Film Hasut Angkat Dua Wajah Manusia, Skenario 15 Tahun Tanpa Hantu
Liputan6.com, Jakarta - Film Hasut menawarkan sudut pandang berbeda dalam genre horor: tanpa sosok hantu. Proyek debut penyutradaraan Ilya Sigma ini menempatkan perilaku manusia dan hasutan sebagai sumber teror, dengan empat bintang utama di lini depan cerita.
Produser Putrama Tuta menegaskan, teror di Film Hasut tidak semata mengandalkan efek kejut. Ia menyebut pengalaman menonton juga diarahkan menjadi ruang untuk mengaca diri.
"Kalau teman-teman nonton, semoga teman-teman bisa mulai bercermin juga sama diri sendiri gitu. Apakah kata-kata kita menyakiti orang lain, apakah tujuan ini kita keluarkan dapat merugikan untuk orang lain, apakah menguntungkan hanya untuk diri kita sendiri," kata Putrama.
Di balik layar, pengembangan cerita Film Hasut berangkat dari pengalaman pribadi dan proses kreatif yang panjang. Penulisan naskahnya memakan waktu hingga belasan tahun sebelum menemukan bentuk akhir yang lebih berkarakter dan relevan.
Tanpa Sosok Hantu, Ajak Refleksi Diri Film Hasut memilih jalur horor psikologis tanpa menghadirkan penampakan makhluk gaib. Ilya Sigma, yang melakoni debut sebagai sutradara, mengarahkan cerita pada dinamika hasut-menghasut di antara manusia sebagai sumber ketegangan utama.
Putrama Tuta menyebut tim menggarap desain suara yang luar biasa untuk membangun atmosfer ngeri, namun tetap menjaga tujuan besar film sebagai pengingat untuk berkaca pada diri sendiri. Bukan sekadar menakut-nakuti, melainkan mengajak penonton mempertanyakan dampak dari kata-kata dan tindakan mereka.
Pernyataan Putrama berkelindan dengan gagasan cerita yang menempatkan pilihan manusia sebagai pemicu konflik. Dorongan untuk bertanya apakah ucapan menyakiti orang lain, apakah tujuan hanya menguntungkan diri sendiri, menjadi benang merah yang ditanamkan ke dalam pengalaman menonton.
Proses Kreatif Film Hasut: Naskah 15 Tahun Salah satu catatan menarik dari Film Hasut adalah proses penulisan skenario yang berlangsung sekitar 15 tahun. Naskah ditulis oleh Priesnanda Dwisatria bersama Ilya Sigma, terinspirasi pengalaman pribadi Priesnanda saat mendaki gunung semasa kuliah menggunakan HT.
Priesnanda mengungkap ide awalnya masih berada di wilayah horor konvensional yang mengandalkan jumpscare.
"Kita bercerita nulis sampai sekitar 15 tahun karena waktu awalnya itu ceritanya itu sebuah horor biasa, jumpscare gitu," ujar Priesnanda.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
Ringkasan ini disusun otomatis dari artikel sumber. Untuk konteks, fakta lengkap, dan koreksi, buka artikel asli di https://news.zonaindonesia.com/berita/film-hasut-angkat-dua-wajah-manusia-skenario-15-tahun-tanpa-hantu-8c719f3c/.
Baca juga
12 pembalap tiba di Lombok, bersiap untuk MotoGP Mandalika 2026
ANTARA - Rombongan pembalap dan kru MotoGP Mandalika 2026 mulai berdatangan melalui Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM) Lombok, Senin (5/10). Mereka disambut hiburan musik tradisional dan zoo move atau wahana kendaraan mainan.
Drama Final FIFA ASEAN Cup: Suporter Sempat Tinggalkan SUGBK, Garuda Bangkit dan Juara
FIFA ASEAN Cup 2026 Drama Final FIFA ASEAN Cup: Suporter Sempat Tinggalkan SUGBK, Garuda Bangkit dan Juara Pada menit ke-111, Peeradol mencetak gol yang membuat Thailand berbalik unggul 2-1. Suasana SUGBK pun berubah drastis.
Pelaku Pembunuhan Satu Keluarga di Tulang Bawang Tewas Ditembak
Liputan6.com, Jakarta - Polisi menangkap terduga pelaku pembunuhan satu keluarga di Kabupaten Tulang Bawang, Lampung. Pelaku tewas setelah menyerang anggota kepolisian menggunakan senjata tajam saat hendak diamankan di Kabupaten Lampung Timur, Senin (5/10/2026).
Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup, Judika dan Anggun Tampil Emosional
Judika dan Anggun tampil penuh emosi saat membawakan lagu nasional setelah Indonesia memenangkan laga final FIFA ASEAN Cup 2026 melawan Thailand di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) Jakarta, Senin (5/10) malam.