Kenapa BYD Pilih Nama Danza untuk Gantikan Denza?
BYD Motor Indonesia resmi mengganti nama submerek premium Denza menjadi Danza. Sebelum diganti, nama Danza sudah lama terendus dan perusahaan pernah menjelaskan nama baru itu tidak dirancang punya arti khusus, keunggulannya justru terletak pada bunyi yang mirip Denza.
"Denza secara resmi berganti nama menjadi Danza sebagai identitas merek di Indonesia," kata Head of Public & Government Relations PT BYD Motor Indonesia Luther Panjaitan melalui pesan singkat, Jumat (2/10).
Sebelum diumumkan, BYD sempat terpantau sedang melakukan perombakan identitas di sejumlah dealer Denza pada Agustus 2026. Ketika ditanyai hal itu bulan lalu BYD mengatakan hanya sebagai pembaruan minor logo yang dilakukan secara global.
Tanpa arti khusus Soal arti nama, Luther sudah menjelaskannya pada April 2026, saat Danza masih berstatus kandidat pengganti. Menurutnya, nama itu sejak awal tidak dirancang memiliki arti spesifik dan difungsikan sebagai identitas merek untuk kepentingan komersial.
"Sama selayaknya Denza itu secara purpose-nya itu adalah sebagai brand name, jadi bukan ada maksud contoh dan itu memang sudah melalui pertimbangan dari divisi produk kami, menggunakan nama tersebut lebih ke objek nanti dalam mengkomersilkan," ujar Luther ditemui di kantor Kementerian Perindustrian, Jakarta, Rabu (22/4).
Luther juga membenarkan keunggulan utama Danza ada pada bunyi pengucapannya yang mirip Denza, identitas global yang sudah dikenal.
Permohonan sejak 2025 BYD Company Limited sudah mengajukan permohonan merek DANZA ke Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kementerian Hukum sejak 11 Agustus 2025.
Permohonan bernomor IDM001414073 itu masuk kelas 12 yang mencakup kendaraan. Ada pula permohonan bernomor IDM001426542 di kelas 37 untuk layanan perawatan hingga pengisian daya kendaraan.
Pada April 2026, Luther juga memastikan BYD sudah memegang merek Danza di Indonesia.
Latar sengketa Pergantian nama ini berlangsung setelah BYD kalah dalam sengketa merek Denza. Mahkamah Agung menolak kasasi BYD Company Limited melalui Putusan No. 1338 K/PDT.SUS-HKI/2025.
Merek Denza lebih dulu didaftarkan PT Worcas Nusantara Abadi ke DJKI pada 3 Juli 2023, sedangkan BYD baru mengajukan permohonan pada 8 Agustus 2024.
Dalam putusan tersebut, gugatan BYD dinilai error in persona karena kepemilikan merek Denza telah beralih ke PT Raden Reza Adi, bukan PT Worcas Nusantara Abadi.
Luther menyebut pergantian nama ini sebagai bentuk komitmen BYD di segmen premium.
"Hal ini sebagai langkah tegas perusahaan atas komitmen jangka panjang kami untuk terus mengembangkan mobilitas premium di Indonesia," tutur Luther.
Ringkasan ini disusun otomatis dari artikel sumber. Untuk konteks, fakta lengkap, dan koreksi, buka artikel asli di https://news.zonaindonesia.com/berita/kenapa-byd-pilih-nama-danza-untuk-gantikan-denza-fb99aad3/.
Baca juga
Fictor Roring nilai jumlah laga IBL All Indonesian harus lebih banyak
Jakarta (ANTARA) - Legenda bola basket Indonesia Fictor Gideon Roring menilai jumlah pertandingan Indonesian Basketball League (IBL) All Indonesian perlu ditambah agar pemain lokal memperoleh menit bermain lebih banyak, sekaligus mendukung kebutuhan timnas putra Indonesia secara…
Luca Marini Belajar dari Pengalaman Antisipasi Cuaca Buruk MotoGP Indonesia 2026
Liputan6.com, Jakarta - Pembalap Honda HRC Castrol Luca Marini percaya diri menghadapi MotoGP Indonesia 2026 di Mandalika yang berlangsung 9-11 Oktober mendatang. Meski ada kemungkinan cuaca tidak bersahabat, Marini mengaku sudah belajar dari pengalaman di GP Jepang kemarin.
Persija Jakarta jaga kebugaran untuk hadapi jadwal padat
Jakarta (ANTARA) - Pelatih Persija Jakarta Shin Tae-yong menjelaskan tim asuhannya terus berusaha menjaga kebugaran untuk menghadapi jadwal padat yang mereka hadapi pada Oktober ini.
Timnas Indonesia Masuki Era Baru, Piala Asia 2027 Jadi Harapan
FIFA ASEAN Cup 2026 Timnas Indonesia Masuki Era Baru, Piala Asia 2027 Jadi Harapan Juara ASEAN Cup 2026 jadi awal era baru Timnas Indonesia. Calvin Verdonk dan kolega kini menatap tantangan besar di Piala Asia 2027.