Lewati ke konten

Rabu, 7 Oktober 20262927 berita

Wamen ESDM Buka Suara Soal Harga Pertamax Cs Tak BerubahAlarm Kematian El Nino di RI, Benarkah Belasan Ribu Terancam Tewas?Mediasi Audi Marissa dan Anthony Xie Resmi Gagal, Kuasa Hukum: Pintu Rujuk Masih TerbukaRUU Pelindungan Ketenagakerjaan Atur Dana Cadangan Pesangon hingga Larangan Tahan IjazahDulu Buka Jalan Cawapres, Almas Kini Minta DPR Proses Makzulkan GibranCristiano Ronaldo Ungkap Alasan Tinggalkan Timnas Portugal, Klaim Jorge Jesus Ingkar JanjiSegini Hadiah Timnas Indonesia Usai Kalahkan Thailand di Final FIFA ASEAN Cup 2026Menko Sugino minta Menpora hitung kebutuhan tambahan bonus bagi atletMasalah Kualitas, As Roda Chery Omoda 5 Copot Terjadi di MalaysiaHaji Isam Tambah Kepemilikan Saham Bayan, Manajemen Buka Suara
Ekonomi

Wamen ESDM Buka Suara Soal Harga Pertamax Cs Tak Berubah

Liputan6 Bisnis 3 menit baca 641 kata
Wamen ESDM Buka Suara Soal Harga Pertamax Cs Tak Berubah — gambar dari Liputan6 Bisnis
Gambar dari Liputan6 Bisnis. Ringkasan oleh Zona News.

Liputan6.com, Jakarta - Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (Wamen ESDM), Yuliot Tanjung memberikan tanggapan mengenai harga BBM nonsubsidi atau harga Pertamax Cs yang ditahan meski minyak dunia bergejolak. Langkah evaluasi terus dilakukan oleh Kementerian ESDM.

Penetapan harga BBM nonsubsidi mengikuti perkembangan harga minyak dunia dan biasanya disesuaikan setiap awal bulan. Namun, pada Oktober 2026 ini, Pertamina memutuskan belum mengubah harga BBM non subsidi.

Yuliot mengungkap tak ada alasan khusus mengenai hal tersebut. "Enggak, Pertamax ini menyesuaikan dengan keekonomian. Jadi, ya nanti ya seharusnya itu dari Dirjen Migas sudah menyampaikan evaluasi, yang ini, saya cek lagi," kata Yuliot di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (2/10/2026).

Sebelumnya, Harga bahan bakar minyak (BBM) Pertamina pada 1 Oktober 2026 tidak mengalami perubahan dibandingkan dengan September 2026. Harga BBM subsidi maupun nonsubsidi masih berada pada level yang sama.

Vice President Corporate Communication Pertamina Patra Niaga Kitty Andhora mengatakan harga BBM subsidi seperti Pertalite dan Biosolar tetap mengikuti kebijakan pemerintah.

Sementara itu, harga BBM nonsubsidi masih mempertimbangkan sejumlah faktor, termasuk kondisi masyarakat dan perkembangan harga minyak dunia.

“Per 1 Oktober harga BBM baik subsidi dan nonsubsidi masih tetap sama dengan harga per bulan September,” ujar Kitty dikutip Antara, Kamis (1/10/2026).

BBM Subsidi Tetap Untuk BBM subsidi, pemerintah telah menetapkan harga Pertalite dan Biosolar tidak berubah hingga akhir 2026.

“Maka sampai saat ini, masih diterapkan harga yang sama dengan periode sebelumnya,” kata Kitty.

Dengan demikian, masyarakat masih membeli Pertalite seharga Rp 10.000 per liter dan Biosolar Rp 6.800 per liter.

Daftar Harga BBM Berikut daftar harga BBM Pertamina yang berlaku per 1 Oktober 2026:

• Pertalite: Rp 10.000 per liter • Biosolar: Rp 6.800 per liter • Pertamax: Rp 15.950 per liter • Pertamax Turbo: Rp 19.600 per liter • Pertamax Green: Rp 19.150 per liter • Dexlite: Rp 23.700 per liter • Pertamina Dex: Rp 25.200 per liter.

Perintah Prabowo, Harga BBM Subsidi Tak Naik Hingga Akhir 2026 Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menanggapi riuhnya pembahasan di media sosial mengenai isu kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Ia menegaskan bahwa harga BBM subsidi dijamin tidak akan naik hingga akhir tahun 2026, sementara penyesuaian harga BBM non-subsidi murni mengikuti mekanisme harga pasar minyak dunia.

Bahlil meminta masyarakat untuk cermat dan tidak menelan mentah-mentah kabar simpang siur terkait harga BBM di media sosial. Ia menerangkan bahwa pergerakan harga BBM non-subsidi sangat bergantung pada fluktuasi Indonesian Crude Price (ICP).

Ringkasan ini disusun otomatis dari artikel sumber. Untuk konteks, fakta lengkap, dan koreksi, buka artikel asli di https://news.zonaindonesia.com/berita/wamen-esdm-buka-suara-soal-harga-pertamax-cs-tak-berubah-aa8db9cc/.

Baca juga

Haji Isam Tambah Kepemilikan Saham Bayan, Manajemen Buka Suara

Haji Isam Tambah Kepemilikan Saham Bayan, Manajemen Buka Suara Jakarta, CNBC Indonesia - Aksi korporasi antar dua konglomerat, PT Bayan Resources Tbk (BYAN) milik Low Tuck Kwong dengan PT Jhonlin Baratama milik Andi Syamsuddin Arsyad atau Haji Isam masih berlanjut.

CNBC Indonesia

Semua berita Ekonomi