Lewati ke konten

Selasa, 6 Oktober 20262292 berita

Judi Online dan AI Jadi Ancaman Baru Kebocoran Data dari DalamVIDEO: 17 Pegawai Lapas Cibinong Disanksi, Kalapas Diberhentikan12 pembalap tiba di Lombok, bersiap untuk MotoGP Mandalika 2026Koordinator BEM UI Diserang OTK di Jaksel, Ditendang lalu Nyungsruk dari MotorKapolres Bogor Tekankan Sinergitas TNI-Polri Kunci Mutlak Jaga Keamananamp;nbsp;Juara, Prabowo serahkan trofi FIFA ASEAN Cup ke pemain IndonesiaPolisi imbau suporter rayakan kemenangan Indonesia secara tertibJamal Mirdad Sentil Artis Muda yang Cuma Kejar Viral: “Berikan Karyamu”Pekalongan gelar Festival Literasi untuk bangkitkan minat baca wargaSejumlah menko mulai gunakan Maung Garuda sebagai kendaraan dinas
Teknologi

Judi Online dan AI Jadi Ancaman Baru Kebocoran Data dari Dalam

Detik 4 menit baca 709 kata
Judi Online dan AI Jadi Ancaman Baru Kebocoran Data dari Dalam — gambar dari Detik Inet
Gambar dari Detik Inet. Ringkasan oleh Zona News.

Ancaman terhadap keamanan data perusahaan kini tidak hanya datang dari serangan hacker. Aktivitas dari dalam organisasi atau insider threat juga perlu menjadi perhatian, terutama ketika tekanan finansial akibat judi online bertemu dengan semakin luasnya penggunaan kecerdasan buatan (AI) di tempat kerja.

Founder SearchInform Lev Matveev mengatakan motif insider threat pada dasarnya relatif sama di berbagai negara, terutama keuntungan finansial, kelalaian, dan kurangnya kehati-hatian. Namun, perkembangan digitalisasi di Indonesia menghadirkan sejumlah faktor yang dapat memperbesar risikonya.

Dipaparkannya, belum optimalnya sistem pemantauan, klasifikasi data, dan pengaturan hak akses dapat membuka celah kebocoran data, baik karena kesalahan maupun tindakan yang disengaja.

Sejumlah kasus di Indonesia bahkan menunjukkan bahwa insider threat tidak selalu dilakukan oleh satu orang. Pada September 2026, persidangan terhadap delapan pegawai salah satu bank BUMN dimulai di Bandung. Mereka didakwa memalsukan data 104 debitur dan menyebabkan kerugian bank Rp2,66 miliar.

Matveev menyoroti judi online sebagai salah satu faktor yang dapat memunculkan tekanan finansial dan mendorong karyawan melakukan kecurangan.

Berdasarkan data Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), sepanjang 2025 sekitar 12,3 juta orang melakukan deposit ke rekening judi online dengan total nilai mencapai Rp36 triliun. Sejak 2017, PPATK juga telah mengidentifikasi lebih dari 51.000 aparatur sipil negara yang terlibat dalam aktivitas judi online.

Risiko tersebut dapat beririsan dengan keamanan data perusahaan ketika karyawan yang mengalami tekanan finansial menyalahgunakan akses yang dimilikinya.

Salah satu kasus yang disebut Matveev terjadi di Sabang. Seorang pegawai bank mengambil Rp1,4 miliar dari rekening nasabah dan menggunakan uang tersebut untuk judi online serta kebutuhan pribadi.

"Dalam kasus insider threat, motifnya umumnya berkaitan dengan keuntungan finansial atau kelalaian dan kurangnya kehati-hatian," ujar Matveev dalam keterangan tertulis, Minggu (4/10/2026).

Kondisi tersebut membuat perusahaan perlu melihat keamanan informasi tidak hanya dari sisi serangan eksternal, tetapi juga bagaimana data dan akses digunakan oleh orang-orang di dalam organisasi.

Di saat yang sama, perkembangan AI generatif menghadirkan jalur baru bagi kebocoran data. Matveev mengatakan karyawan kini dapat memasukkan daftar klien ke layanan AI untuk merapikan format, mengunggah kontrak untuk dirangkum, atau memasukkan dokumen keuangan dan strategi pemasaran ke chatbot eksternal.

Ketika informasi tersebut dikirim ke layanan AI di luar lingkungan perusahaan, organisasi berpotensi kehilangan kendali atas bagaimana informasi tersebut diproses atau digunakan lebih lanjut.

Risikonya semakin besar ketika perusahaan mulai menggunakan agen AI yang terhubung langsung dengan sistem internal. Asisten AI yang memiliki akses ke email, penyimpanan file, atau CRM dapat membaca dan memindahkan data atas nama karyawan dalam jumlah yang jauh lebih besar dibandingkan aktivitas manual.

Bahkan, instruksi berbahaya yang tersembunyi dalam dokumen yang diproses agen AI berpotensi membuat informasi rahasia keluar dari lingkungan perusahaan tanpa karyawan harus menyalinnya secara langsung.

Ringkasan ini disusun otomatis dari artikel sumber. Untuk konteks, fakta lengkap, dan koreksi, buka artikel asli di https://news.zonaindonesia.com/berita/judi-online-dan-ai-jadi-ancaman-baru-kebocoran-data-dari-dalam-04f801f1/.

Baca juga

Semua berita Teknologi