Tiga Tanda Ban Skutik Sudah Tak Layak Pakai
Liputan6.com, Jakarta - Merawat sepeda motor matic tidak cukup hanya dengan memperhatikan kondisi mesin dan komponen Continuous Variable Transmission (CVT). Ada satu komponen yang tak kalah penting karena menjadi satu-satunya bagian kendaraan yang bersentuhan langsung dengan permukaan jalan, yakni ban.
Kondisi ban skutik berkaitan erat dengan keselamatan berkendara. Sayangnya, masih banyak pengendara yang baru mengganti ban ketika kembangannya sudah benar-benar gundul atau permukaannya terasa licin.
Padahal, tanda ban motor harus diganti tidak hanya bisa dilihat dari ketebalan alur kembangannya. Ada sejumlah indikasi lain yang perlu diperhatikan agar pengendara terhindar dari risiko kehilangan traksi hingga kecelakaan.
Dilansir dari laman Wahana Honda, Kamis (1/10/2026), terdapat tiga tanda utama yang menunjukkan ban motor matic sudah waktunya diganti.
1. Tonjolan Indikator TWI Sudah Sejajar dengan Tapak Ban Setiap ban umumnya dilengkapi Tread Wear Indicator (TWI) yang berfungsi sebagai penanda batas keausan ban.
Untuk menemukannya, pengendara dapat melihat simbol segitiga kecil yang terdapat pada bagian dinding samping atau sidewall ban. Jika ditarik garis lurus dari simbol tersebut menuju bagian tengah tapak, akan ditemukan tonjolan karet kecil di antara alur kembangan.
Ketika permukaan tapak ban sudah terkikis hingga sejajar dengan tonjolan TWI, artinya ban telah mencapai batas keausan yang direkomendasikan.
Kondisi tersebut menandakan kemampuan ban dalam mencengkeram permukaan jalan sudah menurun. Jika tetap digunakan, terutama pada kondisi jalan basah, risiko ban kehilangan traksi dan motor tergelincir dapat meningkat.
Karena itu, pengendara sebaiknya tidak menunggu hingga seluruh kembangan ban terlihat gundul untuk melakukan penggantian.
2. Muncul Retakan Rambut pada Permukaan Ban Kembangan yang masih terlihat tebal bukan berarti kondisi ban otomatis masih aman digunakan. Pengendara juga perlu memeriksa kondisi permukaan karet secara menyeluruh.
Salah satu tanda yang patut diwaspadai adalah munculnya retakan-retakan halus atau retak rambut pada permukaan ban.
Retakan tersebut dapat menjadi indikasi bahwa material karet sudah mulai mengeras dan kehilangan elastisitas. Kondisi ini bisa terjadi akibat ban terus terpapar panas aspal, sinar matahari, serta air hujan.
Dalam materi Wahana Honda, masa penggunaan optimal ban disebut berada di kisaran 1,5 hingga 2 tahun, meskipun kondisi aktual tetap perlu disesuaikan dengan penggunaan dan kondisi fisik ban.
Ban yang sudah getas berpotensi kehilangan kemampuan mencengkeram aspal secara optimal. Risikonya semakin besar ketika motor digunakan melintasi jalan yang basah, karena traksi dapat berkurang dan potensi aquaplaning meningkat.
Ringkasan ini disusun otomatis dari artikel sumber. Untuk konteks, fakta lengkap, dan koreksi, buka artikel asli di https://news.zonaindonesia.com/berita/tiga-tanda-ban-skutik-sudah-tak-layak-pakai-87903684/.
Baca juga
Juara FIFA ASEAN Cup 2026: Penebusan Dosa John Herdman Bersama Timnas Indonesia
FIFA ASEAN Cup 2026 Juara FIFA ASEAN Cup 2026: Penebusan Dosa John Herdman Bersama Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026 jadi cara sempurna John Herdman selaku pelatih Timnas Indonesia menebus dosa kegagalannya di Piala AFF.
Pelatih Portugal Buka Pintu untuk Ronaldo: Asalkan Dia Bermain
Pelatih Portugal Jorge Jesus membuka pintu untuk Cristiano Ronaldo tetap bermain di tim nasional usai lolos ke perempat final UEFA Nations League A, Senin (5/10) dini hari WIB.
Teun Koopmeiners Bicara soal Peran Tak Biasa saat Belanda Tekuk Serbia
Liputan6.com, Jakarta - Teun Koopmeiners menjadi salah satu pemain penting dalam kemenangan Belanda atas Serbia pada laga UEFA Nations League. Selain mencetak gol pembuka, pemain tersebut mendapat tugas tak biasa dengan bermain sebagai bek tengah.
Xavi Puas dengan Kerja Keras Belanda saat Kalahkan Serbia
Pelatih Timnas Belanda,Xavi Hernandez, puas dengan kerja keras anak asuhannya untuk mengalahkan Serbia. Ia menilai Serbia sempat sulitkan De Oranje.