Lewati ke konten

Rabu, 7 Oktober 20262927 berita

Thailand Cabut Kewarganegaraan Pengusaha Israel, Ini AlasannyaAlarm Kematian El Nino di RI, Benarkah Belasan Ribu Terancam Tewas?Mediasi Audi Marissa dan Anthony Xie Resmi Gagal, Kuasa Hukum: Pintu Rujuk Masih TerbukaRUU Pelindungan Ketenagakerjaan Atur Dana Cadangan Pesangon hingga Larangan Tahan IjazahDulu Buka Jalan Cawapres, Almas Kini Minta DPR Proses Makzulkan GibranCristiano Ronaldo Ungkap Alasan Tinggalkan Timnas Portugal, Klaim Jorge Jesus Ingkar JanjiSegini Hadiah Timnas Indonesia Usai Kalahkan Thailand di Final FIFA ASEAN Cup 2026Menko Sugino minta Menpora hitung kebutuhan tambahan bonus bagi atletMasalah Kualitas, As Roda Chery Omoda 5 Copot Terjadi di MalaysiaHaji Isam Tambah Kepemilikan Saham Bayan, Manajemen Buka Suara
Internasional

Thailand Cabut Kewarganegaraan Pengusaha Israel, Ini Alasannya

CNBC Indonesia 2 menit baca 385 kata
Thailand Cabut Kewarganegaraan Pengusaha Israel, Ini Alasannya — gambar dari CNBC Indonesia
Gambar dari CNBC Indonesia. Ringkasan oleh Zona News.

Thailand Cabut Kewarganegaraan Pengusaha Israel, Ini Alasannya Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah Thailand mencabut kewarganegaraan seorang pengusaha kelahiran Israel, Ariel Blustein, setelah menemukan bukti bahwa ia masih menggunakan kewarganegaraan dan paspor lamanya setelah memperoleh kewarganegaraan Thailand melalui proses naturalisasi.

Melansir Bangkok Post, keputusan tersebut ditandatangani Perdana Menteri Thailand sekaligus Menteri Dalam Negeri, Anutin Charnvirakul, pada 1 Oktober 2026.

Blustein, yang dikenal sebagai pengusaha permata dan perhiasan berbasis di Bangkok, sebelumnya memperoleh kewarganegaraan Thailand melalui proses naturalisasi pada 2019. Namun, setelah memperoleh kewarganegaraan Thailand, pemerintah menemukan bahwa Blustein masih menggunakan paspor Israel untuk perjalanan internasional.

Salah satu perjalanan yang menjadi perhatian terjadi tepat pada hari ketika kartu identitas Thailand miliknya diterbitkan. Menurut otoritas Thailand, pada 14 Juni 2019 Blustein bepergian ke Hong Kong menggunakan paspor Israel. Ia kemudian kembali ke Thailand pada 23 Juni 2019, juga menggunakan paspor Israel.

Bagi pemerintah Thailand, penggunaan tersebut dianggap sebagai bukti bahwa Blustein masih menjalankan atau menggunakan kewarganegaraan sebelumnya setelah resmi menjadi warga negara Thailand.

Selain persoalan paspor Israel, pemerintah juga menemukan persoalan lain terkait kewarganegaraan Blustein.

Otoritas Thailand menyatakan bahwa Blustein memiliki kewarganegaraan Uruguay. Namun, kewarganegaraan tersebut disebut tidak diungkapkan ketika ia mengajukan permohonan naturalisasi sebagai warga negara Thailand.

Menurut Kementerian Dalam Negeri Thailand, tidak diungkapkannya kewarganegaraan Uruguay tersebut merupakan fakta material dalam proses pengajuan kewarganegaraan. Pemerintah menilai adanya penggunaan kewarganegaraan sebelumnya serta dugaan penyembunyian informasi penting menjadi dasar untuk mencabut kewarganegaraan Thailand yang telah diperolehnya.

Pencabutan terjadi di tengah peninjauan sistem kewarganegaraan Pencabutan kewarganegaraan Blustein terjadi ketika pemerintah Thailand tengah meningkatkan pengawasan terhadap proses pemberian kewarganegaraan kepada warga asing.

Pemerintah disebut sedang meninjau prosedur dan kriteria pengajuan kewarganegaraan serta mempertimbangkan kemungkinan perubahan terhadap Undang-Undang Kewarganegaraan 1965. Pemeriksaan tersebut berlangsung bersamaan dengan meningkatnya pengawasan terhadap struktur bisnis asing dan dugaan penggunaan perusahaan nominee.

Meski demikian, pemerintah belum menyatakan bahwa seluruh warga Thailand yang memiliki kewarganegaraan lain akan kehilangan status kewarganegaraannya.

Kasus Blustein secara khusus berkaitan dengan proses naturalisasi dan temuan pemerintah mengenai penggunaan paspor Israel setelah memperoleh kewarganegaraan Thailand serta dugaan tidak mengungkapkan kepemilikan kewarganegaraan Uruguay.

Hingga laporan ini dibuat, media Thailand yang memberitakan pencabutan tersebut belum memuat tanggapan dari Blustein maupun kuasa hukumnya mengenai keputusan pemerintah.

Keputusan 1 Oktober itu sekaligus menjadi salah satu contoh terbaru bagaimana pemerintah Thailand menggunakan kewenangan yang telah tersedia dalam undang-undang untuk meninjau kembali kewarganegaraan yang diperoleh melalui proses naturalisasi.

Ringkasan ini disusun otomatis dari artikel sumber. Untuk konteks, fakta lengkap, dan koreksi, buka artikel asli di https://news.zonaindonesia.com/berita/thailand-cabut-kewarganegaraan-pengusaha-israel-ini-alasannya-b5c572bf/.

Baca juga

Penusukan di Sekolah Turki, 1 Siswa SMP Tewas

Seorang siswa sekolah menengah pertama (SMP) meninggal dunia dalam peristiwa penusukan di sebuah sekolah di ibu kota Istanbul, Turki, pada Selasa (6/10). Peristiwa itu terjadi di distrik Basaksehir, barat laut kota itu, sekitar pukul 08.40 waktu setempat.

CNN Indonesia

Semua berita Internasional