AI Semakin Pintar, Manusia Harus Semakin Bijaksana
Komisaris Independen PT KAI, Endang Tirtana, menegaskan bahwa kemampuan beradaptasi, empati, dan nilai-nilai kemanusiaan merupakan pilar utama yang tak tergantikan di tengah pesatnya perkembangan Artificial Intelligence (AI).
Hal tersebut disampaikannya dalam orasi ilmiah bertajuk "Menyiapkan Generasi Transformatif yang Kompeten, Adaptif, dan Berdampak di Era Artificial Intelligence" pada Wisuda Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Periode 123 Tahun 2026.
Dalam orasinya, Endang menjadikan transformasi digital PT KAI sebagai contoh nyata bagaimana teknologi seharusnya dimanfaatkan untuk memperkuat--bukan menggantikan--peran manusia.
Transformasi KAI: Teknologi Berorientasi pada Manusia Endang memaparkan bahwa digitalisasi layanan di PT KAI telah mengubah secara mendasar cara perusahaan berinteraksi dengan pengguna jasa:
- Lonjakan Transaksi Digital: Aplikasi Access by KAI mencatatkan hingga 17 juta transaksi penjualan tiket Kereta Api Jarak Jauh dan KA Lokal pada Semester I 2026.
- Ekosistem Terintegrasi: KAI telah berkembang dari sekadar operator kereta api menjadi ekosistem transportasi terpadu yang menghubungkan commuter line, LRT, MRT, kereta cepat, kereta logistik, hingga kereta bandara.
- Indikator Kepuasan Pelanggan: Keberhasilan digitalisasi KAI diukur dari kenyamanan pelanggan, di mana Customer Satisfaction Index KAI mencapai angka 4,53 dari skala 5 melalui lebih dari 2,2 juta interaksi layanan pada Semester I 2026.
Kendati teknologi berkembang pesat, Endang menekankan bahwa kualitas pelayanan pada akhirnya tetap ditentukan oleh faktor manusia.
"Cara membeli tiket berubah, cara memperoleh informasi berubah, cara berinteraksi dengan pelanggan berubah. Tetapi di tengah seluruh perubahan itu, ada satu hal yang tidak boleh berubah yaitu manusia. Sebab, secanggih apa pun teknologi dan sebaik apa pun sistem yang kita bangun, pada akhirnya manusialah yang menentukan kualitas pelayanan," ujar Endang, dalam keterangan yang diterima detikINET.
"Semakin pintar teknologi, manusia harus semakin bijaksana," pungkasnya.
Peta Kerja Masa Depan dan Pentingnya 'Human Skill' Mengutip data Goldman Sachs Research (April 2026), AI diperkirakan telah menekan pertumbuhan payroll di Amerika Serikat hingga 16.000 pekerjaan per bulan sepanjang tahun lalu. Sementara itu, laporan Future of Jobs Report 2025 dari World Economic Forum memproyeksikan lahirnya 170 juta pekerjaan baru diiringi pergeseran (displacement) 92 juta jenis pekerjaan hingga tahun 2030.
Guna menjawab tantangan pergeseran dunia kerja tersebut, Endang mendorong para lulusan untuk mengasah keterampilan yang tidak bisa direplikasi oleh mesin:
- Penguatan Kemampuan Non-Rutin: Kreativitas, komunikasi, kolaborasi, pengambilan keputusan, empati, serta pemahaman konteks sosial menjadi fondasi penting ketika pekerjaan rutin mulai diambil alih AI.
- Penguasaan Teknologi dengan Bijak: AI harus diposisikan sebagai alat pendukung untuk meningkatkan kapabilitas diri tanpa mengikis iman dan empati.
Ringkasan ini disusun otomatis dari artikel sumber. Untuk konteks, fakta lengkap, dan koreksi, buka artikel asli di https://news.zonaindonesia.com/berita/ai-semakin-pintar-manusia-harus-semakin-bijaksana-2426677f/.
Baca juga
Pro Player Fortnite Dipecat Usai Acungkan Jari Tengah ke Kamera
Pro player game Fortnite bernama David Kochet alias Huty, telah dikeluarkan dari organisasi esports FLC, setelah mengacungkan jari tengah ke kamera saat kompetisi sedang berlangsung. Hal itu terjadi dalam turnamen internasional bertajuk 2026 FNCS Global Championship.
Indonesia vs Thailand 1-1 di Waktu Normal, Netizen Deg-degan
Laga final FIFA ASEAN Cup antara Indonesia melawan Thailand berakhir sama kuat 1-1 di waktu normal. Kini, pertandingan harus dilanjutkan ke perpanjangan waktu. Netizen pun deg-degan menantikan hasil akhirnya.
Mengenal Lensa Pancake yang Bikin Kamera Praktis dan Siap Jepret
Kamera terbaik adalah kamera yang kamu bawa. Ungkapan ini sudah sering terdengar, tetapi jarang benar-benar kita jalani. Kamera mirrorless dengan lensa besar memang menjanjikan kualitas, tetapi sering berakhir di dalam lemari karena terlalu merepotkan untuk dibawa.
Indonesia Vs Thailand Masih Imbang, Netizen Kencangkan Doa
Babak pertama Indonesia vs Thailand di final FIFA ASEAN Cup 2026 masih imbang. Lini masa media sosial ramai dengan netizen mengencangkan doa.