Lewati ke konten

Senin, 5 Oktober 20262062 berita

Tiga Tanda Ban Skutik Sudah Tak Layak PakaiLaboratorium pemikiran lingkar dalam PresidenHarga Minyak Dunia Turun ke US$101 usai G7 Lepas Cadangan DaruratPemerintah gulirkan sejumlah stimulus ekonomi untuk kuartal IV 2026Wamenlu Havas usul MoU kemitraan mineral hijau RI-ChilePrabowo Beri Tanda Kehormatan ke Sejumlah Tokoh TNI, Ini Daftar Lengkapnya!Modus Kuras Rekening Beredar di Sekitar MRT, Kenali TandanyaVideo: Houthi Klaim Serang Fasilitas Aramco di RiyadhPrabowo Beri Bintang Kehormatan ke Eks Menko Polkam hingga Panglima TNIJuara FIFA ASEAN Cup 2026: Penebusan Dosa John Herdman Bersama Timnas Indonesia
Olahraga

Tiga Tanda Ban Skutik Sudah Tak Layak Pakai

Liputan6 Otomotif 3 menit baca 586 kata
Tiga Tanda Ban Skutik Sudah Tak Layak Pakai — gambar dari Liputan6 Otomotif
Gambar dari Liputan6 Otomotif. Ringkasan oleh Zona News.

Liputan6.com, Jakarta - Merawat sepeda motor matic tidak cukup hanya dengan memperhatikan kondisi mesin dan komponen Continuous Variable Transmission (CVT). Ada satu komponen yang tak kalah penting karena menjadi satu-satunya bagian kendaraan yang bersentuhan langsung dengan permukaan jalan, yakni ban.

Kondisi ban skutik berkaitan erat dengan keselamatan berkendara. Sayangnya, masih banyak pengendara yang baru mengganti ban ketika kembangannya sudah benar-benar gundul atau permukaannya terasa licin.

Padahal, tanda ban motor harus diganti tidak hanya bisa dilihat dari ketebalan alur kembangannya. Ada sejumlah indikasi lain yang perlu diperhatikan agar pengendara terhindar dari risiko kehilangan traksi hingga kecelakaan.

Dilansir dari laman Wahana Honda, Kamis (1/10/2026), terdapat tiga tanda utama yang menunjukkan ban motor matic sudah waktunya diganti.

1. Tonjolan Indikator TWI Sudah Sejajar dengan Tapak Ban Setiap ban umumnya dilengkapi Tread Wear Indicator (TWI) yang berfungsi sebagai penanda batas keausan ban.

Untuk menemukannya, pengendara dapat melihat simbol segitiga kecil yang terdapat pada bagian dinding samping atau sidewall ban. Jika ditarik garis lurus dari simbol tersebut menuju bagian tengah tapak, akan ditemukan tonjolan karet kecil di antara alur kembangan.

Ketika permukaan tapak ban sudah terkikis hingga sejajar dengan tonjolan TWI, artinya ban telah mencapai batas keausan yang direkomendasikan.

Kondisi tersebut menandakan kemampuan ban dalam mencengkeram permukaan jalan sudah menurun. Jika tetap digunakan, terutama pada kondisi jalan basah, risiko ban kehilangan traksi dan motor tergelincir dapat meningkat.

Karena itu, pengendara sebaiknya tidak menunggu hingga seluruh kembangan ban terlihat gundul untuk melakukan penggantian.

2. Muncul Retakan Rambut pada Permukaan Ban Kembangan yang masih terlihat tebal bukan berarti kondisi ban otomatis masih aman digunakan. Pengendara juga perlu memeriksa kondisi permukaan karet secara menyeluruh.

Salah satu tanda yang patut diwaspadai adalah munculnya retakan-retakan halus atau retak rambut pada permukaan ban.

Retakan tersebut dapat menjadi indikasi bahwa material karet sudah mulai mengeras dan kehilangan elastisitas. Kondisi ini bisa terjadi akibat ban terus terpapar panas aspal, sinar matahari, serta air hujan.

Dalam materi Wahana Honda, masa penggunaan optimal ban disebut berada di kisaran 1,5 hingga 2 tahun, meskipun kondisi aktual tetap perlu disesuaikan dengan penggunaan dan kondisi fisik ban.

Ban yang sudah getas berpotensi kehilangan kemampuan mencengkeram aspal secara optimal. Risikonya semakin besar ketika motor digunakan melintasi jalan yang basah, karena traksi dapat berkurang dan potensi aquaplaning meningkat.

Ringkasan ini disusun otomatis dari artikel sumber. Untuk konteks, fakta lengkap, dan koreksi, buka artikel asli di https://news.zonaindonesia.com/berita/tiga-tanda-ban-skutik-sudah-tak-layak-pakai-87903684/.

Baca juga

Semua berita Olahraga