Lewati ke konten

Senin, 5 Oktober 20262062 berita

Mendagri dan Menteri PKP Lepas 125 Truk Program Gentengisasi PrabowoLaboratorium pemikiran lingkar dalam PresidenHarga Minyak Dunia Turun ke US$101 usai G7 Lepas Cadangan DaruratPemerintah gulirkan sejumlah stimulus ekonomi untuk kuartal IV 2026Wamenlu Havas usul MoU kemitraan mineral hijau RI-ChilePrabowo Beri Tanda Kehormatan ke Sejumlah Tokoh TNI, Ini Daftar Lengkapnya!Modus Kuras Rekening Beredar di Sekitar MRT, Kenali TandanyaVideo: Houthi Klaim Serang Fasilitas Aramco di RiyadhPrabowo Beri Bintang Kehormatan ke Eks Menko Polkam hingga Panglima TNIJuara FIFA ASEAN Cup 2026: Penebusan Dosa John Herdman Bersama Timnas Indonesia
Nasional

Mendagri dan Menteri PKP Lepas 125 Truk Program Gentengisasi Prabowo

CNN Indonesia 2 menit baca 490 kata
Mendagri dan Menteri PKP Lepas 125 Truk Program Gentengisasi Prabowo — gambar dari CNN Indonesia
Gambar dari CNN Indonesia. Ringkasan oleh Zona News.

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian bersama Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait melepas 125 truk yang mengangkut 500 ribu keping genteng untuk mendukung Program Gentengisasi yang merupakan arahan Presiden Prabowo Subianto.

Pelepasan ratusan truk tersebut ditandai dengan pemecahan kendi dan pengibaran bendera Merah Putih di Kecamatan Plered, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat (Jabar), Jumat (2/10/2026).

Tito mengatakan Program Gentengisasi bertujuan mendorong masyarakat menggunakan genteng sekaligus menggerakkan industri genteng dalam negeri. Berdasarkan data yang dimilikinya, baru sekitar 57 persen rumah di Indonesia yang menggunakan genteng.

Sementara itu, rumah lainnya masih menggunakan material penutup atap seperti seng dan asbes.

"Jadi gini, saya dengan Pak Ara Sirait datang ke sini, ini atas perintah Presiden Bapak Prabowo untuk gentengisasi," ujar Mendagri.

Menurut Tito, genteng memiliki sejumlah keunggulan, terutama dari sisi kenyamanan. Material tersebut dinilai mampu menahan panas serta tidak menimbulkan suara bising saat hujan turun.

Penggunaan genteng juga dinilai sejalan dengan gerakan Indonesia Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI) yang kerap disampaikan Presiden Prabowo. Selain itu, genteng tanah liat dianggap menjadi bagian dari karakter arsitektur Indonesia yang telah berkembang sejak lama.

"Bapak Presiden ingin agar rumah ini bagusnya dikasih genteng. Tahu enggak kenapa? Satu, adem. Bener nih, adem. Karena genteng tahan panas, tengah-tengahnya ada aliran udara dibanding seng," katanya.

Tito mengatakan Program Gentengisasi juga berpotensi meningkatkan permintaan terhadap produk genteng, khususnya dari daerah-daerah yang selama ini menjadi sentra produksi.

Jawa Barat, kata dia, merupakan salah satu sentra produksi genteng terbesar. Sekitar 87 persen rumah di provinsi tersebut disebut telah menggunakan genteng.

"Jadi, khusus Jawa Barat, banjirin Jawa Barat yang masih 13 persen belum menggunakan genteng. Banjirin lagi daerah-daerah sekitarnya, di Sumatera dan lain. Banjirin dari Purwakarta, nyebrang kirim genteng ke sana," ungkapnya.

Menurut Tito, peningkatan permintaan genteng dapat memberikan efek berganda terhadap perekonomian masyarakat. Dampaknya tidak hanya dirasakan produsen dan penjual genteng, tetapi juga sektor transportasi yang terlibat dalam distribusi produk.

Program tersebut juga mendapat dukungan melalui kebijakan Menteri PKP yang mendorong para pengembang menggunakan genteng tanah liat pada rumah subsidi, rumah bantuan, maupun program bedah rumah.

Tito berharap Program Gentengisasi dapat menghidupkan kembali sentra-sentra produksi genteng di berbagai daerah, termasuk Purwakarta, Majalengka, Kebumen, dan Yogyakarta.

Ringkasan ini disusun otomatis dari artikel sumber. Untuk konteks, fakta lengkap, dan koreksi, buka artikel asli di https://news.zonaindonesia.com/berita/mendagri-dan-menteri-pkp-lepas-125-truk-program-gentengisasi-prabowo-9400bc8b/.

Baca juga

Wamenlu Havas usul MoU kemitraan mineral hijau RI-Chile

Jakarta (ANTARA) - Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) RI Arif Havas Oegroseno mengusulkan penyusunan nota kesepahaman (MoU) Green Minerals Partnership antara Indonesia dan Chile untuk memperkuat kerja sama bidang energi dan mineral kritis.

Antara

Semua berita Nasional