Rupiah Menguat Tipis ke Rp17.947 Jelang Akhir Pekan Ini
Nilai tukar rupiah berada di level Rp17.947 per dolar AS pada perdagangan Jumat (2/10) pagi. Mata uang Garuda menguat 19 poin atau 0,11 persen dibandingkan perdagangan sebelumnya.
Pergerakan rupiah terjadi di tengah pergerakan mata uang Asia yang bervariasi terhadap dolar AS. Yuan China menguat 0,02 persen, peso Filipina menguat 0,19 persen, dan yen Jepang naik 0,02 persen.
Sementara itu, ringgit Malaysia melemah 0,04 persen, dolar Singapura terdepresiasi 0,05 persen, dan won Korea Selatan melemah 0,16 persen. Dolar Hong Kong tercatat bergerak datar.
Di sisi lain, seluruh mata uang utama negara maju yang dipantau bergerak melemah terhadap dolar AS. Euro Eropa turun 0,07 persen, poundsterling Inggris melemah 0,04 persen, dolar Australia terkoreksi 0,17 persen, dolar Kanada turun 0,03 persen, dan franc Swiss melemah 0,04 persen.
Analis mata uang DOO Financial Futures Lukman Leong mengatakan rupiah diperkirakan masih tertekan terhadap dolar AS meski pada perdagangan pagi ini menguat.
"Rupiah diperkirakan masih tertekan terhadap dolar AS seiring kenaikan kembali harga minyak mentah dunia di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah, menyusul pengerahan kapal induk ketiga oleh AS serta sinyal kemungkinan berlanjutnya serangan udara terhadap Iran," ujar Lukman kepada CNNIndonesia.com, Jumat (2/10).
Ia memperkirakan pergerakan rupiah hari ini berada dalam rentang Rp17.900 hingga Rp18 ribu per dolar AS.
Ringkasan ini disusun otomatis dari artikel sumber. Untuk konteks, fakta lengkap, dan koreksi, buka artikel asli di https://news.zonaindonesia.com/berita/rupiah-menguat-tipis-ke-rp17947-jelang-akhir-pekan-ini-31ef4667/.
Baca juga
RUU Pelindungan Ketenagakerjaan Atur Dana Cadangan Pesangon hingga Larangan Tahan Ijazah
Liputan6.com, Jakarta - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Yassierli, menuturkan, Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Pelindungan Ketenagakerjaan merupakan bagian penting dari upaya menghadirkan era baru hukum ketenagakerjaan.
Haji Isam Tambah Kepemilikan Saham Bayan, Manajemen Buka Suara
Haji Isam Tambah Kepemilikan Saham Bayan, Manajemen Buka Suara Jakarta, CNBC Indonesia - Aksi korporasi antar dua konglomerat, PT Bayan Resources Tbk (BYAN) milik Low Tuck Kwong dengan PT Jhonlin Baratama milik Andi Syamsuddin Arsyad atau Haji Isam masih berlanjut.
Harga Minyak Dunia Mendidih ke US$101,5 Imbas Ancaman Badai AS
Harga minyak mentah dunia naik pada perdagangan Rabu (7/10) dipicu oleh potensi gangguan pasokan akibat badai yang mengancam fasilitas produksi kilang minyak di Amerika Serikat (AS).
Rupiah dan Dong Jadi Jagoan Asia, Menguat Saat Mata Uang Lain Tertekan
Rupiah & Dong Jadi Jagoan Asia, Menguat Saat Mata Uang Lain Tertekan Jakarta, CNBC Indonesia - Pelemahan kembali mendominasi mata uang Asia pada perdagangan Rabu (7/10/2026).