Ruben Amorim Sulap Pemain 'Terbuang' AC Milan Jadi Aset Penting, Siapa Saja?
Liputan6.com, Jakarta - Ruben Amorim membawa perubahan dalam komposisi skuad AC Milan sejak dipercaya menjadi pelatih kepala pada musim panas 2026. Di tengah hasil yang belum sepenuhnya konsisten, sejumlah pemain yang sebelumnya diperkirakan bakal hengkang justru mendapatkan peran lebih besar.
Amorim mencoba memaksimalkan pemain yang tersedia dengan memberikan peran berbeda sesuai kebutuhan tim. Pendekatan tersebut membuat beberapa nama yang sempat berada di luar rencana kembali mendapatkan kesempatan untuk membuktikan diri.
Pervis Estupinan menjadi salah satu contoh paling jelas dari perubahan tersebut. Bek sayap asal Ekuador itu hampir bergabung dengan Aston Villa sebelum Amorim meminta klub menunda transfer demi melihat kemampuannya selama pemusatan latihan.
Yunus Musah dan Samuel Chukwueze juga mengalami perubahan situasi setelah sempat diperkirakan meninggalkan San Siro. Keduanya kini menjadi bagian dari opsi penting Amorim, dengan Musah digunakan sebagai gelandang dalam double pivot dan Chukwueze mendapat peran baru di sisi kanan.
Estupinan, Musah, dan Chukwueze Dapat Peran Baru Estupinan awalnya hampir dijual ke Aston Villa sebelum keberangkatannya bersama Milan ke Australia. Amorim kemudian menghentikan proses tersebut untuk mengevaluasi sang pemain secara langsung, hingga Milan akhirnya memilih mempertahankannya setelah Villa mengalihkan perhatian kepada Ruggeri.
Situasi serupa dialami Musah setelah Atalanta tidak mengaktifkan opsi pembelian senilai €24 juta. Kemampuan fisik dan intensitas gelandang tersebut membuat Amorim melihatnya sebagai opsi untuk mengisi double pivot, terutama dalam pertandingan yang membutuhkan energi dan kekuatan di lini tengah.
Chukwueze juga memperoleh kehidupan baru di bawah arahan Amorim. Pemain asal Nigeria tersebut ditempatkan sebagai pemain sisi kanan dengan tugas membantu menciptakan peluang, sebuah perubahan yang membuatnya mendapatkan kesempatan bermain lebih konsisten.
Tomori hingga Saelemaekers Masih Jadi Opsi Amorim Fikayo Tomori menjadi kasus yang berbeda karena sudah kembali masuk skuad, meski belum mendapatkan kesempatan bermain. Sementara itu, Ruben Loftus-Cheek masih menjadi tanda tanya karena Amorim telah berupaya memberinya kepercayaan, tetapi performanya belum menunjukkan konsistensi.
Alexis Saelemaekers juga menjadi salah satu pemain yang bisa digunakan dalam beberapa posisi. Amorim telah memainkannya sebagai wing-back maupun pemain yang lebih ofensif di sisi kanan dan kiri, meski saat ini sang pemain harus menepi akibat cedera pergelangan kaki.
Fleksibilitas tersebut menunjukkan upaya Amorim untuk mendapatkan solusi dari pemain yang sudah tersedia di skuad. Pendekatan ini sekaligus memberi Milan lebih banyak opsi taktis sebelum kembali mempertimbangkan kebutuhan tambahan pemain pada bursa transfer berikutnya.
Sumber: SempreMilan Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6
Ringkasan ini disusun otomatis dari artikel sumber. Untuk konteks, fakta lengkap, dan koreksi, buka artikel asli di https://news.zonaindonesia.com/berita/ruben-amorim-sulap-pemain-terbuang-ac-milan-jadi-aset-penting-siapa-3c399b10/.
Baca juga
Fictor Roring nilai jumlah laga IBL All Indonesian harus lebih banyak
Jakarta (ANTARA) - Legenda bola basket Indonesia Fictor Gideon Roring menilai jumlah pertandingan Indonesian Basketball League (IBL) All Indonesian perlu ditambah agar pemain lokal memperoleh menit bermain lebih banyak, sekaligus mendukung kebutuhan timnas putra Indonesia secara…
Luca Marini Belajar dari Pengalaman Antisipasi Cuaca Buruk MotoGP Indonesia 2026
Liputan6.com, Jakarta - Pembalap Honda HRC Castrol Luca Marini percaya diri menghadapi MotoGP Indonesia 2026 di Mandalika yang berlangsung 9-11 Oktober mendatang. Meski ada kemungkinan cuaca tidak bersahabat, Marini mengaku sudah belajar dari pengalaman di GP Jepang kemarin.
Persija Jakarta jaga kebugaran untuk hadapi jadwal padat
Jakarta (ANTARA) - Pelatih Persija Jakarta Shin Tae-yong menjelaskan tim asuhannya terus berusaha menjaga kebugaran untuk menghadapi jadwal padat yang mereka hadapi pada Oktober ini.
Timnas Indonesia Masuki Era Baru, Piala Asia 2027 Jadi Harapan
FIFA ASEAN Cup 2026 Timnas Indonesia Masuki Era Baru, Piala Asia 2027 Jadi Harapan Juara ASEAN Cup 2026 jadi awal era baru Timnas Indonesia. Calvin Verdonk dan kolega kini menatap tantangan besar di Piala Asia 2027.