Awas Antiklimaks, Timnas Indonesia Harus Belajar dari Pengalaman Pahit
Liputan6.com, Jakarta - Timnas Indonesia membawa euforia ke final FIFA ASEAN Cup 2026. Kemenangan dramatis atas Bangladesh pada laga terakhir Grup A, Kamis (1/10/2026), menumbuhkan kepercayaan diri Kevin Diks dan kawan-kawan untuk mengalahkan Thailand.
Keyakinan memetik kemenangan pada duel puncak di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senin (5/10/2026), muncul karena keberhasilan timnas melewati rintangan yang menghalang.
Dikritik pedas usai ditahan 10 orang Malaysia, Garuda dalam posisi menantang saat bertemu Bangladesh. Mereka mesti mengalahkan selisih gol kemenangan Negeri Jiran yang meladeni Singapura pada waktu bersamaan.
Malaysia pesta gol dengan merobek gawang Singapura enam kali, mempersulit tugas Indonesia. Namun, anak asuh John Herdman sukses membuat keajaiban dengan mencetak dua gol injury time sehingga berjaya 9-2, skor yang dibutuhkan untuk menyisihkan Harimau Malaya.
Kenangan Buruk Timnas Indonesia Indonesia pernah dalam situasi seperti ini, terutama saat mengikuti Piala AFF. Pada 2000 dan 2002, Garuda juga menang dramatis di semifinal dan melangkah ke final.
Gol menit ke-120 tambahan waktu Gendut Doni Christiawan membawa Indonesia menyisihkan Vietnam di 2000, dengan torehan tunggal Bambang Pamungkas ke gawang Vietnam dua tahun berselang juga berbuah kesuksesan. Namun, Indonesia kemudian takluk dari Thailand di partai puncak dua kesempatan tersebut.
Diadang Singapura dan Thailand Di 2004, Indonesia mencuri kemenangan 4-1 pada leg kedua semifinal melawan Malaysia di Stadion Bukit Jalil untuk memutar defisit sehingga menang agregat 5-3. Sayang capaian itu tidak berbuah trofi karena Garuda lalu takluk dari Singapura.
Terbaru, Indonesia bersemangat setelah membungkam Singapura 4-2 pada leg kedua semifinal Piala AFF 2020. Muncul harapan Shin Tae-yong bisa mengakhiri penantian gelar. Tapi Indonesia lalu lagi-lagi menyerah di hadapan Thailand.
Pada final FIFA ASEAN Cup 2026, diharapkan penampilan Indonesia tidak lagi antiklimaks sehingga trofi pertama sepanjang sejarah akhirnya bisa direbut.
Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6
Ringkasan ini disusun otomatis dari artikel sumber. Untuk konteks, fakta lengkap, dan koreksi, buka artikel asli di https://news.zonaindonesia.com/berita/awas-antiklimaks-timnas-indonesia-harus-belajar-dari-pengalaman-pahit-26d8d81f/.
Baca juga
Juara, Prabowo serahkan trofi FIFA ASEAN Cup ke pemain Indonesia
Jakarta (ANTARA) - Presiden Prabowo Subianto bersama Presiden FIFA Gianni Infantino menyerahkan trofi FIFA ASEAN Cup 2026 kepada kapten Timnas Indonesia Kevin Diks setelah Indonesia keluar sebagai juara usai mengalahkan Thailand melalui adu penalti di Stadion Utama Gelora Bung…
Polisi imbau suporter rayakan kemenangan Indonesia secara tertib
Jakarta (ANTARA) - Polda Metro Jaya mengimbau seluruh suporter untuk merayakan kemenangan Tim Nasional (Timnas) Indonesia pada laga final FIFA ASEAN Cup 2026 secara tertib serta senantiasa menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
Wajah Prabowo Sempat Tegang, Langsung Semringah Usai Emil Audero Tepis Penalti Thailand
FIFA ASEAN Cup 2026 Wajah Prabowo Sempat Tegang, Langsung Semringah Usai Emil Audero Tepis Penalti Thailand Presiden Prabowo Subianto tampak bahagia ketika Timnas Indonesia berhasil memenangkan laga final FIFA ASEAN Cup 2026 di SUGBK Jakarta Ringkasan Berita:
Juara, Timnas Indonesia Sukses 2 Kali Bikin Fans Garuda Jantungan
Timnas Indonesia sukses dua kali beruntun membuat fans Garuda jantungan setelah memastikan menjadi juara FIFA ASEAN Cup 2026 dengan mengalahkan Thailand secara dramatis melalui adu penalti di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Senin (5/10),