BSSN Sebut Ramai Data Beredar di Internet Bukan Kebocoran Baru
Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) menyebut data pribadi yang belakangan beredar di internet dan disebut sebagai dugaan kebocoran data bukan berasal dari insiden baru.
Pernyataan itu disampaikan BSSN setelah sebelumnya ramai dugaan kebocoran data pribadi Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid di internet.
Deputi Bidang Keamanan Siber dan Sandi Pemerintahan dan Pembangunan Manusia BSSN Sulistyo mengatakan analisis awal menunjukkan data yang beredar merupakan gabungan informasi terbuka dan data dari sejumlah kebocoran yang pernah terjadi sebelumnya.
Menurutnya, kumpulan data tersebut kemudian dihimpun dan diedarkan kembali oleh pihak tertentu.
"Begitu informasi awal ini muncul, tim kami langsung melakukan analisis. Hasil analisis awal menunjukkan bahwa kebocoran data yang beredar bukan berasal dari insiden baru," ujar Sulistyo dalam keterangannya, Minggu (4/10).
"Data itu merupakan himpunan dari berbagai informasi terbuka dan kebocoran data yang pernah terjadi sebelumnya, yang dikumpulkan ulang lalu diedarkan kembali oleh pihak tertentu," lanjutnya.
Sulistyo, yang juga menjabat Ketua Tim Tanggap Insiden Siber Sektor Pemerintah Gov-CSIRT, mengatakan BSSN tetap menindaklanjuti peredaran data tersebut meski berdasarkan analisis awal bukan berasal dari kebocoran baru.
BSSN berkoordinasi dengan Komdigi serta aparat penegak hukum untuk menelusuri sumber dan sarana penyebaran data tersebut.
"Kami sepandangan dengan Kemkomdigi. Meskipun ini data lama, kami tidak menganggapnya sepele. Data yang pernah bocor tetap bisa disalahgunakan bila diperjualbelikan kembali. Karena itu penelusuran dan penindakan tetap berjalan," katanya.
Sebelumnya, dugaan kebocoran data Meutya mencuat setelah sebuah video yang diunggah akun Instagram @realmbert mengklaim menemukan sejumlah data pribadi sang menteri.
Akun tersebut mengklaim data yang ditemukan mencakup foto KTP, data keluarga hingga sejumlah kata sandi milik Meutya. Namun, akun tersebut tidak menyebut secara spesifik platform yang memuat data-data tersebut.
CNNIndonesia.com kemudian meminta tanggapan Komdigi terkait dugaan kebocoran tersebut.
Dirjen Pengawasan Ruang Digital Komdigi Alexander Sabar mengatakan kebocoran data yang ramai dibicarakan merupakan data lama yang kembali beredar. Namun, pernyataan Komdigi saat itu juga tidak secara langsung menyinggung data Meutya.
"Menurut penjelasan dari BSSN, kebocoran data yang saat ini sedang ramai merupakan data-data lama yang kemudian diramaikan kembali. Meski begitu, Komdigi tetap menindaklanjuti dengan melakukan pengusutan dan penindakan," kata Alex dalam keterangannya, Jumat (2/10).
Ringkasan ini disusun otomatis dari artikel sumber. Untuk konteks, fakta lengkap, dan koreksi, buka artikel asli di https://news.zonaindonesia.com/berita/bssn-sebut-ramai-data-beredar-di-internet-bukan-kebocoran-baru-1ff13a23/.
Baca juga
Pro Player Fortnite Dipecat Usai Acungkan Jari Tengah ke Kamera
Pro player game Fortnite bernama David Kochet alias Huty, telah dikeluarkan dari organisasi esports FLC, setelah mengacungkan jari tengah ke kamera saat kompetisi sedang berlangsung. Hal itu terjadi dalam turnamen internasional bertajuk 2026 FNCS Global Championship.
Indonesia vs Thailand 1-1 di Waktu Normal, Netizen Deg-degan
Laga final FIFA ASEAN Cup antara Indonesia melawan Thailand berakhir sama kuat 1-1 di waktu normal. Kini, pertandingan harus dilanjutkan ke perpanjangan waktu. Netizen pun deg-degan menantikan hasil akhirnya.
Mengenal Lensa Pancake yang Bikin Kamera Praktis dan Siap Jepret
Kamera terbaik adalah kamera yang kamu bawa. Ungkapan ini sudah sering terdengar, tetapi jarang benar-benar kita jalani. Kamera mirrorless dengan lensa besar memang menjanjikan kualitas, tetapi sering berakhir di dalam lemari karena terlalu merepotkan untuk dibawa.
Indonesia Vs Thailand Masih Imbang, Netizen Kencangkan Doa
Babak pertama Indonesia vs Thailand di final FIFA ASEAN Cup 2026 masih imbang. Lini masa media sosial ramai dengan netizen mengencangkan doa.