Lewati ke konten

Selasa, 13 Oktober 20264000 berita

Kebakaran Lahan di Jalur Menuju Machu Picchu, 1 Lansia MeninggalAlexander Zverev Bakal Tercatat sebagai Petenis Putra Ranking 1 Dunia TertuaNilai Strategis Wealth Partnership dalam Menghadapi Kompleksitas Pengelolaan KekayaanCaplok Saham Bayan, Perusahaan Haji Isam Rogoh Rp 26,09 TriliunMengapa Kebakaran Hutan Kalimantan dan Sumsel Tak Kunjung Padam?Daftar Terbaru Harga Emas Antam, Galeri24 dan UBS Hari Ini 13 Oktober 2026Video: Cerita Warga Malaysia Dibekap Kabut Asap Karhutla RIMata Uang Asia Kebakaran Hebat: Rupiah, Won - Ringgit JatuhPLN Batam Pulihkan Pasokan Listrik Setelah Gangguan Awal PekanTol Cikampek Berlakukan Contraflow di KM 21 hingga KM 23, Urai Kemacetan Parah
Nasional

Kebakaran Lahan di Jalur Menuju Machu Picchu, 1 Lansia Meninggal

CNN Indonesia 1 menit baca 181 kata
Kebakaran Lahan di Jalur Menuju Machu Picchu, 1 Lansia Meninggal — gambar dari CNN Indonesia
Gambar dari CNN Indonesia. Ringkasan oleh Zona News.

Kebakaran lahan terjadi di dekat jalan akses utama menuju situs kota kuno Inca, Machu Picchu, Peru, Sabtu (3/10). Dalam insiden tersebut, satu orang meninggal dunia dan dua orang terluka.

Menurut pejabat setempat, kobaran api bermula pada Jumat (2/10) di Sacred Valley di wilayah Cusco. Area itu juga mencakup stasiun kereta api yang paling sering digunakan untuk menuju Machu Picchu.

Miguel Osco dari badan penanggulangan bencana daerah mengatakan kepada radio RPP, seorang pria lanjut usia meninggal dunia akibat kebakaran tersebut dan dua orang lainnya mengalami luka bakar.

"Lokasinya sangat dekat dengan Machu Picchu," kata Gustavo Lozano, warga setempat, kepada RPP, seperti diberitakan AFP.

"Bus-bus pariwisata melintas mungkin hanya berjarak beberapa ratus meter, tidak jauh dari lokasi kebakaran." Menurut Osco, api menyebar dengan cepat karena cuaca panas dan berangin serta kondisi vegetasi yang kering. Ia mengatakan kebakaran itu dipicu oleh aktivitas petani yang membakar semak belukar untuk membuka lahan pertanian.

Machu Picchu, ibu kota kuno kekaisaran Inca, dibangun pada abad ke-15 di ketinggian 2.500 meter di atas permukaan laut atas perintah penguasa Inca, Pachacutec.

Situs ini dianggap sebagai mahakarya arsitektur dan rekayasa teknik.

Ringkasan ini disusun otomatis dari artikel sumber. Untuk konteks, fakta lengkap, dan koreksi, buka artikel asli di https://news.zonaindonesia.com/berita/kebakaran-lahan-di-jalur-menuju-machu-picchu-1-lansia-meninggal-1adededa/.

Baca juga

Mengapa Kebakaran Hutan Kalimantan dan Sumsel Tak Kunjung Padam?

Liputan6.com, Jakarta - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Kalimantan dan Sumatera Selatan (Sumsel) kian parah. Meski pemadaman telah berlangsung cukup lama, titik panas masih ditemukan dan sebaran asap terus mengancam kualitas udara di sejumlah daerah…

Liputan6 News

Semua berita Nasional