Rusia tegaskan akan merespons atas ancaman terhadap Kaliningrad
Jenewa (ANTARA) - Rusia akan merespons “setiap tindakan” yang mengancam kedaulatannya atau menyasar penduduk sipil di Kaliningrad, kata seorang diplomat senior Rusia, Kamis (1/10) di tengah meningkatnya ketegangan antara Moskow dan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) terkait eksklave Rusia tersebut.
“Setiap ancaman terhadap kedaulatan atau setiap serangan yang menyasar penduduk sipil Federasi Rusia, termasuk di Kaliningrad, harus mendapat respons tanpa batas dalam hal melindungi kedaulatan dan penduduk kami,” kata Duta Besar Utama Kementerian Luar Negeri Rusia Rodion Miroshnik kepada wartawan di Jenewa.
“Setiap tindakan yang mengancam kedaulatan kami akan mendapat respons tegas,” katanya dalam pertemuan di Kedutaan Besar Rusia.
Eksklave adalah bagian dari suatu wilayah negara yang secara geografis terpisah sepenuhnya dari daratan utama negara tersebut dan dikelilingi oleh wilayah satu atau beberapa negara asing.
Ketika ditanya apakah blokade terhadap Kaliningrad termasuk salah satu “garis merah” tersebut, Miroshnik kembali menegaskan bahwa “setiap tindakan” terhadap penduduk sipil Rusia akan dianggap sebagai ancaman terhadap kedaulatannya.
“Kaliningrad tidak berbeda dari wilayah lain di Federasi Rusia,” katanya, seraya menambahkan bahwa wilayah tersebut “mendapat perlindungan yang sama seperti bagian lain dari negara Rusia.” Pernyataan itu disampaikan setelah Rusia memperingatkan NATO bahwa pihaknya dapat menggunakan senjata nuklir jika aliansi tersebut berupaya memutus akses ke Kaliningrad, eksklave Rusia di Laut Baltik yang berada di antara negara anggota NATO, Polandia dan Lithuania.
Sekretaris Jenderal NATO, Mark Rutte, Rabu, memastikan bahwa aliansi tersebut telah menerima komunikasi dari Rusia, tetapi menolak mengungkapkan isi komunikasi tersebut secara rinci.
Ia mendesak Moskow untuk “menghentikan ancaman nuklir” dan menegaskan bahwa NATO merupakan aliansi yang bersifat pertahanan.
Presiden Rusia Vladimir Putin juga memerintahkan langkah-langkah untuk memastikan keamanan Kaliningrad, menurut Penasihat Kremlin Nikolai Patrushev, yang memperingatkan akan adanya “respons yang tepat dan segera” terhadap setiap tindakan agresif.
Secara terpisah, ketika ditanya mengenai preferensi Rusia dalam proses pemilihan Sekretaris Jenderal PBB berikutnya, Miroshnik mengatakan dirinya tidak dapat menilai kandidat mana yang akan “lebih dapat diterima” atau “kurang dapat diterima” bagi Moskow.
Namun, ia mengatakan Rusia “menginginkan sekretaris jenderal berikutnya tidak bertindak dengan cara yang sama seperti Bapak (Antonio) Guterres.” Masa jabatan kedua Guterres berakhir pada 31 Desember, dan penggantinya dijadwalkan mulai menjabat pada Januari 2027.
Sumber: Anadolu an otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Ringkasan ini disusun otomatis dari artikel sumber. Untuk konteks, fakta lengkap, dan koreksi, buka artikel asli di https://news.zonaindonesia.com/berita/rusia-tegaskan-akan-merespons-atas-ancaman-terhadap-kaliningrad-54678b4f/.
Baca juga
Penusukan di Sekolah Turki, 1 Siswa SMP Tewas
Seorang siswa sekolah menengah pertama (SMP) meninggal dunia dalam peristiwa penusukan di sebuah sekolah di ibu kota Istanbul, Turki, pada Selasa (6/10). Peristiwa itu terjadi di distrik Basaksehir, barat laut kota itu, sekitar pukul 08.40 waktu setempat.
Han So Hee hingga Rain gabung dalam serial "Solo Leveling"
Jakarta (ANTARA) - Aktris Han So Hee, Sung Joon, aktor Byeon Woo Seok hingga penyanyi sekaligus aktor Rain dipastikan bergabung dalam serial Korea Selatan live-action Netflix mendatang, "Solo Leveling".
Pilot Flydubai yang Nyaris Bajak Pesawat Disebut Mau Tiru Tragedi 9/11
Pilot Flydubai yang mencoba menjatuhkan pesawat menuju Israel disebut ingin meniru serangan 9/11 yakni menabrakkan pesawat ke Bandara Ben Gurion dan gedung-gedung di Tel Aviv.
Desakan AS ke Iran untuk Pangkas Uranium, Vance: Buat Apa hingga 60 Persen?
Iran Vs Amerika Memanas Desakan AS ke Iran untuk Pangkas Uranium, Vance: Buat Apa hingga 60 Persen? Wakil Presiden Amerika Serikat (AS), JD Vance mendesak Iran untuk segera memangkas pengayaan uranium untuk mengakhiri perang.