Lewati ke konten

Selasa, 6 Oktober 20262292 berita

Anak Gajah Mati di Kawasan Konsesi Jambi, BKSDA Turun TanganVIDEO: 17 Pegawai Lapas Cibinong Disanksi, Kalapas Diberhentikan12 pembalap tiba di Lombok, bersiap untuk MotoGP Mandalika 2026Koordinator BEM UI Diserang OTK di Jaksel, Ditendang lalu Nyungsruk dari MotorKapolres Bogor Tekankan Sinergitas TNI-Polri Kunci Mutlak Jaga Keamananamp;nbsp;Juara, Prabowo serahkan trofi FIFA ASEAN Cup ke pemain IndonesiaPolisi imbau suporter rayakan kemenangan Indonesia secara tertibJamal Mirdad Sentil Artis Muda yang Cuma Kejar Viral: “Berikan Karyamu”Pekalongan gelar Festival Literasi untuk bangkitkan minat baca wargaSejumlah menko mulai gunakan Maung Garuda sebagai kendaraan dinas
Lifestyle

Anak Gajah Mati di Kawasan Konsesi Jambi, BKSDA Turun Tangan

CNN Nasional 1 menit baca 250 kata
Anak Gajah Mati di Kawasan Konsesi Jambi, BKSDA Turun Tangan — gambar dari CNN Nasional
Gambar dari CNN Nasional. Ringkasan oleh Zona News.

Seekor anak gajah sumatra (Elephas maximus sumatranus) ditemukan mati di kawasan konsesi PT Lestari Asri Jaya (LAJ), Kabupaten Tebo, Jambi.

Merespons hal tersebut, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jambi bersama Balai Penegakan Hukum (Gakkum) Kehutanan Sumatera turun tangan untuk melakukan penyelidikan.

"Proses penyelidikan masih berjalan, kami tidak berani menyimpulkan terlebih dahulu karena itu melampaui kewenangan, dan pengujian laboratorium masih berlanjut," kata Kepala BKSDA Jambi Himawan Sasongko di Kota Jambi, Sabtu (3/10) dikutip dari Antara.

Kematian satu anak gajah sumatra di dalam sebuah lobang di kawasan konsesi PT LAJ, pertama kali diketahui petugas BKSDA pada akhir Agustus lalu. Gajah jantan itu diketahui berusia di bawah dua tahun.

Himawan menjelaskan pihaknya bersama Gakkum Kehutanan Sumatera masih menunggu hasil pengujian laboratorium secara menyeluruh sebelum menyimpulkan penyebab pasti kematian satwa dilindungi tersebut.

Berdasarkan hasil uji laboratorium dari Institut Pertanian Bogor (IPB), sampel yang diperiksa terkait virus yang kerap menyerang anak gajah atau elephant endotheliotropic herpesvirus (EEHV) dinyatakan negatif.

Sementara itu, hasil uji laboratorium (hispatologi) awal dari Balai Besar Veteriner Bogor menemukan adanya zat asing yang tidak terdapat pada sumber makanan alami gajah.

Meski demikian, dia mengaku belum bisa menjelaskan secara rinci kandungan zat tersebut untuk menjaga kerahasiaan dan kelancaran proses penyidikan.

Saat ini, ujar Himawan, BKSDA Jambi masih menunggu satu hasil uji laboratorium lanjutan dari Balai Veteriner Bukittinggi yang diperkirakan keluar dalam waktu dekat.

Hasil dari Balai Veteriner Bukittinggi tersebut nantinya akan disandingkan dengan hasil laboratorium dari Bogor.

"Kami belum bisa menyebutkan jenis zatnya demi kepentingan penyelidikan agar tidak menghilangkan barang bukti," ujarnya.

Ringkasan ini disusun otomatis dari artikel sumber. Untuk konteks, fakta lengkap, dan koreksi, buka artikel asli di https://news.zonaindonesia.com/berita/anak-gajah-mati-di-kawasan-konsesi-jambi-bksda-turun-tangan-32e4c83c/.

Baca juga

Semua berita Lifestyle