Lewati ke konten

Rabu, 7 Oktober 20262728 berita

Mendagri Ungkap Alasan Prabowo Dorong Program GentengisasiThe Future Fest 2026 perluas akses pendidikan tinggiFictor Roring nilai jumlah laga IBL All Indonesian harus lebih banyakMarc Marquez: Tolong Doakan Saya Finis di MotoGP Mandalika 2026Menteri PKP pastikan program bedah rumah di Bandung tepat sasaranEgy Maulana Vikri bersyukur akhirnya bisa antar Timnas Indonesia juaraRelawan Gibran Sujud Syukur Usai MK Tak Terima Gugatan Denny Indrayana DkkKejagung siapkan 34 JPU untuk sidang perdana Febrie AdriansyahMK putuskan gugatan terhadap ijazah Wapres Gibran tidak diterimaClaresta Taufan sebut tema film "Bapak Paling Jujur" bikin deg-degan
Nasional

Mendagri Ungkap Alasan Prabowo Dorong Program Gentengisasi

Liputan6 News 4 menit baca 718 kata
Mendagri Ungkap Alasan Prabowo Dorong Program Gentengisasi — gambar dari Liputan6 News
Gambar dari Liputan6 News. Ringkasan oleh Zona News.

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian mengatakan program Gentengisasi merupakan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk mendorong penggunaan genteng pada rumah warga. Program tersebut sekaligus diharapkan dapat menghidupkan sentra produksi genteng dan memberdayakan UMKM lokal.

Tito menyampaikan hal itu saat menghadiri pelepasan 125 truk yang mengangkut 500 ribu genteng bersama Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait di Plered, Jawa Barat, Jumat (2/10/2026).

Menurut Tito, program Gentengisasi berawal dari keprihatinan Presiden Prabowo karena masih banyak rumah warga menggunakan atap seng atau asbes.

"Jadi program gentengisasi ini ialah perintah Bapak Prabowo memang. Saya mendampingi beliau waktu itu. Karena prihatin melihat rumah-rumah yang banyak menggunakan atap seng, yang dari sisi keindahan kurang begitu indah kalau seng, dan panas," ujar Tito di Plered, Jumat (2/10/2026).

Tito menjelaskan, genteng tanah liat dipilih karena dinilai lebih sesuai untuk hunian. Menurutnya, material tersebut membuat rumah lebih sejuk dan tidak menimbulkan suara bising ketika hujan seperti atap seng.

"Dia (genteng tanah liat) lebih dingin, karena di tengah-tengahnya itu ada aliran air, aliran udara, aliran udara. Jadi kalau seng, dia enggak ada aliran udara, panas. Yang kedua, kalau seng itu kalau hujan, dia bising suaranya, kalau genteng tanah lihat enggak, dia krik-krik-krik-krik-krik gemericik air," papar Tito.

Selain faktor kenyamanan, Tito menyebut genteng memiliki nilai estetika dan menjadi bagian dari karakter bangunan di Indonesia.

"Di negara-negara lain tuh pakai beton, macam-macam. Nah, di kita ini, genteng ini memang asli dari zaman dulu. Khasnya Indonesia itu adalah genteng tanah liat, betul enggak?" kata Tito.

Cari Genteng Ringan untuk Daerah Rawan Gempa Tito menyebut berdasarkan data yang dimilikinya, sekitar 57 persen rumah di Indonesia menggunakan genteng. Sementara hampir 37 persen menggunakan seng dan sebagian lainnya menggunakan asbes.

"Nah, asbes itu kurang bagus buat kesehatan, mohon maaf kalau untuk produsen asbes, ya, faktanya begitu datanya. Yang berikutnya lagi kurang dari 1 persen yang gunakan bahan alami seperti papan, atap sirap dari bambu. Kurang dari 1 persennya lagi menggunakan atap yang lain dari daun-daunan, dari ijuk, dari pelepah misalnya, dari jerami," ucapnya.

Menurut Tito, genteng yang digunakan masyarakat memiliki beragam material, mulai dari tanah liat, baja, hingga beton. Namun, ia menilai genteng tanah liat memiliki sejumlah keunggulan karena relatif sejuk dan murah.

"Nah, tapi yang bagus adalah memang genteng dari tanah lihat. Dingin, kemudian relatif murah, ya, dan asli Indonesia," ucapnya.

Meski demikian, Tito mengakui tidak semua wilayah cocok menggunakan genteng tanah liat, terutama daerah yang rawan gempa. Karena itu, pemerintah tengah mencari alternatif material genteng yang lebih ringan.

"Saya muter daerah-daerah rawan gempa mereka pilihnya yang ringan. Makanya mereka pilih seng. Tapi sebetulnya enggak indah. Bapak Presiden sedang mengupayakan untuk mencari bahan genteng tapi dari bahan yang ringan, ya, misalnya dari serabut kelapa yang dijadikan genteng. Itu salah satu solusi, sedang dikerjakan," tutur Tito.

Ringkasan ini disusun otomatis dari artikel sumber. Untuk konteks, fakta lengkap, dan koreksi, buka artikel asli di https://news.zonaindonesia.com/berita/mendagri-ungkap-alasan-prabowo-dorong-program-gentengisasi-27638f1b/.

Baca juga

Semua berita Nasional