Luky Alfirman, Dicopot dari Jabatan Dirjen Anggaran Kini Jadi Wamenkeu
Liputan6.com, Jakarta - Luky Alfirman kembali masuk jajaran pimpinan Kementerian Keuangan setelah Presiden Prabowo Subianto mengangkatnya sebagai Wakil Menteri Keuangan, beberapa bulan setelah dicopot dari posisi Direktur Jenderal Anggaran (Dirjen Anggaran).
Luky sebelumnya menjabat Dirjen Anggaran Kementerian Keuangan sebelum posisinya dicopot pada April 2026 oleh Menteri Keuangan saat itu, Purbaya Yudhi Sadewa. Kini, Luky kembali ke Kementerian Keuangan sebagai wakil menteri mendampingi Menteri Keuangan Suahasil Nazara.
Wakil Menteri Keuangan Juda Agung mengatakan, Luky memiliki pengalaman panjang di Kementerian Keuangan dan menguasai sejumlah bidang, termasuk anggaran dan perimbangan keuangan.
“Kita sudah tahu beliau sudah lama di Kemenkeu. Dari kerja juga di sana saya kira beliau menguasai banyak aspek ya, termasuk di anggaran, pernah di perimbangan keuangan,” kata Juda di Bogor, Kamis, 1 Oktober 2026, dikutip Jumat (2/10/2026).
Pengangkatan Luky menambah jumlah Wakil Menteri Keuangan menjadi tiga orang bersama Juda Agung dan Nurkholisoh Ibnu Aman. Nurkholisoh sebelumnya memiliki latar belakang perbankan sebelum bergabung dalam jajaran Kementerian Keuangan.
Juda mengatakan pengalaman Luky di berbagai bidang Kementerian Keuangan menjadi salah satu bekal dalam menjalankan tugas barunya sebagai wakil menteri.
“Pernah di perimbangan keuangan, pernah di apanalah itu anggaran sudah pernah di DJSEF,” ujar Juda.
Profil Luky Alfirman dan Nurkholisoh Ibnu Aman, Dua Wamenkeu Baru Pilihan Prabowo Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto melantik dua nama dalam jajaran Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu). Keduanya yakni Luky Alfirman dan Nurkholisoh Ibnu Aman. Pelantikan keduanya dilakukan bersamaan dengan pengangkatan dan pengambilan sumpah sejumlah pejabat Kabinet Merah Putih, di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (1/10/2026).
Dengan masuknya Luky dan Nurkholisoh, Menteri Keuangan Suahasil Nazara kini memiliki tiga wakil. Keduanya bergabung bersama Juda Agung, yang sebelumnya telah menduduki posisi Wamenkeu.
Luky bukan nama baru di Kementerian Keuangan. Ia memiliki perjalanan panjang sebagai birokrat di kementerian tersebut. Sementara Nurkholisoh berasal dari Bank Indonesia dan memiliki latar belakang akademik di bidang ekonomi serta keuangan.
Profil Luky Alfirman Luky Alfirman merupakan birokrat yang telah berkarier di Kementerian Keuangan sejak 1 Maret 1995. Dalam perjalanan kariernya, ia pernah menempati sejumlah posisi strategis di kementerian tersebut.
Luky merupakan lulusan Teknik Industri Institut Teknologi Bandung (ITB). Ia kemudian melanjutkan pendidikan ke University of Colorado, Boulder, Amerika Serikat, dan meraih gelar Master of Arts (MA) serta Doctor of Philosophy (PhD) di bidang ekonomi.
Sejumlah jabatan pernah diembannya, antara lain Kepala Subdirektorat Potensi Perpajakan, Kepala Bagian Organisasi dan Tata Laksana, Kepala Subdirektorat Manajemen Transformasi, hingga Kepala Kantor Pelayanan Pajak Pratama Jakarta Kebayoran Lama.
Ia juga pernah dipercaya menjadi Kepala Pusat Kebijakan APBN, Kepala Pusat Kebijakan Ekonomi Makro, serta Kepala Pusat Analisis dan Harmonisasi Kebijakan Sekretariat Jenderal Kementerian Keuangan.
Ringkasan ini disusun otomatis dari artikel sumber. Untuk konteks, fakta lengkap, dan koreksi, buka artikel asli di https://news.zonaindonesia.com/berita/luky-alfirman-dicopot-dari-jabatan-dirjen-anggaran-kini-jadi-wamenkeu-09b12529/.
Baca juga
RUU Pelindungan Ketenagakerjaan Atur Dana Cadangan Pesangon hingga Larangan Tahan Ijazah
Liputan6.com, Jakarta - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Yassierli, menuturkan, Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Pelindungan Ketenagakerjaan merupakan bagian penting dari upaya menghadirkan era baru hukum ketenagakerjaan.
Haji Isam Tambah Kepemilikan Saham Bayan, Manajemen Buka Suara
Haji Isam Tambah Kepemilikan Saham Bayan, Manajemen Buka Suara Jakarta, CNBC Indonesia - Aksi korporasi antar dua konglomerat, PT Bayan Resources Tbk (BYAN) milik Low Tuck Kwong dengan PT Jhonlin Baratama milik Andi Syamsuddin Arsyad atau Haji Isam masih berlanjut.
Harga Minyak Dunia Mendidih ke US$101,5 Imbas Ancaman Badai AS
Harga minyak mentah dunia naik pada perdagangan Rabu (7/10) dipicu oleh potensi gangguan pasokan akibat badai yang mengancam fasilitas produksi kilang minyak di Amerika Serikat (AS).
Rupiah dan Dong Jadi Jagoan Asia, Menguat Saat Mata Uang Lain Tertekan
Rupiah & Dong Jadi Jagoan Asia, Menguat Saat Mata Uang Lain Tertekan Jakarta, CNBC Indonesia - Pelemahan kembali mendominasi mata uang Asia pada perdagangan Rabu (7/10/2026).