Lewati ke konten

Selasa, 6 Oktober 20262292 berita

Final Indonesia vs Thailand: Tendang Melankolia, Peluk ExtravaganzaVIDEO: 17 Pegawai Lapas Cibinong Disanksi, Kalapas Diberhentikan12 pembalap tiba di Lombok, bersiap untuk MotoGP Mandalika 2026Koordinator BEM UI Diserang OTK di Jaksel, Ditendang lalu Nyungsruk dari MotorKapolres Bogor Tekankan Sinergitas TNI-Polri Kunci Mutlak Jaga Keamananamp;nbsp;Juara, Prabowo serahkan trofi FIFA ASEAN Cup ke pemain IndonesiaPolisi imbau suporter rayakan kemenangan Indonesia secara tertibJamal Mirdad Sentil Artis Muda yang Cuma Kejar Viral: “Berikan Karyamu”Pekalongan gelar Festival Literasi untuk bangkitkan minat baca wargaSejumlah menko mulai gunakan Maung Garuda sebagai kendaraan dinas
Olahraga

Final Indonesia vs Thailand: Tendang Melankolia, Peluk Extravaganza

CNN Olahraga 6 menit baca 1130 kata
Final Indonesia vs Thailand: Tendang Melankolia, Peluk Extravaganza — gambar dari CNN Olahraga
Gambar dari CNN Olahraga. Ringkasan oleh Zona News.

Sejak 1991, enam kali Indonesia tampil di partai final Piala AFF dan sekali di SEA Games (sebelum diubah untuk pemain U-23 sejak 2001, tak ada gelar yang berhasil diraih Timnas Indonesia.

Dari enam final Piala AFF, empat kali berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno. Hasilnya, histeria. Ini adalah kondisi psikologis yang ditandai ekspresi emosi berlebihan dan perilaku tak terkendali.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT Bagaimana tak emosi, Indonesia pada akhirnya selalu gagal mengangkat trofi. Indonesia, sejak dijajah Belanda, seperti ditakdirkan menjadi pecundang. Bangsa yang kalah perang.

Tim Merah Putih hanya bisa mengangkat piala di level turnamen kecil, seperti Piala Kemerdekaan Indonesia 2000 dan 2008, di mana sejumlah tim luar negeri diundang menjadi peserta.

Oleh karena itu benak, hati, dan pikiran suporter Timnas Indonesia sudah lama diselimuti melankolia; rasa putus asa. Kepercayaan selalu dipupuk, tetapi tak lama setelah itu langsung diracun.

Kini, secercah harapan prestasi datang lagi: final FIFA ASEAN Cup 2026. Timnas Indonesia akan bentrok dengan Thailand pada partai final di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Senin (5/10).

Turnamen yang diinisiasi pemimpin-pemimpin ASEAN dengan Gianni Infantino lewat memorandum of understanding (MoU) pada 2025 ini bisa menjadi titik tolok prestasi Indonesia di masa depan.

Bagaimanapun, sudah 35 tahun suporter Timnas Indonesia menanti gelar juara yang tak kunjung tiba. Sebuah extravaganza sangat dinantikan sebagai pelipur lara di dalam dada.

Akankah Kevin Diks dan kawan-kawan membuat extravaganza di GBK pada Senin (5/10) malam? Harapannya tentu saja, iya. Namun, Thailand si Raja ASEAN, bukan tim kacangan.

Sejarah mencatat, Thailand adalah penggagal utama Indonesia di banyak pentas olahraga, termasuk sepak bola. Karena itu kecerdikan strategi John Herdman akan diuji The War Elephant.

Saat menang 2-0 atas Singapura, permainan Timnas Indonesia seperti tanpa gairah. Daya juang lemah. Alibi 'jet lag' John Herdman bisa diterima, tetapi dianggap terlalu diada-ada.

Ketika imbang 0-0 melawan Malaysia, setelah bermain dengan 10 pemain sejak menit ke-37, amarah suporter membuncah. Kritik pedas pun menggema: nama mantan pelatih (Shin Tae Yong) diteriakkan.

Suporter bukan tidak menghargai pemain dan pelatih, tetapi kecewa dengan situasi yang terjadi. Ini yang memicu histeria. Melankolia seperti datang lagi. Suporter kembali frustrasi.

Rupanya, 'pekik di depan muka' itu memicu aksi heroik. Dalam laga melawan Bangladesh, yang sangat pantas dimenangkan, pemain menunjukkan daya juang besar seperti dalam Kualifikasi Piala Dunia 2026.

Ringkasan ini disusun otomatis dari artikel sumber. Untuk konteks, fakta lengkap, dan koreksi, buka artikel asli di https://news.zonaindonesia.com/berita/final-indonesia-vs-thailand-tendang-melankolia-peluk-extravaganza-57a6f9be/.

Baca juga

Juara, Prabowo serahkan trofi FIFA ASEAN Cup ke pemain Indonesia

Jakarta (ANTARA) - Presiden Prabowo Subianto bersama Presiden FIFA Gianni Infantino menyerahkan trofi FIFA ASEAN Cup 2026 kepada kapten Timnas Indonesia Kevin Diks setelah Indonesia keluar sebagai juara usai mengalahkan Thailand melalui adu penalti di Stadion Utama Gelora Bung…

Antara

Semua berita Olahraga