DPR Segera Sahkan RUU Satu Data, Bakal Ada Badan Baru untuk Dibentuk
DPR RI berencana segera mengesahkan Rancangan Undang-Undang (RUU) Satu Data Indonesia pada sidang paripurna DPR RI mendatang, Selasa (6/10). Pada RUU ini diusulkan Badan Satu Data Indonesia.
Anggota Badan Legislatif (Baleg) DPR RI Daniel Johan mengatakan rencananya seluruh data oleh masing-masing lembaga atau kementerian akan dijadikan satu oleh BSDI "Salah satu masalah besar dalam konteks data kali ini kan data ya itu terlalu banyak apa, ego sektoral. Masing-masing kementerian punya data," kata Daniel ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (2/10) pekan ini.
"Nah ini sekarang diatur, diorkestrasi, dikoordinasi, dikumpulkan oleh Badan Satu Data Indonesia yang selama ini memang belum ada undang-undangnya, kan baru Perpres, jadi ini untuk memperkuat," sambungnya.
Selain itu, Daniel menyebut urgensi pembentukan Badan Satu Data Indonesia untuk mencegah data-data yang manipulatif guna memastikan pembangunan dapat lebih terarah.
"Negara tanpa data enggak ada perencanaan. Perencanaan amburadul, penuh manipulasi, penuh benar enggak benar, kita enggak paham. Jadi ukuran standar kriteria juga menjadi enggak jelas. Jadi kita berharap setelah ini pembangunan lebih pasti dan terarah," ucap dia yang juga Ketua DPP PKB itu.
Dia bilang pembentukan Badan Satu Data Indonesia (BSDI) akan diserahkan kepada presiden serta berkoordinasi dengan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas).
Ia menjelaskan, masyarakat dapat mengakses data secara terbuka dari seluruh kementerian atau lembaga. Namun, ia mengecualikan akses terbatas pada data yang menyangkut pertahanan dan keamanan.
"Yang enggak bisa diakses itu yang menyangkut pertahanan dan keamanan, yang bersifat rahasia," ucap Daniel.
Adapun, RUU Satu Data Indonesia sudah sampai Pembahasan Tingkat I pada Jumat pekan ini, dan ditargetkan akan disahkan menjadi Undang-Undang pada rapat Paripurna pada Selasa mendatang.
Komposisi RUU Satu Data Indonesia RUU tentang Satu Data Indonesia terdiri dari 17 bab dan 138 pasal. Secara keseluruhan, RUU ini mengatur:
1. Asas penyelenggaraan SDI. Satu Data Indonesia (SDI) diselenggarakan berdasarkan asas kedaulatan, kepatuhan, ketahanan, keterpaduan, interoperabilitas, akuntabilitas, keamanan dan kerahasiaan, keterandalan, waktu nyata, rekognisi, keadilan sosial, dan kepastian hukum.
2. Ekosistem Satu Data Indonesia yang utuh, meliputi data dasar nasional, tata kelola data dasar nasional, standar data, metadata, arsitektur sistem dan infrastruktur teknis, penyelenggaraan SDI, pengawasan penyelenggaraan SDI, serta penyelenggaraan sengketa SDI.
3. Data dasar nasional yang diklasterisasi, diklasifikasikan, dan ditetapkan jenisnya berdasarkan kebutuhan pembangunan nasional, pelayanan publik, penanggulangan bencana, dan kepentingan strategis lainnya.
4. Pembangunan pembagian kewenangan yang tegas antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan pemerintah desa atau kelurahan dalam memproduksi, mengelola, memutakhirkan, menyediakan, dan memanfaatkan data sesuai kewenangan masing-masing tanpa menghilangkan kewenangan produsen data.
Ringkasan ini disusun otomatis dari artikel sumber. Untuk konteks, fakta lengkap, dan koreksi, buka artikel asli di https://news.zonaindonesia.com/berita/dpr-segera-sahkan-ruu-satu-data-bakal-ada-badan-baru-untuk-dibentuk-d43371da/.
Baca juga
VIDEO: 17 Pegawai Lapas Cibinong Disanksi, Kalapas Diberhentikan
VIDEO: 17 Pegawai Lapas Cibinong Disanksi, Kalapas Diberhentikan CNN Indonesia TV | CNN Indonesia Senin, 05 Okt 2026 23:58 WIB Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan R-I menyampaikan hasil investigasi dan temuan Ombudsman R-I di Lapas Kelas Dua…
Koordinator BEM UI Diserang OTK di Jaksel, Ditendang lalu Nyungsruk dari Motor
Koordinator Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Indonesia (UI) bernama Hafidz Hernanda diduga dianiaya orang tak dikenal (OTK) hingga terjatuh dari motor di Tebet, Jakarta Selatab (Jaksel). Pihak memberikan pendampingan terhadap Hafidz.
Kapolres Bogor Tekankan Sinergitas TNI-Polri Kunci Mutlak Jaga Keamananamp;nbsp;
JAKARTA - Kapolres Bogor, AKBP Wikha Ardilestanto menekankan bahwa sinergitas TNI-Polri adalah kunci utama dalam menjaga keamanan dan ketertiban.
Jamal Mirdad Sentil Artis Muda yang Cuma Kejar Viral: “Berikan Karyamu”
Kabar Seleb Jamal Mirdad Sentil Artis Muda yang Cuma Kejar Viral: “Berikan Karyamu” Jamal Mirdad mengingatkan artis muda soal bahaya mengejar viral. Baginya, karya justru yang akan membuat seseorang dikenang.