Lewati ke konten

Senin, 5 Oktober 20262062 berita

Peta Persaingan Ponsel Lipat Usai iPhone Duo Masuk ArenaLaboratorium pemikiran lingkar dalam PresidenHarga Minyak Dunia Turun ke US$101 usai G7 Lepas Cadangan DaruratPemerintah gulirkan sejumlah stimulus ekonomi untuk kuartal IV 2026Wamenlu Havas usul MoU kemitraan mineral hijau RI-ChilePrabowo Beri Tanda Kehormatan ke Sejumlah Tokoh TNI, Ini Daftar Lengkapnya!Modus Kuras Rekening Beredar di Sekitar MRT, Kenali TandanyaVideo: Houthi Klaim Serang Fasilitas Aramco di RiyadhPrabowo Beri Bintang Kehormatan ke Eks Menko Polkam hingga Panglima TNIJuara FIFA ASEAN Cup 2026: Penebusan Dosa John Herdman Bersama Timnas Indonesia
Teknologi

Peta Persaingan Ponsel Lipat Usai iPhone Duo Masuk Arena

CNN Teknologi 3 menit baca 541 kata
Peta Persaingan Ponsel Lipat Usai iPhone Duo Masuk Arena — gambar dari CNN Teknologi
Gambar dari CNN Teknologi. Ringkasan oleh Zona News.

Ponsel lipat pertama Apple, iPhone Duo, diperkirakan bakal terjual hingga 6 juta unit pada 2026. Meski antusiasme tinggi terhadap pendatang baru tersebut, pasar ponsel lipat diperkirakan masih akan dikuasai Samsung.

Kehadiran Apple di pasar ponsel lipat diperkirakan langsung mengubah peta persaingan.

Counterpoint Research memproyeksikan iPhone lipat mampu membawa Apple ke posisi kedua pasar global pada 2026.

Dalam laporan yang diterbitkan pada 7 September 2026, Counterpoint memperkirakan pengiriman iPhone lipat mencapai hingga 6 juta unit sepanjang tahun ini. Angka tersebut diproyeksikan memberikan Apple pangsa pasar sebesar 25 persen, di bawah Samsung yang diperkirakan menguasai 38 persen.

Sementara itu, Huawei diproyeksikan menempati posisi ketiga dengan pangsa pasar 22 persen. Seluruh angka tersebut merupakan perkiraan pengiriman sepanjang 2026.

Counterpoint menilai posisi kedua akan menjadi pencapaian signifikan bagi Apple sebagai pendatang baru, terutama karena waktu penjualan iPhone lipat pada tahun ini diperkirakan relatif singkat.

"Masuknya Apple tentu akan meningkatkan persaingan di segmen premium. Namun, ponsel lipat masih menjadi bagian yang sangat kecil dari keseluruhan pasar smartphone, sehingga masih ada ruang bagi kategori ini untuk tumbuh jauh melampaui volume saat ini," ujar Research Director Counterpoint Tarun Pathak dalam keterangannya, Senin (7/9).

Menurut Counterpoint, ponsel lipat baru menyumbang sekitar 2 persen dari keseluruhan pasar smartphone. Ruang pertumbuhan ini membuka peluang bagi sejumlah produsen untuk menarik pengguna melalui desain dan pengalaman penggunaan baru.

Samsung disebut terus mendorong inovasi, sementara Huawei mempertahankan posisi kuat di China dengan pilihan desain yang beragam. Apple diperkirakan membawa gelombang pengguna baru dari segmen premium.

Produsen lain juga menyiapkan perangkat untuk bersaing. Dalam laporan tersebut, Motorola, Honor, Google, vivo, dan Oppo tengah mengembangkan produk ponsel lipat baru, termasuk model dengan format lebih lebar.

Counterpoint melihat pergeseran menuju desain lipat menyerupai buku dengan ukuran lebih lebar akan berlanjut. Tren ini antara lain didukung respons awal terhadap Samsung Galaxy Z Fold8 dan momentum Huawei Pura X Max.

Meski berpotensi langsung merebut pangsa pasar besar, pertumbuhan awal iPhone lipat diperkirakan menghadapi keterbatasan pasokan. Counterpoint menilai volume produksi awal yang terbatas akan membuat penjualan dan pengiriman belum langsung mencapai skala penuh setelah perangkat diperkenalkan.

Ketersediaannya diperkirakan meluas secara bertahap ke berbagai wilayah seiring peningkatan produksi.

"Pasokan awal iPhone lipat pertama Apple tentu akan terbatas selama tahap awal peningkatan produksi, sehingga batas atas perkiraan pengiriman kami untuk 2026 tetap sebesar 6 juta unit," ujar Associate Director Counterpoint Liz Lee.

Ringkasan ini disusun otomatis dari artikel sumber. Untuk konteks, fakta lengkap, dan koreksi, buka artikel asli di https://news.zonaindonesia.com/berita/peta-persaingan-ponsel-lipat-usai-iphone-duo-masuk-arena-625ec2db/.

Baca juga

Malaysia Gagal ke Final, Postingan Rasis ke Indonesia Bikin Miris

Rivalitas Indonesia dan Malaysia di media sosial setelah Timnas Indonesia memastikan tiket ke final FIFA ASEAN Cup 2026 sepertinya belum berkesudahan. Sayangnya, adu komentar yang awalnya berkaitan dengan sepakbola mulai melebar ke isu ras, sejarah, hingga keberadaan Indonesia…

Detik Inet

Semua berita Teknologi