Pertamina Komitmen Kawal Ketahanan Energi di Hari Kesaktian Pancasila
PT Pertamina (Persero) memperingati Hari Kesaktian Pancasila dengan menggelar upacara di Kantor Pusat Pertamina, Jakarta, dan di wilayah operasional Pertamina Geothermal Energy (PGE) Kamojang, Bandung, Kamis (1/10). Peringatan ini juga menjadi pengingat komitmen perusahaan dalam menjaga ketahanan energi nasional.
Upacara mengusung tema 'Pancasila Pemersatu Bangsa Menuju Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur'. Tema tersebut menjadi momentum bagi seluruh Perwira Pertamina untuk mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam menjalankan tugas.
Direktur Utama Pertamina, Simon Aloysius Mantiri, hadir langsung sebagai pembina upacara di wilayah operasional PGE. Dalam kesempatan itu, ia menyampaikan pesan dalam Ikrar Hari Kesaktian Pancasila dari Ketua DPR RI.
Ikrar tersebut mengingatkan bahwa sejak kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945, bangsa Indonesia telah menghadapi berbagai rongrongan dari dalam maupun luar negeri. Rongrongan itu berupaya menumbangkan Pancasila sebagai ideologi negara.
Pesan tersebut menegaskan pentingnya kewaspadaan dan kebersamaan yang dilandasi nilai-nilai luhur Pancasila. Kedua hal itu dinilai perlu untuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
"Memperingati Hari Kesaktian Pancasila, kami membulatkan tekad untuk tetap mempertahankan dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila sebagai sumber kekuatan menggalang kebersamaan untuk memperjuangkan, menegakkan kebenaran dan keadilan demi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia," ujar Simon saat membacakan ikrar di hadapan para perwira di Bandung.
Sementara itu, Wakil Direktur Utama Pertamina, Oki Muraza, bertindak sebagai pembina upacara di Kantor Pusat Pertamina, Jakarta. Ia menyebut Hari Kesaktian Pancasila sebagai pengingat atas perjuangan bangsa Indonesia mempertahankan Pancasila.
Menurutnya, Pancasila merupakan dasar kehidupan berbangsa dan bernegara. Bagi Pertamina, semangat itu tercermin dalam tanggung jawab perusahaan memastikan energi tersedia dan terjangkau bagi masyarakat.
"Hal ini sekaligus menjadi momentum bagi para perwira di lingkungan Pertamina Group, agar terus berupaya menjaga mandat yang diberikan kepada perusahaan, yaitu untuk menjaga ketahanan energi nasional, melalui ketersediaan energi, yang terjangkau. Semoga hal ini bisa terus kami laksanakan dengan sebaik-baiknya," tutur Oki dalam keterangan tertulis, Jumat (2/10).
Melalui peringatan ini, Pertamina juga mengajak seluruh perwira menjadikan nilai-nilai Pancasila sebagai pedoman dalam bekerja dan melayani masyarakat. Semangat kebersamaan tersebut diharapkan menjadi kekuatan untuk menjalankan mandat perusahaan dan mendukung terwujudnya ketahanan energi Indonesia.
Peringatan Hari Kesaktian Pancasila menjadi momentum bagi Pertamina untuk kembali menegaskan peran nilai-nilai Pancasila sebagai pedoman bagi Perwira dalam menjalankan tugas dan melayani masyarakat.
Melalui semangat kebersamaan tersebut, Pertamina menyatakan komitmennya untuk menjalankan mandat perusahaan dalam menjaga ketahanan energi nasional dan mendukung terwujudnya ketahanan energi Indonesia.
Ringkasan ini disusun otomatis dari artikel sumber. Untuk konteks, fakta lengkap, dan koreksi, buka artikel asli di https://news.zonaindonesia.com/berita/pertamina-komitmen-kawal-ketahanan-energi-di-hari-kesaktian-pancasila-0be540b7/.
Baca juga
RUU Pelindungan Ketenagakerjaan Atur Dana Cadangan Pesangon hingga Larangan Tahan Ijazah
Liputan6.com, Jakarta - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Yassierli, menuturkan, Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Pelindungan Ketenagakerjaan merupakan bagian penting dari upaya menghadirkan era baru hukum ketenagakerjaan.
Haji Isam Tambah Kepemilikan Saham Bayan, Manajemen Buka Suara
Haji Isam Tambah Kepemilikan Saham Bayan, Manajemen Buka Suara Jakarta, CNBC Indonesia - Aksi korporasi antar dua konglomerat, PT Bayan Resources Tbk (BYAN) milik Low Tuck Kwong dengan PT Jhonlin Baratama milik Andi Syamsuddin Arsyad atau Haji Isam masih berlanjut.
Harga Minyak Dunia Mendidih ke US$101,5 Imbas Ancaman Badai AS
Harga minyak mentah dunia naik pada perdagangan Rabu (7/10) dipicu oleh potensi gangguan pasokan akibat badai yang mengancam fasilitas produksi kilang minyak di Amerika Serikat (AS).
Rupiah dan Dong Jadi Jagoan Asia, Menguat Saat Mata Uang Lain Tertekan
Rupiah & Dong Jadi Jagoan Asia, Menguat Saat Mata Uang Lain Tertekan Jakarta, CNBC Indonesia - Pelemahan kembali mendominasi mata uang Asia pada perdagangan Rabu (7/10/2026).