Lewati ke konten

Rabu, 7 Oktober 20262927 berita

Terkuak Kondisi Bandara Dhoho Kediri yang Ditinggalkan Angkasa PuraAlarm Kematian El Nino di RI, Benarkah Belasan Ribu Terancam Tewas?Mediasi Audi Marissa dan Anthony Xie Resmi Gagal, Kuasa Hukum: Pintu Rujuk Masih TerbukaRUU Pelindungan Ketenagakerjaan Atur Dana Cadangan Pesangon hingga Larangan Tahan IjazahDulu Buka Jalan Cawapres, Almas Kini Minta DPR Proses Makzulkan GibranCristiano Ronaldo Ungkap Alasan Tinggalkan Timnas Portugal, Klaim Jorge Jesus Ingkar JanjiSegini Hadiah Timnas Indonesia Usai Kalahkan Thailand di Final FIFA ASEAN Cup 2026Menko Sugino minta Menpora hitung kebutuhan tambahan bonus bagi atletMasalah Kualitas, As Roda Chery Omoda 5 Copot Terjadi di MalaysiaHaji Isam Tambah Kepemilikan Saham Bayan, Manajemen Buka Suara
Ekonomi

Terkuak Kondisi Bandara Dhoho Kediri yang Ditinggalkan Angkasa Pura

Detik 2 menit baca 375 kata
Terkuak Kondisi Bandara Dhoho Kediri yang Ditinggalkan Angkasa Pura — gambar dari Detik Finance
Gambar dari Detik Finance. Ringkasan oleh Zona News.

PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) atau Injourney buka-bukaan mengenai trafik Bandara Dhoho, Kediri belum maksimal. Angkasa Pura Indonesia sendiri telah melepas pengelolaan Bandara Dhoho, Kediri, Jawa Timur.

Direktur Operasi PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) alias Injourney Airports Agus Haryadi mengakui performa dari Bandara Dhoho selama ini masih belum maksimal. Ditambah situasi di mana kondisi industri penerbangan nasional yang tengah mengalami depresiasi akibat berbagai faktor eksternal, termasuk "Ya, kalau boleh dikatakan jujur memang secara trafik belum maksimal ya, apalagi dalam situasi terakhir setelah kondisi penerbangan ini sedang terdepresiasi karena berbagai faktorlah," ujar Agus dalam diskusi di Mercure Bandung, City Centre, Jawa Barat, Jumat (2/10/2026).

Agus menjelaskan faktor yang paling memukul operasional penerbangan saat ini salah satunya ketegangan geopolitik global yang berdampak langsung pada lonjakan harga avtur. Agus menyebut komponen avtur kini hampir mendekati 60% dari total biaya operasional maskapai.

"Hampir mencapai 60% dari komponen biaya, sehingga ini memang mempengaruhi terhadap trafik. Saya sendiri tadi sudah menyampaikan, mungkin ini akan kita akan decline sekitar tiga persen di akhir tahun," terang Agus.

Agus menjelaskan keputusan untuk melepas pengelolaan Bandar Dhoho murni atas permintaan pihak pemrakarsa, bukan karena persoalan wanprestasi dalam kerja sama.

Ia memastikan tidak menemukan adanya pelanggaran perjanjian selama proses Kerja Sama Operasi (KSO) berlangsung. Keputusan pengakhiran kerja sama ini diambil secara baik-baik atas dasar permintaan dari pihak PT Surya Dhoho Investama.

"Perlu dicatat, bahwa untuk Dhoho ini sebenarnya itu kan bukan karena salah satu pihak wanprestasi. Jadi dari sisi kami juga sebenarnya bukan karena tidak terpenuhinya isi perjanjian gitu, ya. Emang ini adalah permintaan dari merekalah ya, mungkin mengembangkan sendiri," beber ia.

Sebagai informasi, PT Angkasa Pura telah keluar dari Bandara Dhoho Kediri. Kini bandara tersebut dikelola penuh oleh PT Surya Dhoho Investama.

Hal itu ditandai dengan Perjanjian Pengakhiran Kerja Sama Operasi (KSO) pada 31 Agustus 2026, antara Surya Dhoho Investama, anak usaha PT Gudang Garam Tbk yang bergerak di bidang infrastruktur, dengan PT Angkasa Pura Indonesia.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Lukman F. Laisa mengatakan perjanjian tersebut mengatur penyelesaian hak dan kewajiban para pihak, pelaksanaan masa transisi, penyerahan dokumen dan aset, serta peralihan tanggung jawab operasional.

"Pengakhiran Perjanjian Kerja Sama Operasi antara PT Surya Dhoho Investama dengan PT Angkasa Pura Indonesia disepakati untuk diakhiri berdasarkan itikad baik kedua belah pihak," kata Lukman dalam keterangannya, Selasa (29/9/2026).

Ringkasan ini disusun otomatis dari artikel sumber. Untuk konteks, fakta lengkap, dan koreksi, buka artikel asli di https://news.zonaindonesia.com/berita/terkuak-kondisi-bandara-dhoho-kediri-yang-ditinggalkan-angkasa-pura-b76b11eb/.

Baca juga

Haji Isam Tambah Kepemilikan Saham Bayan, Manajemen Buka Suara

Haji Isam Tambah Kepemilikan Saham Bayan, Manajemen Buka Suara Jakarta, CNBC Indonesia - Aksi korporasi antar dua konglomerat, PT Bayan Resources Tbk (BYAN) milik Low Tuck Kwong dengan PT Jhonlin Baratama milik Andi Syamsuddin Arsyad atau Haji Isam masih berlanjut.

CNBC Indonesia

Semua berita Ekonomi