Lewati ke konten

Selasa, 6 Oktober 20262292 berita

AI Makin Marak di Indonesia, Tapi 83% Perusahaan Masih Terganjal Silo DataVIDEO: 17 Pegawai Lapas Cibinong Disanksi, Kalapas Diberhentikan12 pembalap tiba di Lombok, bersiap untuk MotoGP Mandalika 2026Koordinator BEM UI Diserang OTK di Jaksel, Ditendang lalu Nyungsruk dari MotorKapolres Bogor Tekankan Sinergitas TNI-Polri Kunci Mutlak Jaga Keamananamp;nbsp;Juara, Prabowo serahkan trofi FIFA ASEAN Cup ke pemain IndonesiaPolisi imbau suporter rayakan kemenangan Indonesia secara tertibJamal Mirdad Sentil Artis Muda yang Cuma Kejar Viral: “Berikan Karyamu”Pekalongan gelar Festival Literasi untuk bangkitkan minat baca wargaSejumlah menko mulai gunakan Maung Garuda sebagai kendaraan dinas
Teknologi

AI Makin Marak di Indonesia, Tapi 83% Perusahaan Masih Terganjal Silo Data

Detik 3 menit baca 603 kata
AI Makin Marak di Indonesia, Tapi 83% Perusahaan Masih Terganjal Silo Data — gambar dari Detik Inet
Gambar dari Detik Inet. Ringkasan oleh Zona News.

Investasi kecerdasan buatan (AI) di Indonesia terus meningkat. Namun, ketika perusahaan mulai membawa AI dari tahap uji coba ke operasional sehari-hari, persoalan lain muncul, yakni fondasi data yang belum siap menjadi salah satu hambatan terbesar untuk melakukan scale-up AI.

Data Streaming Report terbaru Confluent yang diterbitkan pada Juli 2026 menunjukkan, 82% pemimpin TI di Indonesia pernah menghadapi setidaknya tiga tantangan ketika meningkatkan skala inisiatif AI.

Salah satu persoalan terbesar adalah silo data. Sebanyak 83% pemimpin TI di Indonesia menyebut data yang terkotak-kotak di berbagai sistem masih menjadi tantangan utama.

Kondisi tersebut membuat data perusahaan tersebar di berbagai aplikasi, basis data, maupun sistem pelaporan yang dikelola secara terpisah. Informasi pelanggan, misalnya, dapat tersimpan di satu platform, sementara data keuangan dan operasional berada di sistem yang berbeda.

Akibatnya, AI tidak selalu mendapatkan informasi terbaru dan konsisten ketika harus menghasilkan rekomendasi, prediksi, hingga keputusan otomatis.

Selain silo data, 80% pemimpin TI di Indonesia menyebut keterbatasan keterampilan dan keahlian AI sebagai tantangan** dalam meningkatkan skala AI. Sementara itu, 79% menghadapi persoalan infrastruktur yang belum memadai untuk pemrosesan data secara real-time.

Masalah kualitas data juga menjadi perhatian. Sebanyak 77% organisasi menghadapi ketidakjelasan terkait asal-usul, ketepatan waktu, dan kualitas data, sedangkan 76% menghadapi sumber data yang tidak konsisten.

Persoalan tersebut juga tidak berdiri sendiri. Enam dari 10 organisasi di Indonesia dilaporkan menghadapi sedikitnya lima tantangan data secara bersamaan ketika berupaya meningkatkan skala pemanfaatan AI.

Senior Vice President & General Manager APAC Confluent Greg Taylor mengatakan persoalan kualitas dan konsistensi data sebenarnya bukan hal baru. Namun, dampaknya menjadi jauh lebih besar ketika data tersebut digunakan untuk menjalankan sistem AI.

"Meski bukan masalah baru, dampaknya kini telah berubah secara signifikan. Dataset yang usang atau sumber data yang tidak konsisten dahulu mungkin hanya berujung pada laporan yang terlambat atau dasbor yang diperdebatkan. Kini, masalah yang sama dapat memengaruhi setiap rekomendasi, prediksi, atau keputusan otomatis yang dibuat sistem AI," ujar Greg dikutip Minggu (4/10/2026).

Menurutnya, perusahaan tidak cukup hanya menyediakan data dalam jumlah besar untuk AI. Data yang digunakan juga harus tersedia ketika dibutuhkan.

Setiap interaksi pelanggan, transaksi pembayaran, perubahan inventaris, maupun aktivitas operasional perlu dapat mengalir ke berbagai sistem secara cepat. Dengan demikian, aplikasi AI dapat bekerja menggunakan konteks bisnis terbaru, bukan informasi yang sudah tertinggal.

Kondisi ini juga menjadi salah satu alasan mengapa sejumlah proyek AI dapat berjalan baik dalam tahap pilot, tetapi menghadapi tantangan ketika diterapkan dalam skala operasional.

Model AI mungkin sudah mampu bekerja, tetapi aliran data yang menjadi fondasinya belum tentu siap mendukung kebutuhan bisnis secara real-time.

Ringkasan ini disusun otomatis dari artikel sumber. Untuk konteks, fakta lengkap, dan koreksi, buka artikel asli di https://news.zonaindonesia.com/berita/ai-makin-marak-di-indonesia-tapi-83-perusahaan-masih-terganjal-silo-14cea602/.

Baca juga

Semua berita Teknologi