Lewati ke konten

Rabu, 7 Oktober 20262927 berita

Omzet Terus Naik, tapi Keuntungan Belum Jelas? Yuk Pelajari Dasar AkuntansiAlarm Kematian El Nino di RI, Benarkah Belasan Ribu Terancam Tewas?Mediasi Audi Marissa dan Anthony Xie Resmi Gagal, Kuasa Hukum: Pintu Rujuk Masih TerbukaRUU Pelindungan Ketenagakerjaan Atur Dana Cadangan Pesangon hingga Larangan Tahan IjazahDulu Buka Jalan Cawapres, Almas Kini Minta DPR Proses Makzulkan GibranCristiano Ronaldo Ungkap Alasan Tinggalkan Timnas Portugal, Klaim Jorge Jesus Ingkar JanjiSegini Hadiah Timnas Indonesia Usai Kalahkan Thailand di Final FIFA ASEAN Cup 2026Menko Sugino minta Menpora hitung kebutuhan tambahan bonus bagi atletMasalah Kualitas, As Roda Chery Omoda 5 Copot Terjadi di MalaysiaHaji Isam Tambah Kepemilikan Saham Bayan, Manajemen Buka Suara
Ekonomi

Omzet Terus Naik, tapi Keuntungan Belum Jelas? Yuk Pelajari Dasar Akuntansi

Detik 2 menit baca 327 kata
Omzet Terus Naik, tapi Keuntungan Belum Jelas? Yuk Pelajari Dasar Akuntansi — gambar dari Detik Finance
Gambar dari Detik Finance. Ringkasan oleh Zona News.

Melihat omzet bisnis terus meningkat tentu terasa menyenangkan. Transaksi semakin banyak, pelanggan bertambah, dan uang terus bergerak. Namun, apakah itu sudah cukup untuk memastikan bisnis benar-benar menghasilkan keuntungan? Belum tentu.

Ada berbagai hal yang perlu diperhatikan selain jumlah penjualan, mulai dari biaya yang dikeluarkan, piutang yang belum tertagih, persediaan, aset, hingga kondisi kas. Tanpa pencatatan dan pemahaman akuntansi yang baik, angka-angka tersebut bisa sulit dibaca secara menyeluruh.

Omzet dan Keuntungan Bukan Hal yang Sama Omzet menunjukkan nilai penjualan yang diperoleh dari kegiatan bisnis. Sementara itu, keuntungan perlu dilihat setelah memperhitungkan berbagai biaya dan transaksi yang berkaitan dengan kegiatan usaha.

Misalnya, penjualan terlihat tinggi, tetapi sebagian transaksi masih berupa piutang. Di sisi lain, bisnis juga harus mengeluarkan biaya untuk persediaan, operasional, aset, dan kebutuhan lainnya.

Itulah mengapa pencatatan keuangan tidak cukup hanya dengan mengetahui berapa banyak uang yang masuk. Kamu juga perlu memahami bagaimana setiap transaksi dicatat dan bagaimana akhirnya mempengaruhi laporan keuangan.

Akuntansi Membantu Membaca Kondisi Bisnis Pemahaman akuntansi dapat membantu melihat kondisi keuangan secara lebih terstruktur. Dari kas, piutang, persediaan, investasi, hingga aset tetap, setiap bagian memiliki pencatatan dan perlakuan yang perlu dipahami.

Hal ini juga menjadi bagian dari PeDe Akuntansi - Paham Dulu Akuntansi (Batch 2) dari Piranha Smart Center (PSC) bersama Education Visionary Lab (EVL).

Program ini tidak hanya membahas teori, tetapi mengajak peserta memahami alur akuntansi secara bertahap. Pada level Intermediate Accounting, materi mencakup kas, petty cash, rekonsiliasi, piutang dagang, persediaan, investasi saham dan obligasi, aset tetap, akuntansi sewa, hingga analisis laporan keuangan.

Setelah memahami materi intermediate, peserta juga dapat mempelajari Advanced Accounting, termasuk persekutuan, perubahan kepemilikan, likuidasi perusahaan, akuntansi agen dan cabang, konsinyasi, serta laporan konsolidasian.

Jangan Hanya Lihat Omzet, Pahami Angka di Baliknya PeDe Akuntansi Batch 2 berlangsung pada Sabtu dan Minggu, 10 Oktober-1 November 2026, pukul 09.00-12.00 WIB, secara online melalui Zoom.

Kalau selama ini kamu hanya melihat omzet untuk mengetahui bisnis sedang berjalan baik atau tidak, mungkin sudah saatnya melihat angka secara lebih menyeluruh. Daftarkan dirimu segera melalui detikevent!

Ringkasan ini disusun otomatis dari artikel sumber. Untuk konteks, fakta lengkap, dan koreksi, buka artikel asli di https://news.zonaindonesia.com/berita/omzet-terus-naik-tapi-keuntungan-belum-jelas-yuk-pelajari-dasar-0de40d6c/.

Baca juga

Haji Isam Tambah Kepemilikan Saham Bayan, Manajemen Buka Suara

Haji Isam Tambah Kepemilikan Saham Bayan, Manajemen Buka Suara Jakarta, CNBC Indonesia - Aksi korporasi antar dua konglomerat, PT Bayan Resources Tbk (BYAN) milik Low Tuck Kwong dengan PT Jhonlin Baratama milik Andi Syamsuddin Arsyad atau Haji Isam masih berlanjut.

CNBC Indonesia

Semua berita Ekonomi