Lewati ke konten

Selasa, 6 Oktober 20262292 berita

Awas Antiklimaks, Timnas Indonesia Harus Belajar dari Pengalaman PahitVIDEO: 17 Pegawai Lapas Cibinong Disanksi, Kalapas Diberhentikan12 pembalap tiba di Lombok, bersiap untuk MotoGP Mandalika 2026Koordinator BEM UI Diserang OTK di Jaksel, Ditendang lalu Nyungsruk dari MotorKapolres Bogor Tekankan Sinergitas TNI-Polri Kunci Mutlak Jaga Keamananamp;nbsp;Juara, Prabowo serahkan trofi FIFA ASEAN Cup ke pemain IndonesiaPolisi imbau suporter rayakan kemenangan Indonesia secara tertibJamal Mirdad Sentil Artis Muda yang Cuma Kejar Viral: “Berikan Karyamu”Pekalongan gelar Festival Literasi untuk bangkitkan minat baca wargaSejumlah menko mulai gunakan Maung Garuda sebagai kendaraan dinas
Olahraga

Awas Antiklimaks, Timnas Indonesia Harus Belajar dari Pengalaman Pahit

Liputan6 Bola 1 menit baca 285 kata
Awas Antiklimaks, Timnas Indonesia Harus Belajar dari Pengalaman Pahit — gambar dari Liputan6 Bola
Gambar dari Liputan6 Bola. Ringkasan oleh Zona News.

Liputan6.com, Jakarta - Timnas Indonesia membawa euforia ke final FIFA ASEAN Cup 2026. Kemenangan dramatis atas Bangladesh pada laga terakhir Grup A, Kamis (1/10/2026), menumbuhkan kepercayaan diri Kevin Diks dan kawan-kawan untuk mengalahkan Thailand.

Keyakinan memetik kemenangan pada duel puncak di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senin (5/10/2026), muncul karena keberhasilan timnas melewati rintangan yang menghalang.

Dikritik pedas usai ditahan 10 orang Malaysia, Garuda dalam posisi menantang saat bertemu Bangladesh. Mereka mesti mengalahkan selisih gol kemenangan Negeri Jiran yang meladeni Singapura pada waktu bersamaan.

Malaysia pesta gol dengan merobek gawang Singapura enam kali, mempersulit tugas Indonesia. Namun, anak asuh John Herdman sukses membuat keajaiban dengan mencetak dua gol injury time sehingga berjaya 9-2, skor yang dibutuhkan untuk menyisihkan Harimau Malaya.

Kenangan Buruk Timnas Indonesia Indonesia pernah dalam situasi seperti ini, terutama saat mengikuti Piala AFF. Pada 2000 dan 2002, Garuda juga menang dramatis di semifinal dan melangkah ke final.

Gol menit ke-120 tambahan waktu Gendut Doni Christiawan membawa Indonesia menyisihkan Vietnam di 2000, dengan torehan tunggal Bambang Pamungkas ke gawang Vietnam dua tahun berselang juga berbuah kesuksesan. Namun, Indonesia kemudian takluk dari Thailand di partai puncak dua kesempatan tersebut.

Diadang Singapura dan Thailand Di 2004, Indonesia mencuri kemenangan 4-1 pada leg kedua semifinal melawan Malaysia di Stadion Bukit Jalil untuk memutar defisit sehingga menang agregat 5-3. Sayang capaian itu tidak berbuah trofi karena Garuda lalu takluk dari Singapura.

Terbaru, Indonesia bersemangat setelah membungkam Singapura 4-2 pada leg kedua semifinal Piala AFF 2020. Muncul harapan Shin Tae-yong bisa mengakhiri penantian gelar. Tapi Indonesia lalu lagi-lagi menyerah di hadapan Thailand.

Pada final FIFA ASEAN Cup 2026, diharapkan penampilan Indonesia tidak lagi antiklimaks sehingga trofi pertama sepanjang sejarah akhirnya bisa direbut.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Ringkasan ini disusun otomatis dari artikel sumber. Untuk konteks, fakta lengkap, dan koreksi, buka artikel asli di https://news.zonaindonesia.com/berita/awas-antiklimaks-timnas-indonesia-harus-belajar-dari-pengalaman-pahit-26d8d81f/.

Baca juga

Juara, Prabowo serahkan trofi FIFA ASEAN Cup ke pemain Indonesia

Jakarta (ANTARA) - Presiden Prabowo Subianto bersama Presiden FIFA Gianni Infantino menyerahkan trofi FIFA ASEAN Cup 2026 kepada kapten Timnas Indonesia Kevin Diks setelah Indonesia keluar sebagai juara usai mengalahkan Thailand melalui adu penalti di Stadion Utama Gelora Bung…

Antara

Semua berita Olahraga