial untuk menciptakan layanan internet yang cepat dan andal tanpa mengabaikan estetika kota serta kenyamanan warga.

“Kami selalu ingin berkolaborasi dengan pemerintah dalam penataan kabel serat optik demi terciptanya layanan internet yang cepat dan andal, tanpa mengganggu kenyamanan warga. Kami menyambut baik penataan kabel di Kota Bekasi dan berharap dapat terus membantu Pemerintah Kota Bekasi,” ujar Raymond dalam keterangannya, Sabtu (3/10/2026).

Infrastruktur internet yang tertata rapi bukan sekadar persoalan estetika kota, melainkan tulang punggung penggerak roda perekonomian, khususnya bagi sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Saat ini, sektor UMKM menyerap lebih dari 97% total tenaga kerja nasional dan menyumbang lebih dari 60% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia.

Skema Konsorsium Kehadiran koneksi internet yang stabil dan andal terbukti memicu efisiensi operasional pengusaha kecil, memperluas akses pasar, hingga membuka lapangan kerja baru di daerah.

Jartatel juga berkomitmen menyuarakan upaya preventif kepada seluruh anggotanya agar proses penataan dilakukan secara kolaboratif. Hal ini penting untuk memastikan hak masyarakat atas akses internet tetap terlindungi selama proses penataan berlangsung.

Guna menekan biaya penataan agar lebih terjangkau, Jartatel menyodorkan skema kolaborasi antar-pelaku usaha melalui pembentukan konsorsium. Pola ini dinilai menjadi solusi saling menguntungkan (win-win solution) untuk menyeimbangkan kepentingan industri dan target penataan dari pemda.

"Dengan demikian, bisnis dan pemerintah bisa berjalan harmonis dan pemerintah secara tidak langsung mendukung perusahaan lokal ini untuk semakin berkembang dengan investasi di tempat atau kota sendiri," Raymond menjelaskan.

Selain itu, Jartatel berharap pemda membuka dialog intensif guna membedah berbagai tantangan teknis, administrasi, maupun komersial di lapangan. "Jadi pemerintah pun tahu apa kendala dan kebutuhan para pengusaha telekomunikasi ini, sehingga dampaknya ke masyarakat bisa diminimalisir," ia menambahkan.

Mengejar Target Penetrasi Broadband 2029 Langkah penataan kabel ini menjadi sangat mendesak seiring dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029 Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi).

Pemerintah menargetkan penetrasi fixed broadband melonjak dari 21% pada 2025 menjadi 50% pada 2029, dengan cakupan jaringan serat optik terhubung ke 90% kecamatan di Indonesia.

Ringkasan ini disusun otomatis dari artikel sumber. Untuk konteks, fakta lengkap, dan koreksi, buka artikel asli di https://news.zonaindonesia.com/berita/jartatel-sapu-bersih-kabel-optik-semrawut-tanpa-bebani-apbd-4ac12260/.

Baca juga

Daftar HP Tak Bisa WhatsApp Mulai Oktober 2026

Daftar Isi WhatsApp menghentikan dukungan untuk sejumlah HP lawas setelah memperbarui persyaratan minimum sistem operasi. Mulai Oktober 2026, HP Android harus menjalankan setidaknya Android 6.0 agar tetap bisa menggunakan WhatsApp.

Detik Inet

Semua berita Teknologi