Lewati ke konten

Senin, 5 Oktober 20262062 berita

Robot Humanoid Ini Bisa Kerja Hingga 20 Jam SehariLaboratorium pemikiran lingkar dalam PresidenHarga Minyak Dunia Turun ke US$101 usai G7 Lepas Cadangan DaruratPemerintah gulirkan sejumlah stimulus ekonomi untuk kuartal IV 2026Wamenlu Havas usul MoU kemitraan mineral hijau RI-ChilePrabowo Beri Tanda Kehormatan ke Sejumlah Tokoh TNI, Ini Daftar Lengkapnya!Modus Kuras Rekening Beredar di Sekitar MRT, Kenali TandanyaVideo: Houthi Klaim Serang Fasilitas Aramco di RiyadhPrabowo Beri Bintang Kehormatan ke Eks Menko Polkam hingga Panglima TNIJuara FIFA ASEAN Cup 2026: Penebusan Dosa John Herdman Bersama Timnas Indonesia
Teknologi

Robot Humanoid Ini Bisa Kerja Hingga 20 Jam Sehari

CNN Teknologi 2 menit baca 360 kata
Robot Humanoid Ini Bisa Kerja Hingga 20 Jam Sehari — gambar dari CNN Teknologi
Gambar dari CNN Teknologi. Ringkasan oleh Zona News.

Perusahaan robot dan kecerdasan buatan (AI) fisik Agility Robotics meluncurkan produk robot humanoid Digit 5 yang dirancang untuk bekerja langsung dengan manusia. Robot ini diklaim dapat bekerja hingga 20 jam sehari.

Robot humanoid tersebut menggunakan algoritma AI dan teknologi sensor untuk mendeteksi keberadaan orang di sekitarnya serta mengambil tindakan yang tepat seperti menghindar, berhenti, atau duduk. Robot ini juga bisa memahami isyarat visual dan audio serta merespons tindakan keselamatan yang dibutuhkan.

Dilansir dari situs resmi Agility Robotics, Digit 5 menggunakan NVIDIA IGX Thor dan kerangka kerja keselamatan Halos untuk robotika guna membantu robot humanoid ini bekerja sama lebih aman dengan tim manusia di pabrik dan gudang.

Baterai robot ini disebut dapat bertahan hingga 90 menit dengan hanya 9 menit pengisian dayanya. Rasio 10:1 pada penggunaan dan pengisian daya tersebut meningkat dibandingkan generasi sebelumnya yang hanya 2:1.

Kapabilitas baterai tersebut membuat robot yang bisa mengangkat beban hingga 22,7 kilogram ini dapat bekerja lebih dari 20 jam sehari.

Secara spesifikasi, robot ini memiliki berat 129 kilogram, dengan tinggi 181 sentimeter, dirancang untuk menjangkau rak dan bergerak melalui lorong, pintu, dan area kerja yang sama untuk manusia.

Ujung lengan Digit 5 bisa diganti untuk menyesuaikan jenis pekerjaan.

Robot ini bisa membongkar palet (alas datar yang biasanya dari kayu untuk memudahkan pengiriman dan penempatan barang), melakukan perawatan mesin, mengemas dan mengorganisir produk, mengecek kualitas produk, hingga mempaletkannya kembali untuk proses pengiriman.

Robot ini terintegrasi dengan cloud Agility Arc untuk memberikan data mengenai target kerja perangkat seperti waktu aktif, throughput, waktu rata-rata insiden, serta terhubung dengan sistem manajemen gudang dan manufaktur.

Perusahaan mengklaim privasi dan keamanan data dari robot ini terjamin dengan enkripsi end-to-end, kontrol akses yang ketat, dan pemrosesan data secara lokal.

Versi robot sebelumnya, Digit 4, telah terbukti bisa beroperasi lebih dari 65 ribu jam kerja selama hampir tiga tahun penggunaannya di Amerika Utara, di antaranya untuk perusahaan logistik GXO dan Amazon hingga perusahaan otomotif Toyota Motor Manufacturing Canada.

Hingga Mei 2026, Agility telah menerima pesanan robot Digit 5 senilai lebih dari US$300 juta dari sektor manufaktur, pergudangan, dan logistik.

Digit 5 diperkirakan siap dipasarkan pada tahun 2027, tetapi baru akan tersedia untuk Amerika Serikat (AS), Kanada, Uni Eropa, Inggris, dan Irlandia Utara.

Ringkasan ini disusun otomatis dari artikel sumber. Untuk konteks, fakta lengkap, dan koreksi, buka artikel asli di https://news.zonaindonesia.com/berita/robot-humanoid-ini-bisa-kerja-hingga-20-jam-sehari-61f79c0d/.

Baca juga

Malaysia Gagal ke Final, Postingan Rasis ke Indonesia Bikin Miris

Rivalitas Indonesia dan Malaysia di media sosial setelah Timnas Indonesia memastikan tiket ke final FIFA ASEAN Cup 2026 sepertinya belum berkesudahan. Sayangnya, adu komentar yang awalnya berkaitan dengan sepakbola mulai melebar ke isu ras, sejarah, hingga keberadaan Indonesia…

Detik Inet

Semua berita Teknologi