Lewati ke konten

Selasa, 6 Oktober 20262292 berita

Ojol di Palembang Meninggal Usai Sesak Nafas, Diduga Imbas Kabut AsapVIDEO: 17 Pegawai Lapas Cibinong Disanksi, Kalapas Diberhentikan12 pembalap tiba di Lombok, bersiap untuk MotoGP Mandalika 2026Koordinator BEM UI Diserang OTK di Jaksel, Ditendang lalu Nyungsruk dari MotorKapolres Bogor Tekankan Sinergitas TNI-Polri Kunci Mutlak Jaga Keamananamp;nbsp;Juara, Prabowo serahkan trofi FIFA ASEAN Cup ke pemain IndonesiaPolisi imbau suporter rayakan kemenangan Indonesia secara tertibJamal Mirdad Sentil Artis Muda yang Cuma Kejar Viral: “Berikan Karyamu”Pekalongan gelar Festival Literasi untuk bangkitkan minat baca wargaSejumlah menko mulai gunakan Maung Garuda sebagai kendaraan dinas
Lifestyle

Ojol di Palembang Meninggal Usai Sesak Nafas, Diduga Imbas Kabut Asap

CNN Nasional 3 menit baca 618 kata
Ojol di Palembang Meninggal Usai Sesak Nafas, Diduga Imbas Kabut Asap — gambar dari CNN Nasional
Gambar dari CNN Nasional. Ringkasan oleh Zona News.

Kabut asap dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih menyelimuti sejumlah wilayah Sumatera Selatan selama hampir dua bulan terakhir meninggalkan duka mendalam bagi keluarga Ardiansyah (41), warga Jalan Mataram Ujung, Kelurahan Kemas Rindo, Kecamatan Kertapati, Palembang.

Ardiansyah yang sehari-hari bekerja sebagai pengemudi ojek online (ojol) meninggal dunia setelah mengalami sesak napas. Pihak keluarga menduga kondisi tersebut berkaitan dengan paparan asap karhutla yang belakangan menyelimuti Kota Palembang.

Rita Yunita mengatakan suaminya, almarhum Ardiansyah, memang memiliki riwayat asma. Sejak kabut asap mulai menyelimuti Palembang, katanya, almarhum lebih sering mengalami batuk dan sesak, terutama setelah beraktivitas di luar rumah.

"Kalau dia sudah selesai kerja jadi driver dan aktivitas di luar, waktu dia pulang sering batuk, sering sesak," kata Rita, Sabtu (3/10) dikutip dari detikSumbagsel.

Sebagai pengemudi ojek online, Ardiansyah menghabiskan sebagian besar waktunya di luar rumah. Almarhum biasanya mulai bekerja sejak pagi, kemudian beristirahat siang dan kembali beraktivitas hingga sore menjelang malam.

Dalam sehari, Ardiansyah diperkirakan menghabiskan sekitar sembilan jam di luar rumah dengan sepeda motor. Kondisi itu membuatnya cukup sering terpapar udara luar, termasuk ketika kabut asap menyelimuti Palembang.

Sejak kondisi kabut asap memburuk, aktivitas Ardiansyah di luar rumah mulai dikurangi. Namun, kata Rita, pada pagi sebelum meninggal, kondisi sesaknya kembali kambuh.

Rita mengatakan saat itu Ardiansyah baru saja keluar dari kamar mandi. Kondisi di luar rumah ketika itu sedang dipenuhi kabut karena kamar mandi tidak ada plafon jadi kabut itu langsung masuk ke dalam ruang.

Ardiansyah sempat mengeluhkan sulit bernapas, dan mengeluhkan pekatnya asap.

"Dia bilang, 'Ya Allah, kabut asap ini'," kata Rita mengenang ucapan suaminya.

Keluarga kemudian berusaha memberikan pertolongan dan membawa Ardiansyah ke rumah sakit. Namun, kondisi Ardiansyah memburuk dengan cepat.

Setibanya di rumah sakit, Ardiansyah langsung mendapatkan penanganan di IGD RS Bari. Keluarga menyebut dokter melakukan pemeriksaan dan memberikan pertolongan medis, termasuk tindakan resusitasi. Namun, nyawanya tetap tidak tertolong.

Ardiansyah meninggalkan istri dan anak-anak yang kini harus menghadapi kehilangan sosok yang selama ini menjadi bagian penting dalam keluarga.

Rita mengatakan paparan asap Karhutla itu bukan lagi sekedar persoalan jarak pandang atau terganggunya aktivitas warga. Keluarganya kini merasakan langsung dampak kehilangan orang yang diduga berkaitan dengan kondisi udara tersebut.

Ringkasan ini disusun otomatis dari artikel sumber. Untuk konteks, fakta lengkap, dan koreksi, buka artikel asli di https://news.zonaindonesia.com/berita/ojol-di-palembang-meninggal-usai-sesak-nafas-diduga-imbas-kabut-asap-80515db0/.

Baca juga

Semua berita Lifestyle