BYD Seagull Baru Naik Kelas, Fitur Barunya Jadi Sorotan
Liputan6.com, Jakarta - Persaingan mobil listrik perkotaan di pasar Tiongkok semakin sengit. BYD bersiap menghadirkan Seagull generasi kedua dengan sejumlah perubahan besar, mulai dari sistem penggerak, dimensi, kapasitas penyimpanan, hingga teknologi bantuan berkendara.
Dilansir dari CarNewsChina, Senin (5/10/2026), BYD Seagull generasi kedua tidak lagi mengandalkan sistem penggerak roda depan atau front-wheel drive (FWD). Hatchback listrik tersebut kini menggunakan penggerak roda belakang atau rear-wheel drive (RWD).
Perubahan konfigurasi ini diyakini dapat memberikan karakter berkendara yang lebih responsif. Langkah tersebut sekaligus menjadi upaya BYD untuk memperkuat posisi Seagull dalam menghadapi rival seperti Geely EX2.
Pemindahan motor listrik ke bagian belakang ternyata tidak hanya berdampak pada karakter berkendara. Tata letak baru tersebut juga memberikan keuntungan dari sisi kepraktisan.
BYD Seagull generasi kedua kini memiliki kompartemen bagasi depan atau frunk dengan kapasitas mencapai 94 liter. Ruang tambahan ini dapat digunakan untuk menyimpan berbagai barang yang sebelumnya harus ditempatkan di bagasi belakang.
Sementara itu, kapasitas bagasi belakang bisa diperluas secara signifikan dengan melipat kursi baris kedua. Dalam kondisi tersebut, ruang penyimpanan Seagull generasi kedua mencapai 1.380 liter.
Selain sistem penggerak, ukuran bodi BYD Seagull generasi kedua juga mengalami peningkatan dibandingkan model sebelumnya.
Mobil listrik ini memiliki panjang 4.205 mm, lebar 1.810 mm, tinggi 1.570 mm, serta jarak sumbu roda atau wheelbase sepanjang 2.650 mm.
Dimensi yang lebih besar tersebut berpotensi memberikan ruang kabin yang lebih lega, sekaligus membuat Seagull semakin matang sebagai mobil listrik perkotaan.
Masuk ke dalam kabin, BYD memberikan sentuhan yang jauh lebih modern. Interior Seagull generasi kedua didominasi monitor besar bergaya floating dengan pembagian layar berasio 3:7.
Bagian kiri layar berfungsi sebagai panel instrumen digital. Pengemudi dapat memantau berbagai informasi seperti kecepatan kendaraan, posisi gigi, mode berkendara, hingga konsumsi energi.
Sementara bagian kanan digunakan untuk kebutuhan infotainment, navigasi, serta pemutaran musik.
Menariknya, peningkatan fitur tidak berhenti pada sistem hiburan. Jok depan kini sudah dilengkapi pengaturan elektrik dan fungsi pijat untuk meningkatkan kenyamanan selama perjalanan.
BYD juga menghadirkan pencahayaan ambient multiwarna, tombol magnetik yang disebut sebagai tombol "ajaib", serta kisi-kisi ventilasi AC yang dapat diatur untuk penumpang di baris kedua.
Ringkasan ini disusun otomatis dari artikel sumber. Untuk konteks, fakta lengkap, dan koreksi, buka artikel asli di https://news.zonaindonesia.com/berita/byd-seagull-baru-naik-kelas-fitur-barunya-jadi-sorotan-353eb6e7/.
Baca juga
Juara, Prabowo serahkan trofi FIFA ASEAN Cup ke pemain Indonesia
Jakarta (ANTARA) - Presiden Prabowo Subianto bersama Presiden FIFA Gianni Infantino menyerahkan trofi FIFA ASEAN Cup 2026 kepada kapten Timnas Indonesia Kevin Diks setelah Indonesia keluar sebagai juara usai mengalahkan Thailand melalui adu penalti di Stadion Utama Gelora Bung…
Polisi imbau suporter rayakan kemenangan Indonesia secara tertib
Jakarta (ANTARA) - Polda Metro Jaya mengimbau seluruh suporter untuk merayakan kemenangan Tim Nasional (Timnas) Indonesia pada laga final FIFA ASEAN Cup 2026 secara tertib serta senantiasa menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
Wajah Prabowo Sempat Tegang, Langsung Semringah Usai Emil Audero Tepis Penalti Thailand
FIFA ASEAN Cup 2026 Wajah Prabowo Sempat Tegang, Langsung Semringah Usai Emil Audero Tepis Penalti Thailand Presiden Prabowo Subianto tampak bahagia ketika Timnas Indonesia berhasil memenangkan laga final FIFA ASEAN Cup 2026 di SUGBK Jakarta Ringkasan Berita:
Juara, Timnas Indonesia Sukses 2 Kali Bikin Fans Garuda Jantungan
Timnas Indonesia sukses dua kali beruntun membuat fans Garuda jantungan setelah memastikan menjadi juara FIFA ASEAN Cup 2026 dengan mengalahkan Thailand secara dramatis melalui adu penalti di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Senin (5/10),