Lewati ke konten

Selasa, 6 Oktober 20262292 berita

5 Barter Terbesar Sepak Bola: Manuver Barcelona Kurang EfektifVIDEO: 17 Pegawai Lapas Cibinong Disanksi, Kalapas Diberhentikan12 pembalap tiba di Lombok, bersiap untuk MotoGP Mandalika 2026Koordinator BEM UI Diserang OTK di Jaksel, Ditendang lalu Nyungsruk dari MotorKapolres Bogor Tekankan Sinergitas TNI-Polri Kunci Mutlak Jaga Keamananamp;nbsp;Juara, Prabowo serahkan trofi FIFA ASEAN Cup ke pemain IndonesiaPolisi imbau suporter rayakan kemenangan Indonesia secara tertibJamal Mirdad Sentil Artis Muda yang Cuma Kejar Viral: “Berikan Karyamu”Pekalongan gelar Festival Literasi untuk bangkitkan minat baca wargaSejumlah menko mulai gunakan Maung Garuda sebagai kendaraan dinas
Olahraga

5 Barter Terbesar Sepak Bola: Manuver Barcelona Kurang Efektif

Liputan6 Bola 2 menit baca 347 kata
5 Barter Terbesar Sepak Bola: Manuver Barcelona Kurang Efektif — gambar dari Liputan6 Bola
Gambar dari Liputan6 Bola. Ringkasan oleh Zona News.

Liputan6.com, Jakarta - Pertukaran pemain pernah menjadi warna khas bursa transfer, saat dua klub saling menukar asetnya dan, bila perlu, melengkapinya dengan uang tunai. Pola ini tidak lagi sering terjadi, tetapi jejaknya meninggalkan beberapa kesepakatan paling besar dalam sejarah sepak bola Eropa.

Sejumlah klub papan atas memilih jalur barter untuk merampungkan negosiasi, dari Premier League hingga raksasa-raksasa Serie A dan La Liga. Dampaknya beragam: ada yang langsung menuai gelar, ada pula yang tak memenuhi ekspektasi.

Berikut lima pertukaran pemain bernilai besar yang pernah terjadi, dilansir dari Planet Football.

1. Zlatan Ibrahimovic-Samuel Eto'o Barcelona dan Inter Milan mencatat salah satu transaksi paling ikonik pada 2009 ketika Zlatan Ibrahimovic bergerak ke Camp Nou dan Samuel Eto'o menempuh arah sebaliknya. Kesepakatan itu bukan sekadar barter; Barcelona juga menyertakan dana sekitar 69,5 juta euro untuk Inter.

Ibrahimovic produktif pada musim tunggalnya di Barcelona, mencetak 22 gol dalam 46 laga dan membantu meraih gelar La Liga. Namun, hubungannya dengan Pep Guardiola tidak mulus, sehingga ia segera kembali ke Italia setelah satu musim.

Di sisi lain, Eto'o menjadi pilar kunci Inter asuhan Jose Mourinho. Pada 2009/2010, ia berkontribusi dalam treble bersejarah: menjuarai Serie A, Coppa Italia, dan Liga Champions, yang kian menegaskan daya tarik pertukaran ini dalam sejarah bursa transfer.

2. Miralem Pjanic-Arthur Melo, 2020 Pada 2020, Barcelona dan Juventus menuntaskan salah satu pertukaran bernilai finansial terbesar. Arthur dilepas ke Juventus dengan nilai resmi 80 juta euro, sementara Miralem Pjanic direkrut Barcelona dengan banderol sekitar 60 juta euro.

Besarnya angka membuat kesepakatan ini jadi sorotan, tetapi performa selepas transfer tak sejalan dengan ekspektasi. Pjanic hanya bertahan dua musim di Barcelona sebelum melanjutkan karier ke Uni Emirat Arab bersama Sharjah.

Arthur juga kesulitan mengamankan posisi di Juventus. Gelandang Brasil itu kemudian menjalani masa pinjaman ke Liverpool dan Fiorentina. Alhasil, pertukaran ini lebih diingat karena nilainya ketimbang kontribusi kedua pemain di klub baru masing-masing.

3. David Luiz-Nemanja Matic, 2011 Chelsea dan Benfica menutup kesepakatan pada 2011 dengan mengirim David Luiz ke Stamford Bridge senilai sekitar 25 juta euro, sementara Nemanja Matic menjadi bagian paket menuju klub Portugal tersebut.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Ringkasan ini disusun otomatis dari artikel sumber. Untuk konteks, fakta lengkap, dan koreksi, buka artikel asli di https://news.zonaindonesia.com/berita/5-barter-terbesar-sepak-bola-manuver-barcelona-kurang-efektif-62264e10/.

Baca juga

Juara, Prabowo serahkan trofi FIFA ASEAN Cup ke pemain Indonesia

Jakarta (ANTARA) - Presiden Prabowo Subianto bersama Presiden FIFA Gianni Infantino menyerahkan trofi FIFA ASEAN Cup 2026 kepada kapten Timnas Indonesia Kevin Diks setelah Indonesia keluar sebagai juara usai mengalahkan Thailand melalui adu penalti di Stadion Utama Gelora Bung…

Antara

Semua berita Olahraga