Ilmuwan Bongkar Matahari-Bulan Bisa Picu Gempa Bumi, Ini Penjelasannya
Sebuah penelitian mengungkap hubungan antara gravitasi Matahari dan Bulan dengan aktivitas gempa bumi. Penelitian ini diklaim dapat memperkaya wawasan mengenai potensi patahan dan jangkauan megathrust di masa depan.
Peneliti mengungkap pengaruh gravitas Matahari dan Bulan atau lunisolar yang menyebabkan pasang surut air laut, ternyata juga memengaruhi daratan dan batuan padat di Bumi.
Saat Matahari dan Bulan memberi tekanan pasang surut yang konstan, tekanan tersebut secara perlahan memicu gempa bumi yang lambat dan merambat, sehingga melepaskan energi yang jauh lebih lambat daripada gempa bumi biasa, sehingga tidak terasa di permukaan.
Sebuah studi yang diterbitkan di jurnal JGR Solid Earth menemukan bahwa gangguan pasang surut yang kecil itu bisa berdampak besar karena persebaran getaran melalui proses resonansi.
"Meskipun tekanan ini sangat kecil, biasanya sekitar beberapa kilopaskal yang hanya selembut tekanan dari tekanan tangan, tekanan ini telah diamati dapat memicu gempa bumi lambat pada beberapa patahan," kata para peneliti, dikutip dari Science Alert, Senin (28/9).
Mereka menganalisis pergeseran, peluncuran, dan pengikisan yang terjadi pada antarmuka lempeng tektonik menggunakan simulasi dengan model spring-block dan rate-and-state friction.
Model simulasi patahan gempa ini juga menggabungkan resistensi gesekan yang selalu berubah pada antarmuka garis patahan, berdasarkan kecepatannya (rate) dan bagaimana mereka saling bersentuhan (state).
Berdasarkan pengamatan, jenis gempa yang dihasilkan dari efek ini tergantung pada sifat gesekan relatif patahan berdasarkan respons terhadap amplitudo dan periode gangguan pasang surut.
Jika amplitudo rendah, patahan kemungkinan akan bergeser secara perlahan diam-diam. Namun, jika amplitudonya cukup tinggi, patahan akan bergeser lebih kuat dan bergemuruh.
Sementara itu, durasi gangguan pasang surut dapat menyebabkan aktivitas seismik ketika bertepatan dengan respons natural suatu patahan saat bereaksi terhadap tekanan. Resonansi ini dapat memicu peristiwa gempa bumi lambat meskipun tekanannya kecil.
"Mirip seperti mendorong ayunan dengan ritme yang tepat, sampai ayunan bergerak lebih tinggi," kata para peneliti.
Dampak dari efek tersebut tampak pada pengamatan gempa bumi di Jepang bagian barat daya dan Cascadia (Pasifik Barat Laut), yang sering mencapai puncaknya pada interval sekitar 12 dan 24 jam seiring pasang surut.
Namun, gangguan juga dapat memicu aktivitas seismik yang lebih kompleks secara temporal, lebih kacau, dan sulit diprediksi.
Para peneliti menemukan kemungkinan pola waktu terjadinya peristiwa seismik yang dipicu oleh pasang surut, yakni saat tegangan pasang surut maksimum, saat tekanan dari gaya pasang surut meningkat paling cepat, atau mungkin saja terjadi secara acak tanpa pola pasang surut tertentu.
Ringkasan ini disusun otomatis dari artikel sumber. Untuk konteks, fakta lengkap, dan koreksi, buka artikel asli di https://news.zonaindonesia.com/berita/ilmuwan-bongkar-matahari-bulan-bisa-picu-gempa-bumi-ini-penjelasannya-7628c544/.
Baca juga
Pro Player Fortnite Dipecat Usai Acungkan Jari Tengah ke Kamera
Pro player game Fortnite bernama David Kochet alias Huty, telah dikeluarkan dari organisasi esports FLC, setelah mengacungkan jari tengah ke kamera saat kompetisi sedang berlangsung. Hal itu terjadi dalam turnamen internasional bertajuk 2026 FNCS Global Championship.
Indonesia vs Thailand 1-1 di Waktu Normal, Netizen Deg-degan
Laga final FIFA ASEAN Cup antara Indonesia melawan Thailand berakhir sama kuat 1-1 di waktu normal. Kini, pertandingan harus dilanjutkan ke perpanjangan waktu. Netizen pun deg-degan menantikan hasil akhirnya.
Mengenal Lensa Pancake yang Bikin Kamera Praktis dan Siap Jepret
Kamera terbaik adalah kamera yang kamu bawa. Ungkapan ini sudah sering terdengar, tetapi jarang benar-benar kita jalani. Kamera mirrorless dengan lensa besar memang menjanjikan kualitas, tetapi sering berakhir di dalam lemari karena terlalu merepotkan untuk dibawa.
Indonesia Vs Thailand Masih Imbang, Netizen Kencangkan Doa
Babak pertama Indonesia vs Thailand di final FIFA ASEAN Cup 2026 masih imbang. Lini masa media sosial ramai dengan netizen mengencangkan doa.