Lewati ke konten

Selasa, 6 Oktober 20262292 berita

BSSN Sebut Ramai Data Beredar di Internet Bukan Kebocoran BaruVIDEO: 17 Pegawai Lapas Cibinong Disanksi, Kalapas Diberhentikan12 pembalap tiba di Lombok, bersiap untuk MotoGP Mandalika 2026Koordinator BEM UI Diserang OTK di Jaksel, Ditendang lalu Nyungsruk dari MotorKapolres Bogor Tekankan Sinergitas TNI-Polri Kunci Mutlak Jaga Keamananamp;nbsp;Juara, Prabowo serahkan trofi FIFA ASEAN Cup ke pemain IndonesiaPolisi imbau suporter rayakan kemenangan Indonesia secara tertibJamal Mirdad Sentil Artis Muda yang Cuma Kejar Viral: “Berikan Karyamu”Pekalongan gelar Festival Literasi untuk bangkitkan minat baca wargaSejumlah menko mulai gunakan Maung Garuda sebagai kendaraan dinas
Teknologi

BSSN Sebut Ramai Data Beredar di Internet Bukan Kebocoran Baru

CNN Teknologi 2 menit baca 495 kata
BSSN Sebut Ramai Data Beredar di Internet Bukan Kebocoran Baru — gambar dari CNN Teknologi
Gambar dari CNN Teknologi. Ringkasan oleh Zona News.

Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) menyebut data pribadi yang belakangan beredar di internet dan disebut sebagai dugaan kebocoran data bukan berasal dari insiden baru.

Pernyataan itu disampaikan BSSN setelah sebelumnya ramai dugaan kebocoran data pribadi Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid di internet.

Deputi Bidang Keamanan Siber dan Sandi Pemerintahan dan Pembangunan Manusia BSSN Sulistyo mengatakan analisis awal menunjukkan data yang beredar merupakan gabungan informasi terbuka dan data dari sejumlah kebocoran yang pernah terjadi sebelumnya.

Menurutnya, kumpulan data tersebut kemudian dihimpun dan diedarkan kembali oleh pihak tertentu.

"Begitu informasi awal ini muncul, tim kami langsung melakukan analisis. Hasil analisis awal menunjukkan bahwa kebocoran data yang beredar bukan berasal dari insiden baru," ujar Sulistyo dalam keterangannya, Minggu (4/10).

"Data itu merupakan himpunan dari berbagai informasi terbuka dan kebocoran data yang pernah terjadi sebelumnya, yang dikumpulkan ulang lalu diedarkan kembali oleh pihak tertentu," lanjutnya.

Sulistyo, yang juga menjabat Ketua Tim Tanggap Insiden Siber Sektor Pemerintah Gov-CSIRT, mengatakan BSSN tetap menindaklanjuti peredaran data tersebut meski berdasarkan analisis awal bukan berasal dari kebocoran baru.

BSSN berkoordinasi dengan Komdigi serta aparat penegak hukum untuk menelusuri sumber dan sarana penyebaran data tersebut.

"Kami sepandangan dengan Kemkomdigi. Meskipun ini data lama, kami tidak menganggapnya sepele. Data yang pernah bocor tetap bisa disalahgunakan bila diperjualbelikan kembali. Karena itu penelusuran dan penindakan tetap berjalan," katanya.

Sebelumnya, dugaan kebocoran data Meutya mencuat setelah sebuah video yang diunggah akun Instagram @realmbert mengklaim menemukan sejumlah data pribadi sang menteri.

Akun tersebut mengklaim data yang ditemukan mencakup foto KTP, data keluarga hingga sejumlah kata sandi milik Meutya. Namun, akun tersebut tidak menyebut secara spesifik platform yang memuat data-data tersebut.

CNNIndonesia.com kemudian meminta tanggapan Komdigi terkait dugaan kebocoran tersebut.

Dirjen Pengawasan Ruang Digital Komdigi Alexander Sabar mengatakan kebocoran data yang ramai dibicarakan merupakan data lama yang kembali beredar. Namun, pernyataan Komdigi saat itu juga tidak secara langsung menyinggung data Meutya.

"Menurut penjelasan dari BSSN, kebocoran data yang saat ini sedang ramai merupakan data-data lama yang kemudian diramaikan kembali. Meski begitu, Komdigi tetap menindaklanjuti dengan melakukan pengusutan dan penindakan," kata Alex dalam keterangannya, Jumat (2/10).

Ringkasan ini disusun otomatis dari artikel sumber. Untuk konteks, fakta lengkap, dan koreksi, buka artikel asli di https://news.zonaindonesia.com/berita/bssn-sebut-ramai-data-beredar-di-internet-bukan-kebocoran-baru-1ff13a23/.

Baca juga

Semua berita Teknologi