Lewati ke konten

Kamis, 1 Oktober 2026727 berita

Daftar Fenomena Langit Oktober 2026, Catat TanggalnyaIni Pesan-pesan Sugiono ke Menlu Baru RI Arrmanatha NasirKabur dari Pelatnas Timnas Portugal, Cristiano Ronaldo Terancam Sanksi Berat!Rupiah Lunglai ke Rp17.966 per Dolar AS Kamis SoreRamai Sorak Sorai, Menkeu Suahasil dan PNS Kemenkeu Sambut 2 Wamen BaruTablet Premium Terbaru Samsung, Galaxy Tab S12 Mulai Rp 21 JutaProfil Irwan Meilano, Guru Besar ITB yang kini jadi Wamen KPCerita Suyudi Pagi Hari Diminta Bersiap, Sore Jadi Kapolri64 mobil siap bersaing dalam kompetisi KMHE 2026 di UnejJenderal Sigit Tegaskan Masih Aktif di Polri Meski Tak Lagi Jabat Kapolri
Teknologi

Daftar Fenomena Langit Oktober 2026, Catat Tanggalnya

CNN Teknologi 3 menit baca 514 kata
Daftar Fenomena Langit Oktober 2026, Catat Tanggalnya — gambar dari CNN Teknologi
Gambar dari CNN Teknologi. Ringkasan oleh Zona News.

Sejumlah fenomena akan menghiasi langit sepanjang bulan Oktober, mulai dari oposisi Saturnus hingga hujan meteor. Simak daftar lengkapnya.

Beberapa fenomena tersebut dapat dinikmati dengan mata telanjang, tetapi beberapa yang lain memerlukan alat bantu seperti teropong atau teleskop untuk menikmatinya.

Selain itu, pengamat juga perlu memastikan langit malam sedang cerah tak tertutup awan atau bahkan hujan, serta jauh dari polusi cahaya perkotaan.

Dikutip dari Seasky dan Time and Date, berikut daftar lengkap jadwal fenomena langit Oktober 2026.

Oposisi Saturnus Saturnus akan berada dalam posisi yang berlawanan dengan Bumi dan Matahari pada 4 Oktober, sehingga permukaannya akan sepenuhnya diterangi Matahari.

Di posisi tersebut, planet bercincin ini juga akan berada dalam jarak terdekatnya dengan Bumi dan tampak lebih terang daripada hari lainnya sepanjang tahun.

Pada malam itu, Saturnus akan terlihat dari Matahari tenggelam sampai terbit kembali. Pengamat dapat menggunakan teleskop atau kamera tele untuk melihat cincin Saturnus dan beberapa bulannya yang paling terang, sedangkan yang melihat dengan mata telanjang akan melihatnya seperti bintang biasa.

Hujan meteor Draconid Pada 6-10 Oktober, langit malam akan dihiasi pemandangan hujan meteor Draconid yang terjadi akibat butiran debu komet 21P Giacobini-Zinner yang menghasilkan sekitar 10 meteor per jam.

Waktu terbaik untuk melihat fenomena hujan meteor Draconid tahun ini akan terjadi sebelum fase Bulan Baru, ketika langit gelap tanpa cahaya bulan pada tanggal 7 Oktober mendatang.

Berbeda dengan fenomena hujan meteor lain yang waktu terbaik untuk mengamatinya di pagi hari, waktu terbaik melihat hujan meteor ini adalah pada awal malam hari di lokasi yang gelap dan jauh dari lampu kota.

Bulan baru Pada 10 Oktober, Bulan akan berada di sisi Bumi yang sama dengan Matahari dan tidak akan terlihat di langit malam. Ini berarti tidak ada cahaya Bulan yang menghalangi pandangan terhadap bintang dan planet.

Fase Bulan baru menjadi waktu terbaik untuk mengamati objek-objek redup seperti galaksi dan gugusan bintang karena tidak ada cahaya bulan yang mengganggu.

Merkurius pada elongasi Planet Merkurius akan mencapai elongasi timur terbesar sebesar 19,6 derajat dari Matahari pada tanggal 12 Oktober. Ini adalah waktu terbaik untuk mengamati Merkurius karena akan berada pada titik tertinggi di atas cakrawala di langit malam. Posisinya ada di bagian bawah langit barat setelah Matahari terbenam.

Hujan meteor Orionid Selain hujan meteor Draconid, langit juga akan dihiasi hujan meteor Orinoid pada sekitar tanggal 21-22 Oktober. Hujan meteor ini dihasilkan butiran debu Komet Halley yang telah lama dikenal dan diamati sejak zaman kuno.

Ringkasan ini disusun otomatis dari artikel sumber. Untuk konteks, fakta lengkap, dan koreksi, buka artikel asli di https://news.zonaindonesia.com/berita/daftar-fenomena-langit-oktober-2026-catat-tanggalnya-abd72c7f/.

Baca juga

Semua berita Teknologi