Lewati ke konten

Rabu, 7 Oktober 20262927 berita

Lima Tahun Pascamerger, Produktivitas Pelindo Melonjak 70 PersenAlarm Kematian El Nino di RI, Benarkah Belasan Ribu Terancam Tewas?Mediasi Audi Marissa dan Anthony Xie Resmi Gagal, Kuasa Hukum: Pintu Rujuk Masih TerbukaRUU Pelindungan Ketenagakerjaan Atur Dana Cadangan Pesangon hingga Larangan Tahan IjazahDulu Buka Jalan Cawapres, Almas Kini Minta DPR Proses Makzulkan GibranCristiano Ronaldo Ungkap Alasan Tinggalkan Timnas Portugal, Klaim Jorge Jesus Ingkar JanjiSegini Hadiah Timnas Indonesia Usai Kalahkan Thailand di Final FIFA ASEAN Cup 2026Menko Sugino minta Menpora hitung kebutuhan tambahan bonus bagi atletMasalah Kualitas, As Roda Chery Omoda 5 Copot Terjadi di MalaysiaHaji Isam Tambah Kepemilikan Saham Bayan, Manajemen Buka Suara
Ekonomi

Lima Tahun Pascamerger, Produktivitas Pelindo Melonjak 70 Persen

CNN Ekonomi 5 menit baca 915 kata
Lima Tahun Pascamerger, Produktivitas Pelindo Melonjak 70 Persen — gambar dari CNN Ekonomi
Gambar dari CNN Ekonomi. Ringkasan oleh Zona News.

PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo dalam lima tahun pascamerger mengarahkan transformasi pengelolaan terminal peti kemas pada standardisasi layanan, peningkatan efisiensi, serta penguatan kapasitas dan kualitas pelayanan.

PT Pelindo Terminal Petikemas menyebut transformasi itu telah mendorong peningkatan produktivitas hingga lebih dari 70 persen, serta memangkas waktu singgah kapal dan barang berada di pelabuhan.

"Alhamdulillah, produktivitas meningkat lebih dari 70 persen. Dengan meningkatnya produktivitas, dampaknya pelanggan mendapatkan value yang lebih baik. Port stay juga jauh berkurang sehingga mereka menjadi lebih efisien," kata Corporate Secretary PT Pelindo Terminal Petikemas, Widyaswendra pada Rabu (30/9).

Transformasi dilakukan melalui standardisasi, sistematisasi, serta peningkatan kompetensi sumber daya manusia. Dari 32 terminal yang dikelola, hampir seluruhnya mulai menunjukkan perbaikan.

"Karena merger sudah dilakukan sejak 2021, peningkatan kompetensi dan knowledge secara otomatis distandardisasi. Dari total 32 terminal, hampir semua perbaikannya sudah terlihat secara nyata," tambah Widyaswendra.

Transformasi yang juga mencakup optimalisasi peralatan, memungkinkan peralatan dari terminal yang memiliki kecukupan alat dialihkan ke terminal lain yang lebih membutuhkan. Salah satu dampaknya, port stay dan cargo stay menjadi lebih baik "Beberapa terminal sebelumnya punya masalah terkait alat. Dengan merger, ada terminal yang kami modernisasi. Alat yang ada sebelumnya bisa diberikan kepada terminal yang membutuhkan," kata Widyaswendra.

Menurutnya, peningkatan produktivitas itu turut membuka peluang kerja sama dan pengembangan rute baru.

"Dari situ kami melihat banyak peluang, mulai dari pengembangan bisnis dengan kerja sama antarkorporasi sampai pembukaan rute-rute atau service baru. Banyak rute baru yang diperoleh karena produktivitas masing-masing terminal sudah tinggi," ujarnya.

Wendra mengatakan transformasi tersebut diarahkan untuk memperkuat ekosistem maritim sekaligus mendukung efisiensi biaya logistik nasional.

"Pada akhirnya ketika terjadi peningkatan produktivitas dan kinerja operasional diharapkan juga memberikan dampak pada biaya operasional kapal. Fokus kami adalah bagaimana ekosistem maritim bisa berkontribusi terhadap penurunan biaya logistik, sekaligus konektivitas yang semakin baik," katanya.

INSA Dorong Perbaikan Berkelanjutan Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Indonesian National Shipowners' Association (INSA) Carmelita Hartoto mengatakan, perbaikan layanan Pelindo selama lima tahun merger telah dirasakan perusahaan pelayaran di berbagai wilayah.

"Sejauh ini Pelindo selama lima tahun merger telah melakukan banyak improvement layanan secara terus-menerus dan sudah kami rasakan perbaikannya di semua area Pelindo," kata Carmelita saat dihubungi Rabu (30/9).

Menurutnya, pembenahan masih perlu dilanjutkan untuk menciptakan layanan yang semakin terintegrasi di seluruh Indonesia.

"Sampai sekarang Pelindo terus berbenah mengembangkan layanannya untuk lebih terintegrasi di seluruh Indonesia," ujarnya.

Ringkasan ini disusun otomatis dari artikel sumber. Untuk konteks, fakta lengkap, dan koreksi, buka artikel asli di https://news.zonaindonesia.com/berita/lima-tahun-pascamerger-produktivitas-pelindo-melonjak-70-persen-1fb6e6de/.

Baca juga

Haji Isam Tambah Kepemilikan Saham Bayan, Manajemen Buka Suara

Haji Isam Tambah Kepemilikan Saham Bayan, Manajemen Buka Suara Jakarta, CNBC Indonesia - Aksi korporasi antar dua konglomerat, PT Bayan Resources Tbk (BYAN) milik Low Tuck Kwong dengan PT Jhonlin Baratama milik Andi Syamsuddin Arsyad atau Haji Isam masih berlanjut.

CNBC Indonesia

Semua berita Ekonomi