Nekat Pakai BBM Tak Sesuai Rekomendasi di Mobil Hybrid, Ini Dampaknya pada Mesin!
JAKARTA – Pengguna mobil hybrid diminta untuk selalu menggunakan bahan bakar minyak (BBM) sesuai rekomendasi pabrikan. Langkah ini sangat penting agar komponen mesin tidak mengalami gangguan serius akibat penggunaan jenis BBM yang tak sesuai spesifikasi.
Kenaikan harga sejumlah jenis BBM belakangan ini memang berpotensi menambah beban biaya operasional kendaraan. Namun, beralih ke BBM bernilai oktan lebih rendah demi menekan pengeluaran justru menjadi ancaman besar bagi kesehatan mesin kendaraan.
Mesin mobil modern, khususnya teknologi hybrid, dirancang memiliki rasio kompresi tinggi. Pada lineup mobil hybridToyota misalnya, rasio kompresi mesin berada di atas 13:1, sehingga membutuhkan bahan bakar dengan nilai Research Octane Number (RON) minimal di atas 90 atau sesuai standar panduan pabrikan.
Bahan bakar dengan nilai oktan lebih rendah memiliki sifat lebih mudah terbakar. Pada mesin hybrid modern, BBM beroktan rendah berisiko terbakar sendiri sebelum busi memercikkan api sesuai siklus kerja mesin. Kondisi ini memicu terjadinya knocking atau mesin mengelitik.
Proses pembakaran tidak sempurna akibat oktan rendah akan membuat mesin kehilangan tenaga (power loss). Suara mengelitik ini umumnya makin terdengar jelas saat mobil membawa muatan penuh, menyalip kendaraan lain, atau saat melintasi jalan menanjak. Dalam jangka panjang, fenomena ini akan mempercepat kerusakan komponen di dalam ruang bakar.
Dampak buruk lainnya adalah munculnya deposit kotoran atau kerak di dalam ruang bakar yang menempel dan mengganggu kinerja komponen. Selain itu, suhu di ruang mesin akan melonjak akibat beban kerja komponen yang tidak ideal.
Hal ini berujung pada penurunan performa kendaraan. Alih-alih hemat, pengemudi cenderung menginjak pedal gas lebih dalam untuk mengejar tenaga, yang justru membuat konsumsi bahan bakar menjadi makin boros serta mempercepat ausnya komponen internal mesin.
Ringkasan ini disusun otomatis dari artikel sumber. Untuk konteks, fakta lengkap, dan koreksi, buka artikel asli di https://news.zonaindonesia.com/berita/nekat-pakai-bbm-tak-sesuai-rekomendasi-di-mobil-hybrid-ini-dampaknya-fc225709/.
Baca juga
Ini Pesan-pesan Sugiono ke Menlu Baru RI Arrmanatha Nasir
Mantan Menteri Luar Negeri yang kini menjabat Menteri Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Sugiono memberi pesan-pesan untuk penerusnya yang baru, Arrmanatha Nasir.
Profil Irwan Meilano, Guru Besar ITB yang kini jadi Wamen KP
Jakarta (ANTARA) - Presiden Prabowo Subianto melantik Irwan Meilano sebagai Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan di Istana Negara, Jakarta, Kamis. Irwan merupakan Guru Besar Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian (FITB) Institut Teknologi Bandung (ITB).
Cerita Suyudi Pagi Hari Diminta Bersiap, Sore Jadi Kapolri
Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto mengaku baru dihubungi tadi pagi untuk menjadi calon Kapolri dan menjalankan fit and proper test di DPR.
64 mobil siap bersaing dalam kompetisi KMHE 2026 di Unej
Jember, Jawa Timur (ANTARA) - Sebanyak 64 mobil dari berbagai perguruan tinggi negeri dan swasta se-Indonesia siap bersaing dalam kompetisi Kontes Mobil Hemat Energi (KMHE) 2026 yang digelar di Universitas Jember, Jawa Timur, pada Kamis hingga Minggu (4/10).