Lewati ke konten

Rabu, 7 Oktober 20262927 berita

Jateng perkuat ekosistem ekonomi syariah lewat kawasan industri halalAlarm Kematian El Nino di RI, Benarkah Belasan Ribu Terancam Tewas?Mediasi Audi Marissa dan Anthony Xie Resmi Gagal, Kuasa Hukum: Pintu Rujuk Masih TerbukaRUU Pelindungan Ketenagakerjaan Atur Dana Cadangan Pesangon hingga Larangan Tahan IjazahDulu Buka Jalan Cawapres, Almas Kini Minta DPR Proses Makzulkan GibranCristiano Ronaldo Ungkap Alasan Tinggalkan Timnas Portugal, Klaim Jorge Jesus Ingkar JanjiSegini Hadiah Timnas Indonesia Usai Kalahkan Thailand di Final FIFA ASEAN Cup 2026Menko Sugino minta Menpora hitung kebutuhan tambahan bonus bagi atletMasalah Kualitas, As Roda Chery Omoda 5 Copot Terjadi di MalaysiaHaji Isam Tambah Kepemilikan Saham Bayan, Manajemen Buka Suara
Ekonomi

Jateng perkuat ekosistem ekonomi syariah lewat kawasan industri halal

Antara 1 menit baca 64 kata
Jateng perkuat ekosistem ekonomi syariah lewat kawasan industri halal — gambar dari Antara
Gambar dari Antara. Ringkasan oleh Zona News.

ANTARA - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memperkuat ekosistem ekonomi syariah, salah satunya dengan mendorong terwujudnya kawasan industri halal. Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen, di Kota Semarang, Jumat (2/10). (Fx. Suryo Wicaksono/Rizky Bagus Dhermawan/Ludmila Yusufin Diah Nastiti) Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Ringkasan ini disusun otomatis dari artikel sumber. Untuk konteks, fakta lengkap, dan koreksi, buka artikel asli di https://news.zonaindonesia.com/berita/jateng-perkuat-ekosistem-ekonomi-syariah-lewat-kawasan-industri-halal-a725ffef/.

Baca juga

Haji Isam Tambah Kepemilikan Saham Bayan, Manajemen Buka Suara

Haji Isam Tambah Kepemilikan Saham Bayan, Manajemen Buka Suara Jakarta, CNBC Indonesia - Aksi korporasi antar dua konglomerat, PT Bayan Resources Tbk (BYAN) milik Low Tuck Kwong dengan PT Jhonlin Baratama milik Andi Syamsuddin Arsyad atau Haji Isam masih berlanjut.

CNBC Indonesia

Semua berita Ekonomi