Waspada Malware, Ini 4 Fitur Keamanan Tersembunyi Windows 11 yang Wajib Aktif
Liputan6.com, Jakarta - Banyak pengguna Windows yang mengandalkan fitur keamanan bawaan untuk menjaga perangkat mereka dari serangan siber. Sayangnya, pengaturan standar tersebut sering kali dibiarkan begitu saja tanpa dioptimalkan—sampai akhirnya ancaman keamanan benar-benar datang menyerang.
Dikutip dari How-To Geek, Jumat (2/10/2026), belakangan marak malware yang menyamar sebagai aplikasi populer dan tepercaya. Malware ini bekerja secara cerdik dengan melumpuhkan sistem keamanan Windows secara diam-diam.
Kondisi inilah yang membuat kamu perlu mengaktifkan fitur perlindungan ekstra, seperti Tamper Protection hingga menjelajahi fitur keamanan tersembunyi lainnya di Windows 11.
Kabar baiknya, seluruh fitur rahasia ini bisa kamu akses dengan mudah melalui menu pengaturan sistem (Settings) tanpa perlu melakukan modifikasi Registry yang rumit.
1. Tamper Protection Malware canggih bisa saja menonaktifkan fitur keamanan di komputer kamu. Beberapa jenis malware memang tidak langsung mengambil alih kendali perangkat, melainkan pelan-pelan mematikan pengaturan keamanan dasar.
Begitu berhasil memegang kendali penuh, perangkat lunak berbahaya ini bisa melakukan berbagai tindakan destruktif, mulai dari mengubah file penting hingga mencuri data sensitif.
Di sinilah peran fitur Tamper Protection. Fitur ini mampu menghentikan aplikasi atau proses apa pun agar tidak bisa mengubah atau mematikan sistem keamanan Windows, bahkan jika aplikasi berbahaya tersebut memiliki hak akses administrator. Selain itu, Tamper Protection juga memblokir modifikasi Registry yang mencurigakan.
- Buka menu Settings > Privacy & security > Windows Security.
- Pilih Virus & threat protection > klik Manage settings.
- Cari opsi Tamper Protection, lalu geser tombol ke posisi On (Aktif).
2. Controlled Folder Access Fitur Controlled Folder Access sangat berguna untuk mengunci dokumen pribadi, foto, hingga file sensitif seperti rekam medis atau laporan keuangan yang tersimpan di komputer.
Survei dari Pew Research Center menunjukkan bahwa sekitar 10 persen responden pernah kehilangan akses ke file atau komputer mereka akibat serangan ransomware, di mana korban baru bisa mengakses data kembali setelah membayar uang tebusan.
Pelaku kejahatan siber biasanya menggunakan aplikasi yang tampak tidak berbahaya untuk mengunci file. Pengguna pun sering kali baru menyadarinya saat semuanya sudah terlambat.
Fitur ini akan memblokir aplikasi mencurigakan yang mencoba mengubah file di dalam folder terproteksi. Kamu bahkan bisa memilih folder spesifik yang ingin dilindungi serta memasukkan daftar aplikasi tepercaya (whitelist). Jika ada aplikasi tidak dikenal yang mencoba masuk, Windows akan langsung memblokir sekaligus mengirimkan notifikasi.
Ringkasan ini disusun otomatis dari artikel sumber. Untuk konteks, fakta lengkap, dan koreksi, buka artikel asli di https://news.zonaindonesia.com/berita/waspada-malware-ini-4-fitur-keamanan-tersembunyi-windows-11-yang-ce444b46/.
Baca juga
Preorder iPhone 18 Pro dan Pro Max di Indonesia Mulai 7 Oktober
Penantian Apple Fanboy di Indonesia segera berakhir. iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max dipastikan mulai bisa dipesan di Tanah Air pada Rabu, 7 Oktober 2026 pukul 09.00 WIB.
Malaysia Gagal ke Final, Postingan Rasis ke Indonesia Bikin Miris
Rivalitas Indonesia dan Malaysia di media sosial setelah Timnas Indonesia memastikan tiket ke final FIFA ASEAN Cup 2026 sepertinya belum berkesudahan. Sayangnya, adu komentar yang awalnya berkaitan dengan sepakbola mulai melebar ke isu ras, sejarah, hingga keberadaan Indonesia…
Hasil MPL ID S18 Week 7: RRQ Hoshi Tekuk EVOS, TLID Kunci Tiket Playoff
Liputan6.com, Jakarta - MPL ID Season 18 Week 7 (MPL ID S18 Week 7) telah rampung digelar pada 2-4 Oktober 2026. Delapan pertandingan berlangsung selama tiga hari dengan sejumlah hasil yang memengaruhi persaingan papan klasemen.
Empat ABK KM Maulana 23 Diduga Dianiaya Selama 2 Bulan
Liputan6.com, Jakarta - Empat anak buah kapal (ABK) KM Maulana 23 diduga disiksa secara tidak manusiawi selama melaut dari Muara Baru, Jakarta Utara, menuju Merauke. Salah satu dugaan kekerasan bahkan dilakukan di dalam tong.