Lewati ke konten

Rabu, 7 Oktober 20262927 berita

Rp 31 Triliun Digelontorkan, Daftar Bantalan Ekonomi Jelang Akhir 2026Alarm Kematian El Nino di RI, Benarkah Belasan Ribu Terancam Tewas?Mediasi Audi Marissa dan Anthony Xie Resmi Gagal, Kuasa Hukum: Pintu Rujuk Masih TerbukaRUU Pelindungan Ketenagakerjaan Atur Dana Cadangan Pesangon hingga Larangan Tahan IjazahDulu Buka Jalan Cawapres, Almas Kini Minta DPR Proses Makzulkan GibranCristiano Ronaldo Ungkap Alasan Tinggalkan Timnas Portugal, Klaim Jorge Jesus Ingkar JanjiSegini Hadiah Timnas Indonesia Usai Kalahkan Thailand di Final FIFA ASEAN Cup 2026Menko Sugino minta Menpora hitung kebutuhan tambahan bonus bagi atletMasalah Kualitas, As Roda Chery Omoda 5 Copot Terjadi di MalaysiaHaji Isam Tambah Kepemilikan Saham Bayan, Manajemen Buka Suara
Ekonomi

Rp 31 Triliun Digelontorkan, Daftar Bantalan Ekonomi Jelang Akhir 2026

Liputan6 Bisnis 3 menit baca 673 kata
Rp 31 Triliun Digelontorkan, Daftar Bantalan Ekonomi Jelang Akhir 2026 — gambar dari Liputan6 Bisnis
Gambar dari Liputan6 Bisnis. Ringkasan oleh Zona News.

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah menyiapkan paket stimulus ekonomi dengan nilai sekitar Rp 31 triliun untuk menjaga daya beli masyarakat pada kuartal IV 2026. Sejumlah program bantuan akan digulirkan, mulai dari bantuan subsidi upah (BSU), bantuan pangan, hingga pembukaan rekening bagi masyarakat.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, rencana stimulus tersebut telah dibahas dalam rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta.

Ia menjelaskan, pemerintah masih melakukan finalisasi sejumlah aturan, termasuk penyusunan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) sebelum program tersebut mulai berjalan.

"Nanti kita mesti mempersiapkan PMK-nya, menyiapkan yang lain, dan diharapkan dalam waktu yang tidak terlalu lama lagi kita bisa umumkan kapan itu berlaku," ujar Airlangga, dikutip Jumat (2/10/2026).

Menurut Airlangga, total kebutuhan anggaran untuk berbagai program stimulus tersebut masih dalam proses penyisiran oleh Kementerian Keuangan. Namun, pemerintah memperkirakan kebutuhan dana mencapai sekitar Rp 31 triliun.

"Anggaran program tersebut masih dalam proses penyisiran oleh Kementerian Keuangan dengan perkiraan kebutuhan sekitar Rp 31 triliun," katanya.

Paket stimulus ini menjadi salah satu upaya pemerintah untuk memperkuat konsumsi masyarakat sekaligus menjaga momentum pertumbuhan ekonomi hingga akhir tahun.

Ada BSU Rp 900 Ribu hingga Bantuan Beras 30 Kilogram Salah satu program yang menjadi bagian dari stimulus ekonomi kuartal IV 2026 adalah pemberian kembali Bantuan Subsidi Upah (BSU) bagi pekerja.

Airlangga mengatakan, BSU akan diberikan kepada 13,3 juta pekerja. Bantuan tersebut diberikan sebesar Rp 300 ribu per bulan selama tiga bulan dan disalurkan sekaligus.

Artinya, setiap pekerja yang menjadi penerima BSU akan memperoleh total bantuan sebesar Rp 900 ribu.

"Dan yang ketiga adalah pemerintah akan memberikan lagi bantuan subsidi upah, di mana bantuan subsidi upah ini diberikan 1 kali untuk 3 bulan dan per bulannya sebesar 300 ribu dan ini diberikan kepada 13,3 juta pekerja. Dan ini kebutuhan anggarannya diperkirakan sebesar hampir Rp 12 triliun," jelas Airlangga.

Selain BSU, pemerintah juga menyiapkan bantuan pangan berupa beras sebanyak 10 kilogram per bulan selama tiga bulan, yakni Oktober hingga Desember 2026.

Bantuan tersebut akan diberikan kepada 33.244.408 keluarga penerima manfaat (KPM) yang masuk kelompok desil 1 hingga desil 4.

"Ini diberikan kepada 33.244.408 Keluarga Penerima Manfaat. Ini desilnya 1 sampai 4, dan kebutuhan anggarannya kira-kira Rp 17,5 triliun," ujar Airlangga.

Ringkasan ini disusun otomatis dari artikel sumber. Untuk konteks, fakta lengkap, dan koreksi, buka artikel asli di https://news.zonaindonesia.com/berita/rp-31-triliun-digelontorkan-daftar-bantalan-ekonomi-jelang-akhir-2026-658b2ca9/.

Baca juga

Haji Isam Tambah Kepemilikan Saham Bayan, Manajemen Buka Suara

Haji Isam Tambah Kepemilikan Saham Bayan, Manajemen Buka Suara Jakarta, CNBC Indonesia - Aksi korporasi antar dua konglomerat, PT Bayan Resources Tbk (BYAN) milik Low Tuck Kwong dengan PT Jhonlin Baratama milik Andi Syamsuddin Arsyad atau Haji Isam masih berlanjut.

CNBC Indonesia

Semua berita Ekonomi