Lewati ke konten

Selasa, 6 Oktober 20262292 berita

Malaysia Gagal ke Final, Postingan Rasis ke Indonesia Bikin MirisVIDEO: 17 Pegawai Lapas Cibinong Disanksi, Kalapas Diberhentikan12 pembalap tiba di Lombok, bersiap untuk MotoGP Mandalika 2026Koordinator BEM UI Diserang OTK di Jaksel, Ditendang lalu Nyungsruk dari MotorKapolres Bogor Tekankan Sinergitas TNI-Polri Kunci Mutlak Jaga Keamananamp;nbsp;Juara, Prabowo serahkan trofi FIFA ASEAN Cup ke pemain IndonesiaPolisi imbau suporter rayakan kemenangan Indonesia secara tertibJamal Mirdad Sentil Artis Muda yang Cuma Kejar Viral: “Berikan Karyamu”Pekalongan gelar Festival Literasi untuk bangkitkan minat baca wargaSejumlah menko mulai gunakan Maung Garuda sebagai kendaraan dinas
Teknologi

Malaysia Gagal ke Final, Postingan Rasis ke Indonesia Bikin Miris

Detik 3 menit baca 658 kata
Malaysia Gagal ke Final, Postingan Rasis ke Indonesia Bikin Miris — gambar dari Detik Inet
Gambar dari Detik Inet. Ringkasan oleh Zona News.

Rivalitas Indonesia dan Malaysia di media sosial setelah Timnas Indonesia memastikan tiket ke final FIFA ASEAN Cup 2026 sepertinya belum berkesudahan. Sayangnya, adu komentar yang awalnya berkaitan dengan sepakbola mulai melebar ke isu ras, sejarah, hingga keberadaan Indonesia sebagai sebuah negara.

Sejumlah unggahan bernada provokatif dari warganet Malaysia beredar dan kemudian dikumpulkan ulang oleh akun X @SatirNesia. Salah satu yang ramai disorot menampilkan peta Asia Tenggara dengan wilayah Indonesia dihilangkan.

"Hidup berdampingan dengan negara-negara lain tanpa perlu sibuk bergaduh atau cari pasal," tulis akun tersebut sembari menyertakan bendera Malaysia.

Unggahan itu sontak memancing respons warganet Indonesia. Ada yang membalasnya dengan mengingatkan posisi geografis Indonesia, khususnya Pulau Sumatera, ketika tsunami Samudra Hindia menerjang pada 2004.

"Pulau yang engkau hapus tu sudah menjadi buffer zone raksasa yang menahan, meredam, dan membelokkan sebagian besar energi gelombang tsunami," tulis salah seorang warganet.

Perlu dicatat, klaim bahwa Sumatera secara langsung "menahan sebagian besar" energi tsunami 2004 merupakan penyederhanaan dan tidak disertai sumber ilmiah dalam unggahan tersebut.

Candaan Frans Kaisiepo Ikut Disorot Unggahan lain yang memancing reaksi memperlihatkan uang pecahan Rp10.000 bergambar pahlawan nasional Frans Kaisiepo. Penampilan Kaisiepo dalam uang tersebut dibandingkan dengan karakter Thanos dari Marvel.

"Dah la Malaysia jom kita balik. Diorang ada Thanos do," tulis akun tersebut.

Balasan dari warganet Indonesia kemudian menjelaskan siapa sosok yang berada di uang Rp10.000 itu.

"Ya betul, itu Thanos kami. Nama dia Frans Kaisiepo, pahlawan nasional dari Papua," tulis seorang pengguna Threads.

Frans Kaisiepo memang merupakan pahlawan nasional asal Papua dan dikenal sebagai salah satu tokoh penting dalam sejarah integrasi Papua ke Indonesia. Namanya juga diabadikan sebagai nama Bandar Udara Internasional Frans Kaisiepo di Biak.

Rangkaian unggahan tersebut kemudian jadi perbincangan warganet.

"Gatau malu rendahin pahlawan Indo sambil pamerin punya mereka. Pdhl mereka mah merdeka aja hasil dikasi (jalur diplomasi dan perundingan) bkn perjuangan perang berdarah² kyk kita. Blm lg kelakuan mereka petantang-petenteng strong passport. SG yg duluan & stronger aja bersahaja," ucap @pengenliatbayi.

"Parah kali sampai bawa bawa pahlawan. Secara gak langsung udah malah jatuhnya kayak rasi," kata @mimosmei_bigwin.

Ringkasan ini disusun otomatis dari artikel sumber. Untuk konteks, fakta lengkap, dan koreksi, buka artikel asli di https://news.zonaindonesia.com/berita/malaysia-gagal-ke-final-postingan-rasis-ke-indonesia-bikin-miris-a4ee183c/.

Baca juga

Semua berita Teknologi