Lewati ke konten

Rabu, 7 Oktober 20262927 berita

Pelajar SMA Jabodetabek Manfaatkan AI dan Sensor Pintar untuk Atasi Krisis LingkunganAlarm Kematian El Nino di RI, Benarkah Belasan Ribu Terancam Tewas?Mediasi Audi Marissa dan Anthony Xie Resmi Gagal, Kuasa Hukum: Pintu Rujuk Masih TerbukaRUU Pelindungan Ketenagakerjaan Atur Dana Cadangan Pesangon hingga Larangan Tahan IjazahDulu Buka Jalan Cawapres, Almas Kini Minta DPR Proses Makzulkan GibranCristiano Ronaldo Ungkap Alasan Tinggalkan Timnas Portugal, Klaim Jorge Jesus Ingkar JanjiSegini Hadiah Timnas Indonesia Usai Kalahkan Thailand di Final FIFA ASEAN Cup 2026Menko Sugino minta Menpora hitung kebutuhan tambahan bonus bagi atletMasalah Kualitas, As Roda Chery Omoda 5 Copot Terjadi di MalaysiaHaji Isam Tambah Kepemilikan Saham Bayan, Manajemen Buka Suara
Teknologi

Pelajar SMA Jabodetabek Manfaatkan AI dan Sensor Pintar untuk Atasi Krisis Lingkungan

Liputan6 Tekno 2 menit baca 330 kata
Pelajar SMA Jabodetabek Manfaatkan AI dan Sensor Pintar untuk Atasi Krisis Lingkungan — gambar dari Liputan6 Tekno
Gambar dari Liputan6 Tekno. Ringkasan oleh Zona News.

Liputan6.com, Jakarta - 50 siswa SMA dari 10 tim finalis berkumpul untuk mempresentasikan berbagai ide kreatif berbasis teknologi dalam babak final National Innovation Challenge.

Kompetisi ini merupakan puncak dari program 'Young Voices for a Sustainable Future – Innovation Challenge for a Just Transition', sebuah kolaborasi antara BASF Indonesia dan Prestasi Junior Indonesia (PJI) yang sejak April 2026 telah melibatkan 100 siswa dari 16 SMA se-Jabodetabek.

Presiden Direktur BASF Indonesia, Christofer Arisandy, mengatakan transisi menuju perekonomian yang lebih berkelanjutan memerlukan lebih dari sekadar kemajuan teknologi.

"Diperlukan pula generasi muda yang memiliki kemampuan untuk memahami berbagai tantangan di sekitarnya, mengidentifikasi peluang, serta menghadirkan solusi yang relevan dan bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya, dikutip Jumat (2/10/2026).

Mengusung pendekatan STEAM (Science, Technology, Engineering, Arts, and Mathematics), para peserta mengalihkan tantangan lingkungan di sekitar mereka--seperti limbah makanan, pencemaran, hingga krisis air bersih--menjadi inovasi yang berdampak positif.

Inovasi yang dipamerkan mencakup enam tema utama: Aksi Iklim, Air dan Sanitasi, Konsumsi Bertanggung Jawab, Ekonomi Sirkular, Energi Berkelanjutan, serta Solusi Digital untuk Keberlanjutan.

Dorong Gaya Hidup Ramah Lingkungan Platform digital dan teknologi mutakhir menjadi sorotan utama dalam gelaran ini. Para finalis memanfaatkan pemrosesan data, kecerdasan buatan (AI), sensor pintar, hingga aplikasi seluler untuk mendorong gaya hidup ramah lingkungan serta mengoptimalkan pengelolaan air dan energi.

Setiap tim memaparkan konsep solusi, target pengguna, dan rencana pengembangan prototipe di hadapan dewan juri dari sektor bisnis, pendidikan, dan praktisi keberlanjutan.

Melalui metode design thinking dan pendampingan mentor BASF, para siswa diajak mengamati masalah nyata, menyusun proposal, dan memproduksi inovasi yang siap guna.

Keluar sebagai pemenang utama, Tim Gen V dari SMAN 21 Jakarta, memukau dewan juri lewat inovasi alat pemanen air kelembapan udara bernama O2H: Atmospheric Water Harvesting System.

Perangkat ringkas ini dirancang untuk mengubah kelembapan udara menjadi air bersih yang layak konsumsi melalui sistem penyaringan dan sterilisasi berbasis teknologi, menjawab persoalan krisis air bersih saat musim kemarau.

Keberhasilan para peserta membuktikan bahwa penguasaan platform digital dan teknologi oleh generasi muda dapat menjadi kunci utama dalam menjawab tantangan sosial dan lingkungan masa depan.

Ringkasan ini disusun otomatis dari artikel sumber. Untuk konteks, fakta lengkap, dan koreksi, buka artikel asli di https://news.zonaindonesia.com/berita/pelajar-sma-jabodetabek-manfaatkan-ai-dan-sensor-pintar-untuk-atasi-34b3c3b8/.

Baca juga

Daftar HP Tak Bisa WhatsApp Mulai Oktober 2026

Daftar Isi WhatsApp menghentikan dukungan untuk sejumlah HP lawas setelah memperbarui persyaratan minimum sistem operasi. Mulai Oktober 2026, HP Android harus menjalankan setidaknya Android 6.0 agar tetap bisa menggunakan WhatsApp.

Detik Inet

Semua berita Teknologi