Pelajar SMA Jabodetabek Manfaatkan AI dan Sensor Pintar untuk Atasi Krisis Lingkungan
Liputan6.com, Jakarta - 50 siswa SMA dari 10 tim finalis berkumpul untuk mempresentasikan berbagai ide kreatif berbasis teknologi dalam babak final National Innovation Challenge.
Kompetisi ini merupakan puncak dari program 'Young Voices for a Sustainable Future – Innovation Challenge for a Just Transition', sebuah kolaborasi antara BASF Indonesia dan Prestasi Junior Indonesia (PJI) yang sejak April 2026 telah melibatkan 100 siswa dari 16 SMA se-Jabodetabek.
Presiden Direktur BASF Indonesia, Christofer Arisandy, mengatakan transisi menuju perekonomian yang lebih berkelanjutan memerlukan lebih dari sekadar kemajuan teknologi.
"Diperlukan pula generasi muda yang memiliki kemampuan untuk memahami berbagai tantangan di sekitarnya, mengidentifikasi peluang, serta menghadirkan solusi yang relevan dan bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya, dikutip Jumat (2/10/2026).
Mengusung pendekatan STEAM (Science, Technology, Engineering, Arts, and Mathematics), para peserta mengalihkan tantangan lingkungan di sekitar mereka--seperti limbah makanan, pencemaran, hingga krisis air bersih--menjadi inovasi yang berdampak positif.
Inovasi yang dipamerkan mencakup enam tema utama: Aksi Iklim, Air dan Sanitasi, Konsumsi Bertanggung Jawab, Ekonomi Sirkular, Energi Berkelanjutan, serta Solusi Digital untuk Keberlanjutan.
Dorong Gaya Hidup Ramah Lingkungan Platform digital dan teknologi mutakhir menjadi sorotan utama dalam gelaran ini. Para finalis memanfaatkan pemrosesan data, kecerdasan buatan (AI), sensor pintar, hingga aplikasi seluler untuk mendorong gaya hidup ramah lingkungan serta mengoptimalkan pengelolaan air dan energi.
Setiap tim memaparkan konsep solusi, target pengguna, dan rencana pengembangan prototipe di hadapan dewan juri dari sektor bisnis, pendidikan, dan praktisi keberlanjutan.
Melalui metode design thinking dan pendampingan mentor BASF, para siswa diajak mengamati masalah nyata, menyusun proposal, dan memproduksi inovasi yang siap guna.
Keluar sebagai pemenang utama, Tim Gen V dari SMAN 21 Jakarta, memukau dewan juri lewat inovasi alat pemanen air kelembapan udara bernama O2H: Atmospheric Water Harvesting System.
Perangkat ringkas ini dirancang untuk mengubah kelembapan udara menjadi air bersih yang layak konsumsi melalui sistem penyaringan dan sterilisasi berbasis teknologi, menjawab persoalan krisis air bersih saat musim kemarau.
Keberhasilan para peserta membuktikan bahwa penguasaan platform digital dan teknologi oleh generasi muda dapat menjadi kunci utama dalam menjawab tantangan sosial dan lingkungan masa depan.
Ringkasan ini disusun otomatis dari artikel sumber. Untuk konteks, fakta lengkap, dan koreksi, buka artikel asli di https://news.zonaindonesia.com/berita/pelajar-sma-jabodetabek-manfaatkan-ai-dan-sensor-pintar-untuk-atasi-34b3c3b8/.
Baca juga
Alarm Kematian El Nino di RI, Benarkah Belasan Ribu Terancam Tewas?
Sebuah laporan dari hasil riset dirilis akhir September lalu menyebut Indonesia sebagai salah satu wilayah paling berisiko dalam El Nino 2026. Climate Impact Lab (CIL), lembaga riset di bawah University of Chicago di AS, memperkirakan sekitar 19.300 kematian berlebih (excess…
Daftar HP Tak Bisa WhatsApp Mulai Oktober 2026
Daftar Isi WhatsApp menghentikan dukungan untuk sejumlah HP lawas setelah memperbarui persyaratan minimum sistem operasi. Mulai Oktober 2026, HP Android harus menjalankan setidaknya Android 6.0 agar tetap bisa menggunakan WhatsApp.
iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max resmi masuk Indonesia
Jakarta (ANTARA) - Dua ponsel teranyar dari Apple yang baru diluncurkan pada September 2026 yaitu iPhone 18 Pro dan 18 Pro Max kini terkonfirmasi resmi masuk ke Indonesia lewat salah satu distributornya di Indonesia yaitu iBox.
Daftar Harga iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max di Indonesia
iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max dipastikan hadir di Indonesia. Keran pre-order dari sejumlah distributor resmi Apple di Indonesia sudah mulai dibuka hari ini, Rabu (7/10), dan akan tersedia di toko offline pada 16 Oktober mendatang.