5 Barter Terbesar Sepak Bola: Manuver Barcelona Kurang Efektif
Liputan6.com, Jakarta - Pertukaran pemain pernah menjadi warna khas bursa transfer, saat dua klub saling menukar asetnya dan, bila perlu, melengkapinya dengan uang tunai. Pola ini tidak lagi sering terjadi, tetapi jejaknya meninggalkan beberapa kesepakatan paling besar dalam sejarah sepak bola Eropa.
Sejumlah klub papan atas memilih jalur barter untuk merampungkan negosiasi, dari Premier League hingga raksasa-raksasa Serie A dan La Liga. Dampaknya beragam: ada yang langsung menuai gelar, ada pula yang tak memenuhi ekspektasi.
Berikut lima pertukaran pemain bernilai besar yang pernah terjadi, dilansir dari Planet Football.
1. Zlatan Ibrahimovic-Samuel Eto'o Barcelona dan Inter Milan mencatat salah satu transaksi paling ikonik pada 2009 ketika Zlatan Ibrahimovic bergerak ke Camp Nou dan Samuel Eto'o menempuh arah sebaliknya. Kesepakatan itu bukan sekadar barter; Barcelona juga menyertakan dana sekitar 69,5 juta euro untuk Inter.
Ibrahimovic produktif pada musim tunggalnya di Barcelona, mencetak 22 gol dalam 46 laga dan membantu meraih gelar La Liga. Namun, hubungannya dengan Pep Guardiola tidak mulus, sehingga ia segera kembali ke Italia setelah satu musim.
Di sisi lain, Eto'o menjadi pilar kunci Inter asuhan Jose Mourinho. Pada 2009/2010, ia berkontribusi dalam treble bersejarah: menjuarai Serie A, Coppa Italia, dan Liga Champions, yang kian menegaskan daya tarik pertukaran ini dalam sejarah bursa transfer.
2. Miralem Pjanic-Arthur Melo, 2020 Pada 2020, Barcelona dan Juventus menuntaskan salah satu pertukaran bernilai finansial terbesar. Arthur dilepas ke Juventus dengan nilai resmi 80 juta euro, sementara Miralem Pjanic direkrut Barcelona dengan banderol sekitar 60 juta euro.
Besarnya angka membuat kesepakatan ini jadi sorotan, tetapi performa selepas transfer tak sejalan dengan ekspektasi. Pjanic hanya bertahan dua musim di Barcelona sebelum melanjutkan karier ke Uni Emirat Arab bersama Sharjah.
Arthur juga kesulitan mengamankan posisi di Juventus. Gelandang Brasil itu kemudian menjalani masa pinjaman ke Liverpool dan Fiorentina. Alhasil, pertukaran ini lebih diingat karena nilainya ketimbang kontribusi kedua pemain di klub baru masing-masing.
3. David Luiz-Nemanja Matic, 2011 Chelsea dan Benfica menutup kesepakatan pada 2011 dengan mengirim David Luiz ke Stamford Bridge senilai sekitar 25 juta euro, sementara Nemanja Matic menjadi bagian paket menuju klub Portugal tersebut.
Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6
Ringkasan ini disusun otomatis dari artikel sumber. Untuk konteks, fakta lengkap, dan koreksi, buka artikel asli di https://news.zonaindonesia.com/berita/5-barter-terbesar-sepak-bola-manuver-barcelona-kurang-efektif-62264e10/.
Baca juga
Juara, Prabowo serahkan trofi FIFA ASEAN Cup ke pemain Indonesia
Jakarta (ANTARA) - Presiden Prabowo Subianto bersama Presiden FIFA Gianni Infantino menyerahkan trofi FIFA ASEAN Cup 2026 kepada kapten Timnas Indonesia Kevin Diks setelah Indonesia keluar sebagai juara usai mengalahkan Thailand melalui adu penalti di Stadion Utama Gelora Bung…
Polisi imbau suporter rayakan kemenangan Indonesia secara tertib
Jakarta (ANTARA) - Polda Metro Jaya mengimbau seluruh suporter untuk merayakan kemenangan Tim Nasional (Timnas) Indonesia pada laga final FIFA ASEAN Cup 2026 secara tertib serta senantiasa menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
Wajah Prabowo Sempat Tegang, Langsung Semringah Usai Emil Audero Tepis Penalti Thailand
FIFA ASEAN Cup 2026 Wajah Prabowo Sempat Tegang, Langsung Semringah Usai Emil Audero Tepis Penalti Thailand Presiden Prabowo Subianto tampak bahagia ketika Timnas Indonesia berhasil memenangkan laga final FIFA ASEAN Cup 2026 di SUGBK Jakarta Ringkasan Berita:
Juara, Timnas Indonesia Sukses 2 Kali Bikin Fans Garuda Jantungan
Timnas Indonesia sukses dua kali beruntun membuat fans Garuda jantungan setelah memastikan menjadi juara FIFA ASEAN Cup 2026 dengan mengalahkan Thailand secara dramatis melalui adu penalti di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Senin (5/10),